The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
BAB 31


__ADS_3

Xin Qian duduk di bawah sebuah pohon yang rindang, ia hanya berdiam diri sambil melihat kupu-kupu yang sedang berterbangan.


Mulutnya memang diam tetapi tidak dengan hatinya, ia benar-benar bingung dengan kehidupan yang dijalani saat ini. Kemudian Zhang Pei datang dan duduk di sebelahnya.


"Aku tidak akan membiarkanmu menikah dengan Jiang Li, Yang Mulia," ucap Zhang Pei membuka pembicaraan.


"Kau tidak mencintainya, aku tidak mungkin membiarkanmu menikah dengan seseorang yang tidak kau cintai," sambung Zhang Pei.


"Lalu, apakah kau mencintaiku?" tanya Xin Qian yang menatap Zhang Pei dengan dalam.


Zhang Pei terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh Xin Qian kepadanya. Ia tidak bisa membohongi perasaannya bahwa ia sangat mencintai Xin Qian.


"Zhang Pei, aku bertanya kepadamu. Apa kau mencintaiku?" Xin Qian kembali bertanya.


"Yang Mulia, aku ...." balas Zhang Pei ragu.


"Seharusnya aku tahu jika kau tidak mungkin mencintaiku, Zhang Pei. Kau selama ini dekat denganku dan selalu melindungiku karena kau hanya menjalankan tugasmu sebagai seorang ksatria, tidak lebih. Maafkan aku karena terlalu berharap kepadamu."


Saat Xin Qian berdiri dan hendak meninggalkan Zhang Pei, Zhang Pei langsung memegang tangan kanan Xin Qian.


"Yang Mulia, aku jatuh cinta kepadamu saat pertama kali kita bertemu, bahkan saat kau masih menutup kedua matamu."


"Lalu, apakah kau akan diam saja dengan pernikahan yang akan aku jalani dengan pria kejam itu?"


"Aku tidak akan membiarkan wanita yang aku cintai menikah dengan pria lain."


Zhang Pei menarik kedua lengan Xin Qian lalu mendekatkan bibirnya dengan bibir Xin Qian. Tetapi Xin Qian menolaknya dan mendorong Zhang Pei.


Xin Qian kemudian berdiri dan membelakangi Zhang Pei.


"Jika kau memang mencintaiku, aku berharap kau tidak akan membiarkan pernikahanku dengan Jiang Li terjadi, Zhang Pei." Xin Qian meninggalkan Zhang Pei.


Zhang Pei kemudian berdiri, tangannya hendak meraih Xin Qian. Tetapi Xin Qian telah berjalan menjauhinya.


Kemudian Jiang Li berjalan pelan menghampiri Zhang Pei sambil tersenyum.


"Yaa ... memang sangat menyedihkan saat wanita yang kau cintai akan menikah dengan pria lain. Dan kau sebagai pria yang mencintainya tidak dapat melakukan hal apapun," ucap Jiang Li menyindir Zhang Pei.

__ADS_1


Zhang Pei hanya diam sambil menahan amarahnya.


"Dengar, Zhang Pei! Tidak ada seorangpun yang dapat menghentikan pernikahanku dengan Xin Qian, termasuk dirimu!" Jiang Li berjalan memutari Jiang Li.


"Aku tidak akan membiarkan Xin Qian menikah dengan pria sepertimu!" ucap Zhang Pei dengan ketus.


"Lalu apa yang bisa kau lakukan untuk menghentikan pernikahan ini? Kau tidak memiliki kekuatan penuh untuk melawanku, Zhang Pei. Dan jika kau berani melawanku, aku tidak yakin para siluman akan tetap hidup." Jiang Li mengancam Zhang Pei. Ia kemudian tertawa dan meninggalkan Zhang Pei.


*******


Xin Qian kini duduk di pinggiran danau, ia menatap ke arah air dan memikirkan sesuatu. Tiba-tiba Shishi datang dan ikut duduk di sampingnya.


"Yang Mulia Ratu!" Panggil Shishi dengan suara yang lembut.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Xin Qian dengan wajah datar.


"Aku ...." jawab Shishi dengan ragu.


"Shishi, jika kau di sini hanya untuk membicarakan hal yang tidak penting, lebih baik kau pergi!" ucap Xin Qian ketus.


"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Xin Qian.


"Apakah tidak ada cara lain untuk mengeluarkan batu permata itu dari tubuhmu?"


"Untuk apa kau menanyakan hal itu?"


"Aku hanya ingin membantu, tolong jangan berpikiran buruk tentangku. Aku tahu aku pernah melakukan hal yang buruk kepadamu, tapi percayalah saat ini aku bersungguh-sungguh ingin membantu." Shishi mencoba untuk meyakinkan Xin Qian bahwa dia ingin membantunya.


"Hanya ada satu cara, Shishi."


"Apa itu?"


"Pedang damaskus. Pedang itu sama kuatnya dengan batu permata, tetapi tidak ada yang tahu dimana keberadaan pedang itu saat ini."


"Pedang damaskus?"


"Benar. Pedang itu terakhir kali digunakan oleh paman Yu, tapi hingga saat ini aku tidak pernah melihat paman Yu. Aku tidak tahu apakah dia masih hidup atau telah tiada."

__ADS_1


"Akan lebih baik jika orang itu benar-benar telah tiada. Karena dengan begitu, kau tidak akan bisa mengeluarkan batu permata dari tubuhmu dan kau tidak akan bisa menggunakan kekuatanmu. Setelah kau menikah dengan Jiang Li, Zhang Pei akan menjadi milikku," batin Shishi.


"Lalu bagaimana dengan pernikahanmu dan Jiang Li? Apa kau akan tetap menikah dengannya?"


"Aku tidak ingin menikah dengan pria yang tidak aku cintai, Shishi. Tetapi aku juga tidak bisa menolaknya. Karena jika aku menolak, dia akan membunuh orang-orang yang aku sayangi."


"Yang Mulia Ratu, aku sangat sedih melihatmu seperti ini. Tapi aku yakin kau adalah seorang Ratu yang kuat, kau pasti bisa melewati semuanya."


"Terima kasih, Shishi."


"Yang Mulia Ratu, Shishi, kalian di sini?" tanya Ji Nian yang tiba-tiba datang.


"Ketua, aku hanya menemani sang Ratu di sini. Yang Mulia, aku harus pergi karena ada hal yang harus aku selesaikan," balas Shishi.


"Baiklah."


Shishi meninggalkan tempat itu sambil tersenyum licik. Ia tidak berniat sedikitpun untuk menghibur atau membantu Xin Qian. Ia hanya berharap tidak ada jalan keluar bagi Xin Qian untuk mengeluarkan batu permata itu dari tubuhnya, agar Xin Qian tetap disiksa oleh Jiang Li.


Ia sangat membenci Xin Qian walaupun Xin Qian telah menganggapnya seperti keluarga sendiri.


"Yang Mulia Ratu, sedang apa kau di sini?" tanya Ji Nian.


"Tidak ada, Ji Nian. Aku hanya ingin berada di sini," balas Xin Qian tanpa menatap Ji Nian.


"Maafkan aku, Yang Mulia."


"Untuk apa, Ji Nian?"


"Aku tidak bisa menjadi seorang ketua yang baik."


"Ji Nian, kau sudah sudah cukup baik menjadi seorang ketua. Kau selalu ada untukku dan para rakyat. Akulah yang seharusnya meminta maaf, Ji Nian. Sebagai seorang Ratu, aku tidak bisa melindungi negeri ini dari para musuh. Bahkan melindungi diriku sendiri aku tidak mampu. Dan besok aku akan menikah dengan pria kejam yang merupakan musuh terbesarku." Xin Qian menangis sambil tersenyum.


"Ratu, ini semua adalah takdir dari langit. Semua terjadi begitu saja, dan kita tidak bisa mengubah takdir itu."


"Aku akan berusaha untuk menerima kenyataan ini, Ji Nian. Pernikahanku dengan Jiang Li pasti akan terjadi, karena tidak ada seorangpun yang dapat menghentikannya." Xin Qian menghapus air matanya.


"Aku mencintaimu, Yang Mulia. Dan aku tidak yakin jika aku bisa merelakanmu menikah dengan pria lain," batin Ji Nian.

__ADS_1


__ADS_2