The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
Bab 57


__ADS_3

Keesokkan paginya, Jiang Li terbangun dan ia sangat terkejut ketika menyadari jika ia berada di kamar Lui Wei.


Lui Wei datang menghampiri Jiang Li dengan membawa teh hangat di tangan kanannya.


"Kau sudah bangun?" tanya Lui Wei.


"Apa yang terjadi denganku? Mengapa aku bisa berada di sini?" Jiang Li bertanya balik.


"Jiang Li, apa yang telah lupa dengan semua yang kita lakukan tadi malam?"


"Apa maksudmu?"


"Kau sendiri yang datang menemui ku di sini, Jiang Li."


Jiang Li kemudian mengingat kejadian tadi malam, tetapi ia tidak mengingat apapun. Hal yang terakhir kali ia ingat hanyalah Lui Wei menaburkan serbuk bunga ke wajahnya.


Jiang Li langsung mengambil hanfu dan memakainya kembali. Saat ia membuka pintu dan hendak keluar, tiba-tiba Ji Nian, master Pin, dan master Yibo sudah berada di sana.


Mereka semua terkejut melihat Jiang Li yang keluar sambil merapikan hanfunya.


"Apa yang kau lakukan di sini, yang mulia?" tanya master Pin dengan wajah marah.


"Master, aku tidak melakukan apapun dengan Lui Wei. Aku tidak--" ucapan Jiang Li terputus.


"Jiang Li, kau benar-benar tidak mengingat semuanya?" Lui Wei menyela.


"Apa maksudmu? Aku tidak melakukan apapun kepadamu semalam."


"Jiang Li, mengapa kau berbohong kepada mereka? Kau katakan saja jika tadi malam kita telah melakukan--"


"Jangan berbicara omong kosong, Lui Wei! Aku tidak tahu apa yang telah kau lakukan kepadaku."


"Kau yang seharusnya berhenti berbicara omong kosong, yang mulia!" seru Ji Nian.


"Ketua Ji Nian, aku tidak berbicara omong kosong. Semalam aku memang datang ke kamar ini untuk menemui Lui Wei. Tetapi saat aku hendak pergi, Lui Wei menarik tanganku dan menaburkan serbuk bunga ke wajahku. Setelah itu aku tidak sadarkan diri dan aku tidak mengingat yang terjadi setelahnya."


Lui Wei langsung memperlihatkan bekas ciuman di lehernya kepada semua orang.


"Kau lihat ini, Jiang Li? Kau yang telah membuat bekas ini di leherku. Apa kau lupa dengan hal itu?"


"Lui Wei! Aku sama sekali tidak ingat jika aku melakukan hal itu kepadamu."


"Jiang Li, mengapa kau tidak mau mengakui kebenarannya kepada semua orang?"


"Kebenaran apa yang kau maksud, Lui Wei?"


"Kebenaran jika kita saling mencintai. Dan kau tidak mencintai yang mulia ratu sama sekali, kau hanya menginginkan bayinya."


"Apa ini, Jiang Li?" bentak master Yibo.

__ADS_1


"Apa benar yang dikatakan oleh Lui Wei?"


"Master, semua itu tidaklah benar!"


"Jiang Li, kau juga pernah mengatakan kepadaku jika kau akan membunuh yang mulia ratu setelah yang mulia ratu melahirkan bayi itu."


"Tutup mulutmu, Lui Wei! Kau sudah kelewatan! Aku tidak pernah mengatakan hal itu sebelumnya."


"Aku tidak menyangka sikapmu akan seperti ini, yang mulia. Apa kau tidak tahu jika yang mulia ratu sampai sekarang masih belum sadarkan diri?" tanya master Pin.


"Apa maksudmu, Master? Apa yang telah terjadi kepada Xin Qian?" tanya Jiang Li dengan cemas.


"Tidak usah berpura-pura merasa cemas seperti itu, yang mulia! Kau pasti merasa senang mendengar kabar ini, bukan?" ucap Ji Nian.


_____***_____


Zhang Pei dan master Chen sedang menemani Xin Qian di dalam kamar.


"Zhang Pei!" panggil master Chen.


Zhang Pei kemudian menoleh ke arah master Chen yang berada di belakangnya.


"Kau sudah semalaman menemani yang mulia ratu di sini. Lebih baik kau beristirahat sekarang."


"Tidak, Master. Aku tidak akan meninggalkan yang mulia dengan keadaannya yang seperti ini."


"Kau harus tenang, Zhang Pei. Yang mulia pasti akan segera sadarkan diri."


Tidak lama setelah itu Jiang Li datang, kemudian anggota istana yang lainnya juga ikut datang.


"Xin Qian! Apa yang terjadi denganmu?" Jiang Li menyentuh pipi halus sang ratu.


"Ini semua karenamu, yang mulia. Jika semalam kau tetap berada di dalam kamar dan menemani yang mulia, yang mulia tidak akan menahan rasa sakitnya dalam waktu yang lama."


Tidak lama setelah perdebatan itu, Xin Qian langsung membuka kedua matanya.


"Yang mulia?" Zhang Pei langsung mendekati Xin Qian.


"Zhang Pei?" ucap Xin Qian sambil tersenyum.


"Kau di sini?" tanya Xin Qian.


"Yang mulia, Zhang Pei yang telah menemanimu selama kau tidak sadarkan diri. Zhang Pei yang berada di sini untuk menjagamu," ucap master Chen.


"Zhang Pei, terima kasih."


"Tidak perlu berterima kasih kepadaku, yang mulia. Sudah menjadi tugasku untuk menjagamu."


Jiang Li menghampiri Xin Qian dan menyentuh perutnya.

__ADS_1


"Apakah kau masih merasakan sakit?" tanya Jiang Li dengan nada rendah.


"Tidak, Jiang Li. Aku baik-baik saja," balas Xin Qian dengan lembut.


"Kau dari mana saja? Mengapa semalam kau tidak ada di dalam kamar?"


"Aku--"


"Yang mulia ratu, semalam yang mulia raja tidur di kamarku. Kami tidur berdua di sana."


"Apa maksudmu, Lui Wei?"


"Maksudku--"


"Tidak! Jangan dengarkan dia, Xin Qian! Aku tidak tahu bagaimana aku bisa sampai tertidur di kamarnya. Aku tidak sadarkan diri saat itu."


"Apa yang sebenarnya terjadi, Jiang Li?"


"Yang mulia, apa yang dikatakan oleh Lui adalah benar. Yang mulia raja semalam tidur bersama Lui Wei," Ji Nian menjelaskan.


"Jiang Li? Kau tidur bersama Lui Wei? Lalu mengapa kau selalu melarangku untuk dekat dengan Zhang Pei?"


"Karena aku mencintaimu, Xin Qian. Aku tidak ingin kau dekat dengan pria lain."


"Jika kau memang mencintai yang mulia ratu, kau juga seharusnya tidak tidur dengan wanita lain, yang mulia." Zhang Pei menatap Jiang Li dengan wajah yang kesal.


"Aku sungguh tidak melakukan apapun dengan Lui Wei. Tolong kalian percaya kepadaku."


"Kami sudah pernah percaya kepadamu, Jiang Li. Tetapi kau sendiri yang telah mengkhianati kepercayaan kami," ucap master Lin Yang.


"Master, aku mohon. Aku tidak melakukan apapun kepada Lui Wei."


"Yang mulia, kau sendiri yang telah datang ke kamarku. Kau telah menodai ku, tetapi kau berkata seolah-olah aku yang salah dalam hal ini."


"Hentikan semua ini, Lui Wei! Aku tidak menyentuhmu sama sekali."


"Xin Qian, tolong percaya kepadaku. Aku tidak melakukan apapun dengan Lui Wei."


"Tapi aku sudah tidak bisa mempercayaimu, Jiang Li. Kau sudah berkali-kali menghancurkan kepercayaan itu."


Jiang Li kemudian memegang tangan dan perut Xin Qian yang sudah membesar.


"Xin Qian, aku bersumpah. Aku tidak tau apa yang terjadi semalam denganku dan Lui Wei. Aku tidak ingat apapun, aku tidak sadarkan diri di sana."


"Aku bersumpah di depan calon bayi kita, Xin Qian. Aku bersumpah jika aku hanya mencintaimu, aku tidak mungkin melakukan hubungan terlarang itu dengan Lui Wei."


"Yang mulia, jangan jadikan sumpah sebagai alat untuk membela diri!"


"Aku tidak berusaha untuk membela diriku, Master! Aku hanya sedang berbicara tentang apa yang sebenarnya terjadi!"

__ADS_1


__ADS_2