The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
BAB 77


__ADS_3

Lu Xiang kini sedang mempersiapkan anak panah yang akan ia bawa untuk berperang melawan Allen dan juga iblis pengikutnya.


Lian, Yu Fei dan Ji Nian pun datang sambil membawa pedang mereka masing-masing.


"Master Lu Xiang, apa Master yakin kita akan pergi ke istana iblis itu sekarang?" tanya Yu Fei.


"Aku tidak bisa menunggu terlalu lama. Xin Qian sangat membutuhkan bantuan kita di sana," balas Lu Xiang tanpa menatap wajah Yu Fei.


"Paman, aku tidak mengerti mengapa Paman sangat peduli dengan Ibundaku. Paman terlihat sangat menghawatirkannya." Lian berjalan mendekati Lu Xiang.


"Lu Xiang, mengapa kau tidak berkata jujur jika kau sebenarnya adalah Zhang Pei. Mengapa harus berpura-pura seperti ini?" tanya Ji Nian yang terlihat sedikit kesal.


Lu Xiang hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan dari Ji Nian. Lu Xiang kemudian mengajak para siluman baik untuk mengikutinya.


"Ji Nian, mengapa kau selalu mengira jika master Lu Xiang adalah Zhang Pei? Memangnya siapa Zhang Pei itu?" tanya Yu Fei dengan penasaran.


"Zhang Pei adalah kekasih Yang Mulia Ratu. Bukan hanya aku, tetapi Yang Mulia Ratu juga sangat yakin jika dia adalah Zhang Pei, bukan Lu Xiang," balas Ji Nian.


Lian yang mendengar hal itupun semakin bingung, lalu ia pergi menyusul Lu Xiang.


"Paman, bolehkah aku menanyakan sesuatu kepadamu?"


"Ada apa, Lian? Mengapa nada bicaramu seperti kau sedang mencurigaiku?"


"Paman, aku tidak tahu apa yang aku tanyakan ini salah atau benar. Tetapi jika aku lihat, kau memang sangat peduli dengan Ibundaku. Ibunda juga pernah mengatakan jika wajah Paman sama persis dengan kekasihnya. Suara, sifat, perhatian dan segalanya. Kau sangat persis dengan paman Zhang Pei."


"Jadi kau ingin bertanya siapa aku sebenarnya? Kau bingung mengapa wajahku dan segala sesuatu yang ada di dalam diriku sangat mirip dengan kekasih Ibundamu?"


"Benar, Paman."


"Lian, aku memang Zhang Pei. Aku sengaja menyamar menjadi Lu Xiang."


"Tapi mengapa Paman melakukan ini?"


"Karena cinta. Aku sangat mencintai Ibundamu, dan aku tidak ingin masa lalu merusak kehidupannya. Aku pikir dengan aku menjadi orang lain, aku bisa memulai semuanya dari awal lagi. Tetapi musuh di masa lalu tetaplah datang untuk membalaskan dendam."


"Paman, aku benar-benar tidak menyangka jika ternyata kau adalah pria yang sangat dicintai oleh Ibunda."


"Lian, kau sekarang telah mengetahui yang sebenarnya. Aku ingin kau menjadi dirimu yang sebenarnya."


"Apa maksud Paman?"

__ADS_1


"Kau harus menggunakan batu permata yang ada di dalam tubuhmu untuk menyelamatkan Ibundamu."


"Tapi, Paman. Bagaimana aku bisa melakukannya?"


Lu Xiang kemudian menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh Lian nanti saat bertemu dengan Allen dan juga pasukannya.


"Lian, Master, apa yang sedang kalian bicarakan?"


"Kami tidak sedang membicarakan apapun."


"Lebih baik kita pergi sekarang."


"Baiklah."


*******


Li Guan kini sedang duduk di samping Xin Qian sambil membawa makanan dan juga minuman untuknya.


"Mengapa kau selalu datang menemuiku? Aku tidak ingin kau memberikan harapan lagi kepadaku."


"Walau aku tidak memberikan harapan kepadamu, kau harus tetap memiliki harapan."


"Kau harus percaya jika seseorang yang sangat kau cinta dan juga menyayangimu akan datang kemari dan membawamu pergi."


"Mengapa kau selalu berpikir seperti itu tentangku? Aku sudah berkali-kali mengatakan jika aku tidak sama dengan Allen."


"Tapi aku sama sekali tidak percaya denganmu. Kau dan Allen itu sama saja. Walaupun ada perbedaan diantara kalian berdua, orang sepertiku pasti tidak akan melihatnya karena aku memang tidak peduli."


"Dengarkan aku. Kau harus makan makanan yang telah aku bawa untukmu."


"Aku tidak mau memakannya."


"Kau harus dengarkan aku! Hidupmu akan sia-sia jika kau hanya mengharapkan kematianmu itu berlangsung dengan cepat."


"Mengapa? Mengapa kau selalu memberikan harapan dan juga semangat kepadaku?"


"Karena kekasihku dulu mati di tangan Allen. Nasibnya sama seperti dirimu."


Raut wajah Xin Qian pun berubah setelah mendengar pernyataan dari Li Guan.


"Aku tidak bisa menyelamatkannya, karena aku tidak bisa mengkhianati sahabatku."

__ADS_1


"Li Guan, apa kau tahu jika kau telah melakukan sebuah kesalahan? Kau telah membiarkan orang yang kau cintai mati di tangan sahabatmu sendiri."


"Aku tahu jika aku telah melakukan sebuah kesalahan yang besar. Aku bahkan tidak bisa memaafkan diriku sendiri."


"Li Guan, kau adalah seorang Raja. Kau seharusnya bisa menentang keras keputusan dari Allen. Tapi mengapa kau tidak mau melakukannya?"


"Karena separuh hatiku adalah milik Allen. Jika aku menentangnya, maka aku akan membuat separuh hatiku mati."


"Tapi Allen tidak pernah memikirkanmu sedikitpun."


"Kau salah. Justru kau masih hidup sampai sekarang karena Allen menuruti keinginanku. Jika aku tidak memintanya untuk membiarkanmu hidup, kau mungkin tidak bisa lagi menghirup udara di dunia ini."


"Li Guan, aku sungguh tidak mengerti."


"Sekarang aku akan membuatmu mengerti."


"Ketika dua orang sahabat membuat sebuah perjanjian dengan monster iblis, maka mereka harus mengorbankan sesuatu kepada monster iblis. Dan kami meminta agar kami tidak terpisahkan, kami meminta agar kami bisa terus bersama walau apapun yang terjadi. Saat itu monster iblis meminta separuh dari hati kami. Lalu kami memberikannya agar kami bisa selalu bersama."


"Ini sangat tidak masuk akal. Kau melakukan semua ini demi iblis jahat seperti Allen."


"Kau tidak tahu bagaimana perjuanganku untuk tetap hidup dari para manusia kejam. Allen datang dan memberikan kehidupan layaknya saudara bagiku. Sejak itu kami menjadi sahabat dan berjanji untuk selalu bersama."


"Li Guan ...."


"Xin Qian, kau pasti memiliki ikatan seperti aku dan juga Allen. Jika bukan sebagai seorang sahabat, mungkin sebagai seorang kekasih."


"Iya, tapi ikatan itu tidak berlaku untukku. Kekasihku sudah pergi meninggalkanku, dan aku tidak memiliki seorang sahabat. Aku tidak tahu bagaimana rasanya memiliki seorang sahabat, Li Guan."


"Apa kau percaya dengan cinta?"


"Tentu saja."


"Aku tidak tahu apakah aku akan mendapatkan cinta seperti dulu. Kekasih Allen juga telah pergi meninggalkannya."


"Li Guan, setiap orang memiliki cinta di hati mereka. Dan aku juga yakin, dibalik sifat kejam yang Allen miliki, dia juga pasti masih memiliki cinta di hatinya."


"Xin Qian, makanlah walau hanya sedikit. Aku tidak ingin kau semakin lemah. Jika kau ingin keluar dari tempat ini, kau harus mengatur kekuatanmu."


Tanpa mereka sadari, ternyata Allen sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka berdua.


Sebenarnya apa yang Xin Qian pikirkan tentang Allen itu benar. Allen masih memiliki cinta di hatinya.

__ADS_1


Dan ternyata selama ini Allen mencintai Xin Qian. Allen sebenarnya jatuh cinta dengan Xin Qian saat pertama kali melihat Xin Qian.


Saat itu Rong Peng masih hidup dan tidak mungkin ia mengatakan jika ia mencintai Xin Qian. Karena Rong Peng mengancam akan membunuh Li Guan yang merupakan sahabatnya jika Allen berani mengkhianati Rong Peng.


__ADS_2