
Malam harinya, Xin Qian sedang keluar dari rumah di saat semua orang telah terlelap tidur. Entah mengapa malam itu sangat sulit baginya untuk memejamkan kedua matanya.
Xin Qian mendengar suara seseorang yang sedang berada di dalam air.
"Siapa yang berenang di waktu malam begini? Apakah itu Lu Xiang?" ucapnya.
Xin Qian lalu berjalan menyusuri pagar untuk mencari sumber suara tersebut. Sampai akhirnya ia berada di sebuah tempat yang sangat indah.
Di tempat tersebut hanya ada sebuah danau yang airnya berwarna sedikit kehijauan.
Xin Qian masih mendengar suara tersebut, kemudian ia mencoba untuk mendekati danau itu.
Dirinya sangat terkejut karena di danau tersebut ia melihat Lu Xiang yang tidak bergerak sekali. Tepatnya tubuh Lu Xiang mengambang di permukaan air danau.
"Lu Xiang? Apa dia tenggelam karena tidak bisa berenang?" gumamnya.
Xin Qian sangat panik dan ingin meminta bantuan kepada yang lainnya. Tetapi hal itu tidak ia lakukan, karena ia tidak ingin membangunkan yang lainnya.
"Tidak ada pilihan lain. Aku harus menyelamatkan Lu Xiang."
Xin Qian mengeluarkan kekuatan elemen air dari dalam dirinya. Kekuatan itupun melingkari Lu Xiang dan membawanya ke daratan.
Xin Qian langsung menghampiri Lu Xiang dan membangunkannya.
"Lu Xiang, bangunlah!"
"Lu Xiang!"
Lu Xiang kemudian terbangun dan menatap Xin Qian dengan wajah yang datar.
"A-aku hanya ingin menolongmu," ucap Xin Qian dengan sedikit gugup.
"Mengapa kau ingin menolongku?" tanya Lu Xiang dengan heran.
"Lu Xiang, aku melihatmu tidak sadarkan diri di tengah danau. Dan aku ingin meminta bantuan kepada yang lainnya, tetapi aku tidak tega jika harus membangunkan mereka."
"Tetapi aku tidak pernah tenggelam sekalipun."
__ADS_1
"Tetapi tadi kau--"
"Aku memang sering tidur di permukaan danau. Apa ada masalah dengan kebiasaanku?"
"Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kebiasaanmu. Seharusnya aku tadi tidak datang kemari dan mengganggu waktumu."
Xin Qian berdiri dan melangkahkan kakinya menjauhi Lu Xiang.
"Tunggu!" Lu Xiang menghentikan langkah kaki Xin Qian.
"Kau telah datang ke tempat ini, jadi kau harus tetap menemaniku di sini!" Lu Xiang menegaskan.
"Mengapa dia harus memintaku untuk tetap di sini? Jika aku terlalu lama bersamanya, aku takut jika aku akan jatuh cinta dengannya karena wajahnya yang begitu mirip dengan Zhang Pei." Xin Qian membatin tetapi dirinya masih belum menoleh.
"Apa kau tidak mendengar ucapanku?" tanya Lu Xiang.
Xin Qian menoleh ke arah Lu Xiang. "Aku mendengar ucapanmu. Tetapi aku tidak bisa tetap berada di sini, karena Lian pasti akan terbangun dan mencariku."
"Aku tahu jika kau hanya mencari alasan untuk menghindar dariku. Anak kecil tidak akan terbangun di tengah malam begini."
Xin Qian sangat bingung dengan ucapan Lu Xiang. Lu Xiang mengatakan semua itu seolah-olah dirinya adalah Zhang Pei.
"Lu Xiang, bolehkah aku menanyakan sesuatu kepadamu?"
"Apa yang ingin kau tanyakan?"
"Apa kau memiliki saudara kembar? Atau mungkinkah saudara kembarmu itu terpisah denganmu?"
"Mengapa kau menanyakan hal itu? Apa kau berpikir jika aku adalah saudara kembar dari Zhang Pei? Atau malah kau berpikir jika aku adalah Zhang Pei?"
"Jujur saja, Lu Xiang. Aku sempat berpikir jika kau adalah Zhang Pei, tetapi Zhang Pei tidak mungkin tidak mengenaliku. Lalu aku berpikir jika kau adalah saudara kembar dari Zhang Pei, karena wajah kalian terlihat sama persis. Hanya saja, sifat kalian sangat jauh berbeda."
"Apa sifat yang membedakan diantara kami?"
"Mengapa kau ingin mengetahuinya?"
"Aku hanya ingin memastikan jika aku dan Zhang Pei memanglah dua orang pria yang berbeda."
__ADS_1
"Zhang Pei itu sangat hangat kepadaku dan kepada semua orang. Dia sangat tampan dan ramah kepada semua orang yang dia temui. Dia selalu mengerti perasaanku, Lu Xiang. Apapun yang ingin aku lakukan, Zhang Pei selalu mendukungnya."
Mata Lu Xiang kini berkaca-kaca karena ia terharu dengan apa yang telah diceritakan Xin Qian mengenai Zhang Pei.
"Jika aku diizinkan untuk bertemu kembali dengannya, aku ingin sekali memeluknya dengan erat. Aku tidak akan membiarkannya pergi, entah hanya untuk sesaat ataupun selamanya."
"Xin Qian ...."
Xin Qian menatap kedua mata Lu Xiang dengan dalam. Ia merasa jika pria yang berbeda di depannya adalah Zhang Pei, bukan Lu Xiang.
Xin Qian kemudian memeluk Lu Xiang dengan sangat erat. Entah mengapa saat itu juga, Lu Xiang mengeluarkan air matanya.
Ia tidak tega dengan sikap Xin Qian yang masih sangat mengharapkan Zhang Pei untuk kembali. Lu Xiang pun membalas pelukan itu dengan senang.
"Izinkan aku memelukmu, Lu Xiang. Aku hanya ingin merasakan pelukan hangat bersama Zhang Pei, walaupun itu hanya sesaat." Xin Qian berbicara dengan wajahnya yang telah dipenuhi air mata.
"Xin Qian, pria yang sedang kau peluk saat ini adalah Zhang Pei. Aku senang karena kau masih sangat mencintaiku. Tetapi maafkan aku, aku harus berbohong kepadamu dan menyamar menjadi orang lain," batin Lu Xiang.
Ternyata Lu Xiang sebenarnya adalah Zhang Pei. Ia sengaja menyembunyikan rahasia jika dirinya sebenarnya masih hidup.
Tetapi ia harus mengganti namanya dan berpura-pura untuk menjadi orang lain. Zhang Pei sengaja melakukan semua ini karena ia ingin memulai hubungan dari awal bersama Xin Qian.
Ia ingin mengulang kehidupannya yang sangat bahagia ketika bertemu dan mengenal Xin Qian.
Sebenarnya ia juga mengetahui jika Lian adalah putra kandung Xin Qian, tetapi ia juga berpura-pura tidak mengenalnya.
Zhang Pei masih hidup karena takdir dari langit. Langit ingin menyatukan mereka berdua dalam waktu yang sangat lama.
"Xin Qian, aku berharap kau tidak akan marah saat kau mengetahui jika aku sebenarnya adalah Zhang Pei. Tetapi aku harus membuatmu yang mencari tahu sendiri tentang hal yang sebenarnya," batinnya.
"Lu Xiang, aku merasa sangat nyaman berada di pelukan ini. Aku berharap waktu malam ini akan berjalan dengan sangat lama." Xin Qian membatin.
Secara diam-diam, ternyata Lian mengintip mereka dibalik semak-semak. Lian awalnya ingin mencari Ibundanya, tetapi ia malah melihat Ibunya sedang berpelukan dengan Lu Xiang.
"Sebenarnya siapa paman Lu Xiang itu? Mengapa Ibunda dan paman Lu Xiang saling berpelukan? Apa sebelumnya mereka pernah saling mengenal?"
Saat Lian ingin menghampiri mereka, tiba-tiba Yu Fei datang dan menarik tangan Lian. Yu Fei membawa Lian ke bawah pohon sakura dan memintanya untuk diam, karena ia tidak ingin ada orang lain yang melihat mereka.
__ADS_1