
"Jiang Li, dengarkan aku!" Lui Wei menarik tangan Jiang Li.
"Dengarkan aku, Jiang Li!"
"Apa yang harus aku dengarkan, Lui Wei? Kau senang sekarang? Semua orang tidak mempercayaiku untuk kedua kalinya. Dan untuk kedua kalinya juga aku telah melukai hati Xin Qian dan mereka semua."
"Jiang Li, kau harusnya mereka senang dengan ini."
"Untuk apa, Lui Wei? Untuk apa aku senang dengan hal ini?"
"Kau sangat menjijikkan, Lui Wei. Kau telah melakukan hal yang kotor untuk--"
"Aku memang menjijikkan, Jiang Li! Aku sangat menjijikkan! Tapi aku melakukan semua ini demi mendapatkanmu, aku sangat mencintaimu. Aku hanya ingin kau menjadi milikku, milikku seutuhnya."
"Apa kau tahu bagaimana perasaanku ketika aku melihatmu dekat dengan Xin Qian? Hatiku terasa sangat sakit, Jiang Li. Rasanya seperti ditusuk, aku tidak suka itu."
"Aku hanya ingin kau membalas cintaku. Jika kau juga mencintaiku, aku berjanji aku tidak akan mengusik kehidupannya. Kita akan pergi meninggalkan negeri ini dan hidup bahagia bersama."
"Jiang Li, aku sangat mencintaimu."
"Apa kau tidak memiliki perasaan yang sama terhadapku, Jiang Li?"
Jiang Li membelakangi Lui Wei, kemudian ia meninggalkannya.
"Tunggu, Jiang Li! Kau tidak memberikan jawaban apapun kepadaku. Apa kau mencintaiku?"
"Lui Wei, aku sudah berkali-kali mengatakannya kepadamu. Aku tidak pernah mencintai wanita lain kecuali Xin Qian. Xin Qian adalah satu-satunya wanita yang aku cintai, aku tidak bisa mencintai wanita selain dirinya."
Setelah Jiang Li mengatakan hal itu, wajah Lui Wei tiba-tiba berubah menjadi merah.
"Berani sekali kau, Jiang Li??"
Hujan deras mulai turun diikuti suara petir yang sangat keras. Lui Wei menarik bahu Jiang Li lalu tangannya menembus tubuh Jiang Li.
"Aku akan mengambil hatimu, Jiang Li. Karena aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan perasaan cinta kepada Xin Qian," ucap Lui Wei dengan pelan tapi sangat menekan.
Jiang Li tidak dapat melakukan apapun saat itu, karena tangan Lui Wei sudah menyentuh hatinya dan mulai menariknya.
Xin Qian dan seluruh anggota istana datang. Mereka sangat terkejut melihat pemandangan tersebut.
"Lui Wei, hentikan semua ini!" teriak Xin Qian.
"Aku tidak akan menghentikannya! Aku akan mengambil hati Jiang Li, agar dia tidak dapat lagi merasakan cinta untukmu." Lui Wei semakin menguatkan tangannya.
"Master, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Ji Nian kepada master Lin Yang.
__ADS_1
"Kita harus menyelamatkan yang mulia raja. Kita tidak boleh membiarkan Lui Wei mengambil hati yang mulia raja," balas master Lin.
"Ji Nian! Zhang Pei! Kalian tetaplah di sini untuk menjaga yang mulia ratu."
"Baik, Master."
"Baik, Master."
Keempat master itu menyerang Lui Wei dengan sekuat tenaga mereka, tetapi kali ini Lui Wei mengalahkan mereka berempat dengan sangat mudah.
"Kalian tidak akan bisa mengalahkaanku! Tidak ada seorangpun yang bisa menghalangiku untuk mengambil hati Jiang Li!" teriak Lui Wei.
"Lu-i Wei, t-tol-ong le-pas-kan aku," ucap Jiang Li terputus-putus.
"Aku tidak akan melepaskanmu, Jiang Li! Tidak akan pernah!" Lui Wei semakin marah dan kekuatan yang ia miliki semakin besar.
"Ji Nian! Zhang Pei! Tolong selamatkan Jiang Li! Aku tidak tega jika melihatnya seperti itu, aku mohon ...."
"Yang mulia--"
"Aku mohon, Ji Nian."
"Yang mulia, aku akan menyelamatkan yang mulia raja."
"Baiklah. Kau harus berhati-hati, Zhang Pei."
Jiang Li semakin merasa kesakitan dan berteriak dengan keras.
"Tidak ada lagi yang bisa menolongmu, Jiang Li. Aku akan menghancurkan hatimu seperti kau menghancurkan hatiku!!" teriak Lui Wei dengan histeris.
"Tidak semudah itu, Lui Wei!" ucap Zhang Pei.
Zhang Pei kemudian mengeluarkan pedang damaskus dari dalam tubuhnya. Pedang tersebut kekuatannya sama besar dengan batu permata yang ada di dalam tubuh Xin Qian.
Semua orang terkejut melihat pedang itu kini berada di tangan Zhang Pei.
"Master Lin, bukankah itu adalah pedang damaskus yang kekuatannya setara dengan batu permata?" tanya master Feng.
"Itu benar. Tapi dari mana Zhang Pei mendapatkan pedang itu?" tanya master Lin.
Lui Wei pun ikut terkejut melihat pedang damaskus berada di tangan Zhang Pei.
"Bagaimana bisa kau mendapatkan pedang itu?" tanya Lui Wei dengan ketus.
"Itu tidak penting, Lui Wei. Yang terpenting sekarang, aku akan menghancurkanmu menggunakan pedang ini."
__ADS_1
"Kau tidak bisa melakukan itu, Zhang Pei. Karena nyawa Jiang Li kini berada di tanganku."
Dengan sekali tebasan, Zhang Pei langsung bisa membuat Jiang Li terlepas dari cengkraman Lui Wei.
"Jiang Li!" teriak Xin Qian.
"Yang mulia, tetaplah di sini! Aku akan menyelamatkan yang mulia raja."
Ji Nian menangkap Jiang Li dan membawanya menghampiri Xin Qian. Xin Qian menangis melihat keadaan Jiang Li yang tubuh dan juga mulutnya dipenuhi dengan darah.
"Jiang Li! Bertahanlah, Jiang Li!" Xin Qian menangis.
"Xin Qian ...." Jiang Li menyentuh wajah Xin Qian.
"Kau harus melahirkan bayi kita, Xin Qian. Kau harus merawat dan membesarkannya dengan baik." Salah satu tangan Jiang Li mengelus perut Xin Qian yang sudah membesar.
"Tidak, Jiang Li. Kau harus tetap hidup. Kita akan membesarkan bayi kita bersama-sama, kau tahu itu?"
"Aku sangat mencintaimu, Xin Qian. Aku sangat mencintaimu. Walaupun aku tahu jika kau tidak pernah memiliki perasaan yang sama terhadapku, tetapi aku tetap mencintaimu."
"Jiang Li ...."
Ji Nian yang dikenal sebagai pria yang keras, saat itu air matanya pun pecah untuk pertama kalinya.
Semua master datang menghampiri mereka, dan mereka sangat sedih melihat keadaan Jiang Li yang seperti itu.
"Mengapa kalian hanya diam saja? Mengapa kalian tidak melakukan sesuatu untuk menyelamatkan raja kalian? Apa kalian juga menginginkannya mati?"
"Xin Qian ...."
"Tidak, Kakek guru. Aku tidak bisa melihatnya seperti ini."
"Xin Qian, dengarkan aku! Kau dan Zhang Pei saling mencintai. Kalian bisa melanjutkan hidup kalian di masa depan, kau juga bisa merawat bayi kita bersamanya."
"Tidak, Jiang Li. Kau jangan berbicara seperti itu! Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkanku, Jiang Li! Tidak akan!"
Zhang Pei terus berusaha menyerang Lui Wei, tetapi Lui Wei selalu berhasil untuk menghindar.
"Kau tidak akan bisa mengalahkanku, Zhang Pei. Kekuatanku sekarang lebih besar, aku bisa menghancurkan negeri ini dengan sekejap."
"Jangan banyak berbicara omong kosong, Lui Wei! Kau akan berhenti berbicara setelah aku berhasil menghancurkanmu."
"Sombong sekali kau, Zhang Pei. Aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia seperti yang kau inginkan. Aku akan terlebih dahulu membunuh wanita yang kau cintai."
Lui Wei terbang dengan cepat ke arah Xin Qian dan hendak mencekik lehernya. Tetapi untungnya master Lin dengan sigap menyerang Lui Wei dan langsung mematahkan tulang tangannya.
__ADS_1