
Saat Xin Qian sedang merapikan rambut Lian, tiba-tiba sisir yang akan ia gunakan terjatuh. Ia sangat terkejut karena tidak ada angin atau apapun yang menjatuhkannya.
"Ibunda, ada apa?"
"Tidak ada apa-apa. Sisirnya jatuh, Ibunda akan mengambilnya."
Xin Qian jongkok dan meraih sisir yang terjatuh di bawah kursi. Tetapi entah mengapa semakin ia meraihnya, sisir tersebut malah semakin jauh.
"Ibunda, mengapa lama sekali mengambilnya?"
"Lian, Ibunda sedang berusaha untuk meraihnya."
Tidak lama setelah itu, keluarlah sosok roh wanita yang wajahnya sangat putih. Roh tersebut memiliki wajah yang cantik dan mengenakan gaun berwarna putih, tetapi wajahnya terlihat sangat sedih.
Xin Qian awalnya sangat terkejut, tetapi ia berusaha untuk tenang dan tidak ingin membuat Lian merasa bingung.
"Ibunda, apa yang terjadi?"
"Tidak apa-apa. Lian, Ibunda tidak menemukan sisir itu."
"Kalau begitu, bolehkah aku pergi bermain dengan teman-temanku?"
"Pergilah, tetapi jangan pulang terlalu sore."
"Baiklah, Ibunda."
Setelah Lian pergi, Xin Qian mendekati roh tersebut dan menyentuh tangannya.
"Bukankah kau adalah roh pelindung? Apa yang kau lakukan di rumahku?"
"Tolong aku!"
"Apa yang terjadi denganmu?"
"Tolong aku!"
"Apa yang harus aku lakukan? Kau tidak mau memberitahuku."
Roh wanita tersebut tiba-tiba menghilang dan cahayanya mengarah ke luar jendela. Xin Qian segera keluar dan mengejar roh wanita tersebut.
Ia mengejarnya sampai ke sebuah hutan yang lebat. Ia berteriak memanggil roh wanita tersebut, tetapi roh wanita tersebut tidak juga muncul.
Setelah itu ada kekuatan yang menariknya dari belakang. Xin Qian ditarik dan dilempar ke sebuah ruangan yang sangat gelap.
__ADS_1
"Siapa kau? Jika berani tunjukkan wujudmu di hadapanku!"
Roh wanita tersebut menunjukkan wajah aslinya yang telah rusak di depan Xin Qian dan mendekatinya. Wajah roh tersebut yang awalnya sedih menjadi senang dan tersenyum.
"Apa yang kau inginkan? Mengapa membawaku ke tempat yang sangat gelap seperti ini?" tanya Xin Qian.
Roh tersebut menunjukkan kisahnya di masa lalu dengan cara mentransfer memori masa lalunya kepada Xin Qian.
Ternyata roh wanita tersebut dulunya adalah seorang kembang desa. Saat ia hendak menikah dengan laki-laki yang ia cintai, tiba-tiba dirinya diculik oleh segerombolan pria bejat yang merupakan suruhan wanita yang menyukai calon suaminya.
Ia dibunuh oleh segerombolan pria tersebut dan jasadnya dibuang ke sebuah jurang. Sampai saat ini tidak ada seorangpun yang menemukannya jasadnya.
Roh tersebut sengaja menampakkan wajahnya dihadapan Xin Qian, karena hanya Xin Qian yang dapat melihat dan berkomunikasi dengannya.
"Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Xin Qian dengan sedikit ketakutan.
"Te-mu-kan ja-sad-ku se-ka-rang ju-ga!" ucap roh wanita tersebut dengan sedikit terbata-bata.
"Aku tidak mau!" balas Xin Qian sambil menutup kedua matanya.
Ini adalah pertama kalinya Xin Qian menolak permintaan tolong dari para roh. Karena Xin Qian memang sangat takut melihat wajah roh wanita tersebut.
Roh wanita tersebut merasa sangat marah dan mulai menyerang Xin Qian. Xin Qian menghadapinya dengan sekuat tenaga. Tetapi karena rasa takutnya yang begitu besar, sampai-sampai melihat wajah roh wanita tersebut saja ia tidak berani.
"Baiklah, aku akan membantumu. Tapi tolong, jangan tunjukkan lagi wujud aslimu kepadaku."
Roh wanita Ter tersenyum, kemudian Xin Qian tiba-tiba kembali berada di hutan yang lebat. Xin Qian berpindah tempat menggunakan ilmu teleportasi, ia kini sampai ditepian jurang yang curam.
"Apa jurang yang dimaksud adalah jurang ini?"
Saat Xin Qian melihat ke bawah, tidak sengaja kakinya menginjak batu dan membuat dirinya tergelincir jatuh ke dalam jurang.
Xin Qian sempat pingsan beberapa saat, tetapi setelah itu ia langsung tersadar. Ia berdiri dan mulai menyusuri jurang tersebut. Ia tidak menemukan jasad roh wanita tersebut, tetapi yang ia temui hanyalah beberapa hewan buas.
"Apakah mungkin jasad roh wanita itu telah dimakan oleh binatang buas? Itu mungkin saja terjadi," ucapnya.
Roh wanita itu tiba-tiba datang dan menyahuti ucapannya. "Tidak! Jasadku masih ada disekitar sini."
"Mengapa kau tidak meminta bantuan kepada orang lain saja? Aku memiliki seorang putra di rumah, aku harus menjaganya."
"Karena hanya kau yang dapat membantuku. Kau adalah manusia yang sangat istimewa."
"Apa maksudmu?"
__ADS_1
"Aku tidak bisa meminta bantuan kepada orang lain, karena mereka tidak bisa melihat ataupun merasakan keberadaanku."
"Lalu bagaimana dengan para siluman? Apakah mereka juga tidak dapat melihat ataupun merasakan keberadaan mu?"
"Benar. Aku telah berusaha untuk meminta bantuan kepada orang lain, tetapi tidak ada satupun dari mereka yang dapat membantuku. Hingga akhirnya aku bertemu denganmu, kau dapat melihat dan merasakan keberadaan ku."
"Baiklah, aku akan membantumu demi rasa kemanusiaan."
Roh wanita itu mengangguk sambil tersenyum, kemudian Xin Qian berjalan di depannya. Setelah beberapa lama berjalan, Xin Qian baru ingat jika dirinya mampu mengendalikan empat elemen bumi.
Kemudian ia mengeluarkan kekuatannya dan menempelkan kedua tangannya di atas tanah. Ia menyalurkan pikirannya ke dalam tanah tersebut, seketika itu terdengar suara yang menunjukkan jika jasad yang sedang dicari Xin Qian telah ia temukan.
Xin Qian segera berjalan menuju sumber suara tersebut. Roh wanita tersebut mengikutinya dengan pelan.
Xin Qian sampai di depan sebuah pohon yang besar dan melihat jasad seorang wanita tergantung di atasnya. Wajahnya sangat rusak seperti wajah asli roh wanita tersebut.
"Apakah benar itu adalah jasad mu?"
Roh wanita tersebut mengangguk pelan. Xin Qian mengeluarkan kekuatannya untuk menurunkan jasad tersebut. Setelah diturunkan, roh wanita itu meminta Xin Qian untuk menguburkan jasadnya di samping makam calon suaminya.
Setelah jasad itu dimakamkan, roh wanita tersebut tidak berhenti mengikutinya.
"Mengapa kau masih mengikuti ku? Bukankah aku telah membantumu untuk menemukan jasad mu dan memakamkannya?"
"Kau telah membantuku untuk menemukan jasadku, jadi aku akan mengabdikan diriku untukmu. Aku akan menjadi roh pelindungmu."
"Tidak! Aku tidak ingin berurusan dengan roh pelindung. Walaupun roh pelindung itu tidak akan berkhianat selama aku masih menjadi tuannya, tetapi jika tubuhku melemah maka roh pelindung itu juga akan melemah bahkan mati."
"Itu adalah takdir roh pelindung. Tugas utamanya adalah melindungi tuannya. Apapun yang dirasakan oleh tuannya, ia juga akan merasakannya."
"Tapi aku tidak ingin melakukannya."
"Jika kau tidak mau melakukannya, maka aku akan menghancurkan negeri Peacelavia karenamu."
"Kau mengancamku?"
"Aku hanya ingin membalas budimu dengan menjadi roh pelindungmu."
"Baiklah, kau sekarang adalah roh pelindungku. Apapun yang terjadi denganku, kau harus siap menjadi pelindungku."
Roh wanita tersebut menghilang, sedangkan wajah Xin Qian terlihat sangat kesal.
"Begitu banyak roh yang menjadi roh pelindungku, tetapi mereka semua lenyap satu persatu karena keadaanku."
__ADS_1