The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
Bab 51


__ADS_3

Xin Qian menghampiri Zhang Pei yang sedang berada di jembatan dekat taman. Zhang Pei terlihat sedang memandangi langit dengan tatapan yang berbeda dari biasanya.


"Zhang Pei!" panggil Xin Qian.


"Yang mulia, mengapa kau malam-malam begini keluar istana? Udara malam tidak baik untuk wanita yang sedang mengandung," ucap Zhang Pei tanpa menatap ke arah Xin Qian.


"Zhang Pei, aku tahu kau sangat marah kepada ku. Tapi ketahuilah, aku tidak pernah berpikir untuk melakukan hal itu dengan Jiang Li. Aku sangat mencintaimu dan aku tidak mungkin menghianatimu."


"Ini semua salahku. Tidak seharusnya aku mencintai wanita yang telah menjadi milik pria lain."


"Tidak Zhang Pei, kau yang terlebih dahulu datang di kehidupanku. Aku mencintaimu jauh sebelum aku bertemu dengan Jiang Li."


"Zhang Pei, kau pernah berjanji akan selalu mencintai dan juga melindungiku selama hidupmu. Apa kau kini telah melupakan janji itu? Apa sekarang aku sudah tidak mencintaiku lagi karena aku mengandung anak dari Jiang Li?"


"Aku tidak pernah melupakan janji itu, yang mulia."


"Lalu mengapa kau mengabaikan ku? Kau bahkan tidak mau menatap wajahku. Apa seburuk itu sekarang aku dimatamu?"


"Hiks ... Hiks ...."


Zhang Pei membalikkan tubuhnya, kemudian ia langsung memeluk tubuh Xin Qian.


"Aku akan melakukan apapun agar kau tidak lagi marah kepadaku, Zhang Pei."


"Maafkan aku, yang mulia. Aku tidak bermaksud untuk marah kepadamu, aku hanya --"


"Hanya apa, Zhang Pei?"


"Aku sangat mencintaimu dan aku yakin kau juga sangat mencintaiku. Bagaimanapun juga anak yang ada didalam kandunganmu adalah darah dagingmu, kau harus menjaganya dengan sangat baik."


Zhang Pei melepaskan pelukan itu lalu mengelus perut Xin Qian.


"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi aku berharap kita akan selalu bersama dan saling mencintai. Kau adalah satu-satunya orang yang paling penting dalam hidupku," ucap Zhang Pei.


"Walaupun aku telah menjadi seorang Ibu dari anak ku dan juga Jiang Li?" tanya Xin Qian menatap mata Zhang Pei.


"Walau apapun itu, kau akan tetap menjadi satu-satunya yang terpenting dalam kehidupanku," balas Zhang Pei.


Xin Qian sangat terharu dengan ucapan Zhang Pei, kemudian tiba-tiba ia mengeluarkan air mata. Zhang Pei mengusap air mata Xin Qian lalu mencium bibirnya.

__ADS_1


******


Saat Xin Qian masuk ke kamarnya, terlihat Jiang Li sedang berdiri dan menunggu kedatangan Xin Qian.


"Dari mana saja kau?" tanya Jiang Li dengan nada tinggi.


"Apa pedulimu?" Xin Qian bertanya balik.


"Kau pasti telah menemui Zhang Pei bukan? Apa kau mengatakan kepadanya jika kau tidak menginginkan bayi yang berada didalam kandunganmu itu?"


"Cukup, Jiang Li! Aku tidak ingin berdebat denganmu hanya karena masalah kecil seperti itu."


Xin Qian berjalan menghampiri cermin, lalu melihat perutnya tiba-tiba saja sedikit membesar.


"Aku sudah mengatakannya berkali-kali kepadamu jika aku tidak suka melihat Zhang Pei dekat denganmu!" Jiang Li menegaskan.


Tidak lama setelah itu, Xin Qian merasakan rasa sakit yang luar biasa pada perutnya. Xin Qian terjatuh dan berteriak dengan histeris.


Jiang Li segera menghampiri Xin Qian dan membaringkannya di atas ranjang.


"Jiang Li, perutku terasa sangat s-sakit. Seperti ada yang sedang bergerak didalamnya."


"Tenanglah, aku tidak akan membiarkanmu merasa kesakitan."


"Jiang Li, perutku sangat sakit."


"Bertahanlah, aku akan membuat rasa sakitmu sedikit berkurang."


Master Chen, Zhang Pei, Shishi dan Lui Wei datang ke kamar Xin Qian dan Jiang Li karena mendengar suara teriakan dari Xin Qian.


Semua orang terkejut melihat Xin Qian berteriak merasakan rasa sakit. Mereka berpikir jika Jiang Li mencoba untuk menyakiti Xin Qian.


"Yang mulia raja, apa yang kau lakukan?" Zhang Pei mendorong Jiang Li dengan keras.


Zhang Pei dan master Chen segera memeriksa keadaan Xin Qian.


"Yang mulia, apa yang terjadi denganmu?" tanya master Chen.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi denganku. Perutku terasa sangat sakit, Master," jawab Xin Qian.

__ADS_1


"Apa yang telah kau perbuat kepada yang mulia ratu hingga dia merasa sangat kesakitan seperti itu?" tanya Zhang Pei dengan sangat marah kepada Jiang Li.


"Tidak, Zhang Pei. Jiang Li berusaha untuk mengurangi rasa sakitku," balas Xin Qian.


"Mengapa kau terlihat sangat khawatir kepadanya? Aku adalah suaminya, jadi seharusnya aku yang berhak mencemaskan keadaannya," ucap Jiang Li.


"Kau tidak pantas menjadi suami sang ratu!" Zhang Pei menegaskan.


"Lalu siapa yang pantas menjadi suaminya? Apa itu kau?" tanya Jiang Li dengan ketus.


"Tolong jangan membuat keributan di sini! Yang mulia ratu sedang menahan rasa sakit dalam perutnya," ucap master Chen.


"Yang mulia ratu, bukankah perutmu terlihat sedikit membesar? Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Shishi.


"Aku juga tidak tahu, perutku terasa sangat sakit setelah perutku tiba-tiba membesar," balas Xin Qian.


"Kau sedang mengandung bayi manusia setengah siluman, itu sebabnya pertumbuhannya akan lebih cepat daripada mengandung bayi manusia murni." Master Lin tiba-tiba datang.


"Tapi Master, hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Wanita yang sedang mengandung bayi manusia setengah siluman, pertumbuhan janinnya sama seperti mengandung bayi manusia murni," ucap master Chen.


"Apakah hal ini dikarenakan batu permata yang ada didalam tubuh yang mulia ratu, Master?" tanya Zhang Pei.


"Itu mungkin saja, Zhang Pei."


"Jiang Li, apa kau tega melihat yang mulia ratu merasa kesakitan setiap saat? Yang mulia ratu sedang mengandung anakmu, mengapa kau tidak mau membuka totokan itu?"


"Tidak Zhang Pei. Totokan itu tidak dapat dibuka oleh siapapun, karena Xin Qian sedang mengandung."


"Apa maksudmu, master Lin?"


"Batu permata itu akan berusaha masuk kedalam janin yang berada didalam perut Xin Qian secara perlahan. Xin Qian akan merasakan rasa sakit yang luar biasa ketika hal itu terjadi."


"Kakek guru, lalu apa yang akan terjadi dengan kandunganku?"


"Jangan khawatir, Xin Qian. Justru dengan batu permata itu, kandunganmu akan semakin kuat."


"Apa tidak ada cara untuk menghilangkan rasa sakit itu? Rasa sakitnya seperti seluruh tulangku dipatahkan secara bersamaan. Jika Jiang Li tadi tidak menolongku, mungkin aku tidak akan selamat."


"Kau jangan khawatir, Xin Qian. Para Master akan membuatkan ramuan herbal untuk mengurangi rasa sakitmu."

__ADS_1


"Mereka terlalu banyak bicara. Aku harus pikirkan cara untuk melenyapkan janin yang ada didalam kandungan Xin Qian. Aku tidak ingin bayi itu lahir dan menguasai negeri ini juga Jiang Li. Aku akan melakukan apapun agar kau menderita Xin Qian, aku sangat membencimu," batin Lui Wei. Kemudian ia pergi meninggalkan kamar Xin Qian seorang diri.


"Apa yang ingin Lui Wei rencanakan? Mengapa tiba-tiba dia keluar?" batin Shishi.


__ADS_2