The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
BAB 75


__ADS_3

Sesampainya mereka di kamar, Xin Qian langsung mendorong Allen dan menutupi tubuhnya menggunakan selimut.


Allen berjalan pelan mendekati Xin Qian, sedangkan Xin Qian berjalan mundur menjauhi Allen.


Allen kemudian menjambak rambut Xin Qian yang sudah terlihat kusut itu. Allen juga menyentuh wajah Xin Qian yang memerah karena ulahnya.


"Sangat disayangkan jika aku membunuh wanita secantik dirinya. Andai saja dia bukan seorang Ratu dari Peacelavia, aku pasti tidak akan memperlakukannya seperti ini." Allen membatin.


"Kenapa kau membawaku pergi ke kamar ini? Kau seharusnya tadi mempermalukanku dihadapan para iblis," ucap Xin Qian.


Allen semakin mengeratkan jambakannya kepada Xin Qian.


"Jangan pernah berani untuk mengaturku! Kau di sini adalah tawanan, dan kau akan mendapatkan siksaan sampai kau mati dengan sendirinya." Allen membisikkan kalimat tersebut di telinga Xin Qian.


Xin Qian berusaha melepaskan dirinya dari Allen, tetapi Allen malah menarik kedua tangan Xin Qian ke belakang.


"Kau tidak akan bisa melawanku saat ini. Kau turuti saja perintahku jika kau ingin nyawamu tetap selamat!" gumamnya.


Allen kemudian mendorong Xin Qian ke atas kasur dan meninggalkannya begitu saja.


Saat Allen sedang menuruni anak tangga, tiba-tiba ia dikejutkan dengan datangnya iblis yang menguasai wilayah barat.


Iblis tersebut bernama Li Guan. Li Guan dan Allen adalah teman baik, dan mereka sudah lama tidak pernah bertemu.


Tetapi walaupun mereka berdua adalah sahabat, nyatanya sifat keduanya sangatlah bertolak belakang. Allen memiliki sifat yang keras dan juga kejam, sedangkan Li Guan memiliki sifat yang keras tetapi di lain sisi ia sangat lembut.


"Sahabatku, sudah lama kita tidak bertemu," ucap Li Guan dengan senang.


"Bagaimana bisa kau datang ke sini?" tanya Allen.


"Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau tidak senang jika sahabatmu datang untuk menemuimu?"


"Bukan begitu. Aku justru sangat senang jika kau datang untuk menemuiku. Lagipula kita ini sudah lama tidak bertemu, bukan?"


"Allen, aku dengar anak manusia setengah siluman itu telah membunuh Rong Peng. Apa kau membalas anak itu dengan membunuhnya?"


"Tidak."


"Apa maksudmu tidak? Bukankah kau tidak akan tidak pernah menyerah semudah itu untuk membalaskan dendammu?"


"Aku telah membawa Ibunya ke istana ini agar aku bisa menyiksanya untuk membalaskan dendamku dan juga Rong Peng."


"Aku harus pergi ke suatu tempat. Jika kau ingin sesuatu, para pelayanku akan melayanimu."

__ADS_1


"Tapi malam-malam begini kau ingin pergi kemana?"


"Ini bukan urusanmu."


"Baiklah. Aku tidak akan bertanya untuk kedua kalinya."


Setelah Allen pergi dari sana, Li Guan langsung menaiki tangga dan pergi menuju kamar tempat Xin Qian dikurung.


"Aku sangat penasaran dengan siapa musuh Allen itu. Aku tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya."


Li Guan kemudian menemukan kamar tempat Xin Qian dikurung. Li Guan kemudian mencoba untuk membuka pintu tersebut, tetapi ia tidak bisa membukanya semudah itu.


"Sepertinya wanita yang ada di dalam kamar ini sangat kuat, sampai-sampai Allen mengunci pintu ini dengan kekuatannya," batin Li Guan.


Li Guan kemudian mengeluarkan kekuatannya dan membuka pintu tersebut. Li Guan masuk ke dalamnya dan melihat kamar tersebut kosong.


Li Guan kemudian mencari-cari keberadaan Xin Qian di kamar tersebut. Lalu tiba-tiba Xin Qian muncul di belakang Xin Qian dan menyodorkan pedang ke punggung Li Guan.


Li Guan kemudian menahan pedang tersebut dan menariknya dari Xin Qian menggunakan kekuatan yang ia miliki.


Xin Qian berusaha keras untuk menyerang Li Guan, karena ia pikir jika Li Guan diperintahkan oleh Allen untuk membunuhnya.


Xin Qian terus menyerang Li Guan, hingga akhirnya dirinya sendiri terjatuh karena tidak kuat menahan rasa sakit di tubuhnya.


Li Guan memegang pedang milik Xin Qian dan berjalan perlahan mendekati Xin Qian.


Xin Qian hendak menusukkan pisau tersebut ke leher Li Guan, tetapi Li Guan berhasil menahannya.


"Tunggu! Aku tidak berniat untuk menyakitimu," ucap Li Guan.


Xin Qian tidak menghiraukan ucapan Li Guan, kemudian ia kembali berusaha untuk menusukkan pisau tersebut ke leher Li Guan.


Li Guan kemudian menyerang Xin Qian dan merebut pisau tersebut dari tangannya.


"Tenanglah! Aku tidak berniat untuk menyakitimu," ucap Li Guan.


"Lalu untuk apa kau datang kemari? Lebih baik kau pergi dari sini!" balas Xin Qian.


Li Guan melihat tangan Xin Qian yang terluka, lalu ia menyentuh lengan Xin Qian. Tetapi Xin Qian malah menampar wajah Li Guan dengan sangat keras.


"Kenapa kau menamparku?"


"Siapa kau? Apa kau diperintahkan oleh Allen untuk menyiksaku lagi?"

__ADS_1


"Tidak. Aku tidak diperintahkan siapapun untuk menyakitimu. Kau bisa memanggilku Li Guan, aku adalah sahabat Allen."


"Aku tidak ingin melihatmu di sini, pergilah!"


"Aku akan pergi dari sini setelah aku mengobati luka di tanganmu."


"Kau tidak perlu melakukannya. Jika Allen melihatmu berada di sini dan membantuku, dia pasti akan kembali menyiksaku."


"Dia tidak akan melakukan hal itu. Percayalah, Allen tidak akan datang kemari."


"Apa maksudmu?"


"Maksudku dia telah pergi ke suatu tempat, dan aku sangat yakin jika dia akan kembali besok."


Li Guan mengambil kotak obat yang berada di dalam kamar tersebut, kemudian ia mengobati tangan Xin Qian dengan tulus.


Setelah tangannya diobati, Xin Qian langsung berdiri dan meminta Li Guan untuk segera pergi dari kamar tersebut.


"Aku sangat berterima kasih kepadamu karena kau telah mengobati luka di tanganku. Sekarang kau harus pergi."


"Kenapa kau sangat ingin aku keluar dari sini? Kau bahkan belum memberitahukan namamu kepadaku."


"Siapa namamu?"


"Xin Qian."


"Xin Qian, aku mungkin sahabat dari Allen. Tetapi kau harus tahu jika sifat kami sangat bertolak belakang."


"Allen sangat tidak suka dengan manusia dan juga siluman. Tetapi aku bisa berteman dengan keduanya."


Xin Qian yang mendengar pernyataan dari Li Guan, ia langsung terpikirkan untuk meminta bantuan kepada Li Guan.


"Bisakah kau membantuku untuk keluar dari sini?"


Pandangan Xin Qian seolah mengatakan jika ia sangat ketakutan berada di istana tersebut.


"Kau mengatakan jika kau bisa berteman dengan manusia dan juga siluman. Aku adalah manusia, kau pasti bisa membantuku."


"Aku memang bisa membantumu, tetapi aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak bisa membantumu untuk melarikan diri dari istana ini."


"Li Guan, kau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi."


"Aku tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kau adalah musuh dari Allen, dan Allen semakin membencimu karena anakmu telah membunuh Rong Peng."

__ADS_1


"Maafkan aku, aku tidak ingin mencampuri urusanmu dan juga Allen. Aku harus pergi."


"Kau seharusnya tidak datang ke sini dan memberikan harapan kepadaku."


__ADS_2