The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
BAB 27


__ADS_3

Malam hari setelah penobatan itu, Xin Qian sedang berdiri bersama Ji Nian di lantai atas. Mereka dapat melihat keadaan langit dengan sangat jelas.


"Malam ini suasananya terasa sedikit berbeda, awan hitam telah menutupi sebagian langit. Apakah ada sesuatu yang sedang terjadi?" Xin merasa ada yang aneh dengan langit malam ini.


"Yang Mulia, mengapa kau menjadi sangat perasa setelah kau menjadi seorang Ratu?" tanya Ji Nian.


"Ji Nian, jangan membuat candaan di saat aku sedang berbicara serius!" balas Xin Qian dengan halus.


"Maafkan aku, Yang Mulia. Tetapi engkau terlalu khawatir dengan keadaan langit yang dipenuhi awan hitam," ucap Ji Nian alih-alih menatap Xin Qian lalu menatap langit.


Tiba-tiba dinding pelindung langit mulai retak dan hancur. Mereka berdua sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat.


"Ji Nian, a-apa yang terjadi?" Xin Qian terkejut dan melebarkan matanya. Tangannya yang sedang memegang pegangan anak tangga bergetar.


"Kita harus masuk ke istana." Ji Nian menarik tangan Xin Qian.


Sedangkan keempat Master yang melihat dinding pelindung langit hancur, mereka hanya terdiam dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Ini sangat mustahil," ucap master Yibo.


"Kita tidak bisa memasang kembali dinding pelindung, karena para iblis telah masuk ke negeri ini," balas master Pin.


"Tapi kita harus mencegah para iblis agar tidak masuk ke istana ini," ucap master Chen.


Mereka pergi untuk menghadang para iblis itu, tetapi jumlah mereka tidak sebanding dengan jumlah para iblis.


"Bagaimana ini? Jumlah mereka sangat banyak, kita tidak mungkin bisa mengalahkan mereka," ucap master Feng.


"Kita harus menyatukan kekuatan untuk menahan mereka," balas master Chen.


Tetapi saat mereka hendak menyatukan kekuatan, ada seekor kalajengking raksasa dan di atasnya berdiri seorang pria. Ia adalah raja Wang Shu yang merupakan Raja kegelapan.


"Wang Shu?" ucap master Pin.


"Bagus jika kalian masih mengingatku," balas Wang Shu. Kalajengking raksasa yang ia naiki mendekati keempat Master.


"Wang Shu, bagaimana bisa kau menghancurkan dinding pelindung langit dari luar?" tanya master Chen.

__ADS_1


"Master Chen, aku pikir kau adalah seorang Master yang cerdas. Bagaimana bisa aku menghancurkan dinding pelindung langit dari luar tanpa bantuan seseorang dari dalam?" Wang Shu menjelaskan sambil tersenyum.


"Apa maksudmu?" tanya master Chen.


"Maksudku adalah, aku akan menguasai negeri ini dan mengambil batu permata, lalu aku akan menjadikan kalian sebagai pelayanku." Wang Shu tertawa.


"Tidak semudah itu untuk menguasai negeri ini," ucap Ji Nian yang tiba-tiba muncul.


"Ji Nian, jika kau di sini, lalu dimana sang Ratu?" tanya master Feng.


"Master, aku telah meminta sang Ratu untuk bersembunyi. Aku yakin Wang Shu ataupun para iblis tidak akan menemukannya," jawab Ji Nian.


"Aku pasti akan menemukan gadis itu, apapun caranya." Wang Shu langsung menyerang mereka dengan menyemburkan api dari dalam mulutnya.


Wang Shu melewati mereka dengan sangat mudah, kemudian mereka melawan para iblis pengikut Wang Shu. Wang Shu berjalan masuk ke dalam istana, lalu bertemu dengan raja Arlo dan master Lin.


"Wang Shu, berani sekali kau kembali ke negeri ini?"


"Yang Mulia raja Arlo, apa kau takut jika aku akan merebut kekuasaan Peacelavia dari tangan Putrimu?"


"Aku ingatkan sekali lagi, Wang Shu. Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal itu."


"Master Lin, sejak dulu kau memang selalu membela Arlo. Tapi sekarang aku tidak akan merasa sedih jika kau membelanya. Aku akan menghancurkan kalian saat ini juga."


Mereka bertiga bertarung dengan tangan kosong. Wang Shu melawan raja Arlo dan master Lin seorang diri, tetapi kekuatannya saat ini lebih besar dari sebelumnya.


Di sisi lain, Xin Qian bersembunyi di negeri siluman yang ia ciptakan.


"Xin Qian, kau memakai mahkota dan jubah itu. Apakah kau sudah menjadi seorang Ratu sekarang?" tanya siluman tupai.


"Itu benar," jawab Xin Qian.


"Xin Qian, selamat untukmu. Aku senang karena kau kini menjadi pemimpin negeri Peacelavia," balas siluman tupai.


Xin Qian hanya diam menatap siluman tupai.


"Xin Qian, ada apa? Kau seharusnya senang karena kau sudah menjadi seorang Ratu. Tapi mengapa kau terlihat sangat cemas?" tanya siluman tupai.

__ADS_1


"Peacelavia telah diserang oleh para iblis," jawab Xin Qian.


"Xin Qian, kau tidak apa-apa?" tanya siluman kura-kura.


"Aku tidak apa-apa. Tetapi aku tidak tahu bagaimana keadaan di luar." Xin Qian menatap para siluman dengan tatapan wajah yang sedih.


"Xin Qian, kami takut jika terjadi sesuatu kepadamu."


"Tidak perlu khawatir, aku akan melindungi diriku sendiri. Kalian dengarkan aku, jika ada seseorang yang masuk entah siapapun itu kecuali aku jangan pernah ikut dengannya. Karena bisa saja mereka adalah para iblis."


"Xin Qian, kami akan mendengarkan ucapanmu."


"Aku harus kembali untuk membantu yang lainnya. Siluman kura-kura, aku percayakan semuanya kepadamu." Xin Qian memegang pundak siluman kura-kura.


"Xin Qian ...." Siluman kura-kura merasa tidak yakin jika ia yang akan bertanggung jawab atas teman-temannya.


Xin Qian langsung pergi meninggalkan tempat itu, tanpa ia sadari ada seekor lebah penguping. Lebah itu sengaja dikirim oleh Jiang Li agar lebah tersebut dapat mendengarkan pembicaraan para siluman dan Xin Qian.


Setelah Xin Qian keluar dari perpustakaan, Jiang Li pun keluar dari tempat persembunyiannya.


"Xin Qian, jadi ini yang dimaksud dengan negeri para siluman? Berani sekali kau membohongiku?" Jiang Li mengepalkan tangannya, ia sangat marah dengan Xin Qian.


"Negeri yang dipenuhi dengan kedamaian dan kebahagiaan ini akan segera hancur, Xin Qian. Kau lihat saja nanti," gumam Jiang Li. Ia sangat senang karena telah mengetahui rahasia yang disimpan Xin Qian selama ini.


*******


Xin Qian berpindah tempat menggunakan ilmu teleportasi, ia sampai di tempat raja Arlo juga master Lin bertarung dengan Wang Shu.


"Ayahanda? Kakek Guru? Aku harus membantu mereka," ucap Xin Qian.


"Tidak, Xin Qian! Kau akan bertarung denganku." Seorang wanita yang mengenakan pakaian berwarna merah mendekati Xin Qian.


"Siapa kau?" tanya Xin Qian yang belum pernah melihat wanita itu sebelumnya.


Zhang Pei dan Shishi datang dan berdiri di samping Xin Qian, mereka juga belum pernah melihat wanita itu sebelumnya.


"Aku adalah Lui Wei, orang kepercayaan raja Wang Shu. Dan aku di sini akan menghancurkan kalian semua," ucap Lui Wei.

__ADS_1


"Wanita gila! Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal itu," balas Shishi.


Shishi tidak bisa melawan kekuatan yang dimiliki oleh Lui Wei, akhirnya ia pun dipukul mundur oleh Lui Wei.


__ADS_2