The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
BAB 36


__ADS_3

Di pedesaan, Jiang Li, Lui Wei juga beberapa prajurit sedang berpencar untuk mencari keberadaan Xin Qian.


Semua orang di pedesaan sangat takut dan berlarian melihat kedatangan Jiang Li juga pasukannya, karena mereka telah mengetahui jika Jiang Li adalah seseorang yang sangat kejam.


"Tunggu! Apa kau melihat Yang Mulia Ratu melewati desa ini?"


"Maafkan aku Prajurit, tetapi aku tidak melihat Yang Mulia melewati desa ini."


"Baiklah, kau boleh pergi."


Para prajurit menanyakan keberadaan sang Ratu kepada setiap orang yang mereka temui, tapi tidak ada seorangpun yang mengetahui keberadaan sang Ratu.


Jiang Li sangat kesal dengan Xin Qian karena telah pergi meninggalkan istana tanpa meminta izin darinya, sedangkan Lui Wei hanya tersenyum melihat Jiang Li yang sedang kesal.


"Xin Qian, aku berharap kau tidak akan kembali lagi ke negeri ini," batin Lui Wei.


Jiang Li yang benar-benar marah, kini ia memanggil burung gagak kesayangannya yaitu Bingjie.


Saat Bingjie terbang di atas langit pedesaan, para rakyat semakin dibuat ketakutan dan menutup pintu juga jendela mereka. Karena mereka tidak pernah melihat burung sebesar dan seganas itu sebelumnya.


Bingjie pun mendarat tepat di depan Jiang Li dan memberikan hormat.


"Yang Mulia, apa ada sesuatu yang harus aku lakukan untuk mu?" tanya Bingjie kepada Jiang Li.


"Bingjie, aku ingin kau mencari tahu di mana keberadaan Xin Qian saat ini. Dia telah pergi dari istana tanpa meminta izin dariku. Jangan kau sakiti dia, kau hanya perlu membawanya ke hadapanku. Aku sendiri yang akan memberikan pelajaran kepadanya," ucap Jiang Li kepada Bingjie.


Lui Wei yang mendengar jika Jiang Li tidak ingin Bingjie melukai Xin Qian, ia pun tidak setuju dengan Jiang Li.


"Yang Mulia, mengapa kau tidak membiarkan Bingjie untuk membunuhnya saja?" tanya Lui Wei.


"Lui Wei, mengapa kau terus saja mencampuri urusanku? Jika aku menginginkan Bingjie untuk tidak melukai Xin Qian, maka Bingjie harus melakukan seperti yang aku katakan. Apa masalahnya?" balas Jiang Li dengan ketus.


"Maafkan aku, Yang Mulia.


"Bingjie, lakukanlah tugasmu sekarang juga!"


"Baik, Yang Mulia."


Jiang Li pun berjalan dan meninggalkan Lui Wei. Lui Wei menghentakkan kakinya dan memasang wajah marah.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkanmu jatuh cinta dengan wanita itu, Jiang Li. Jika kau tidak ingin Bingjie membunuhnya, maka aku yang akan membunuhnya dengan tangan ku sendiri," batin Lui Wei.


Lui Wei pun pergi untuk mengikuti Bingjie tanpa sepengetahuan Jiang Li.


*******


Zhang Pei dan Xin Qian melanjutkan perjalanan mereka untuk menuju ke hutan es, langkah mereka tiba-tiba terhenti saat melihat para hewan di hutan tersebut sekarat karena danau yang dulunya penuh dengan air yang jernih dan merupakan sumber air satu-satunya di hutan itu kini telah kering.


Mereka menghampiri hewan-hewan tersebut dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Para hewan itu mengatakan bahwa siluman jahat telah mengambil air dari danau itu secara besar-besaran. Para siluman jahat itu tidak menyisakan sedikit air pun untuk para hewan penghuni hutan tersebut.


Xin Qian yang mudah merasa iba, ia langsung berjalan mendekati danau kering tersebut. Elemen air adalah kekuatan utamanya, ia mengambil tanah dari danau tersebut lalu membacakan sebuah mantra kepada tanah yang ia ambil. Setelah itu ia melemparkan tanah itu kembali ke danau. Tiba-tiba muncul air jernih dari tanah dan perlahan membuat danau itu penuh dengan air lagi.


"Siapa kau? Mengapa kau dapat membuat danau ini kembali penuh dengan air?" tanya salah satu hewan kepada Xin Qian.


"Nama ku Xin Qian," jawabnya.


"Xin Qian? Aku seperti pernah mendengar nama itu."


"Apakah kau adalah Ratu dari negeri Peacelavia?"


"Benar. Dari mana kau tahu itu?"


"Paman Yu?" tanya Xin Qian yang terkejut mendengar nama itu.


"Benar. Apa kau mengenalnya?"


"Sebenarnya kami sedang mencari seseorang yang bernama paman Yu. Bisakah kau mengantarkan kami untuk menemuinya?"


"Tentu saja. Dengan senang hati aku akan mengantarkan kalian untuk menemui paman Yu. Tapi sebelumnya kami ingin mengucapkan terima kasih banyak atas kebaikanmu, jika kau tidak membantu kami, kami mungkin tidak akan bisa bertahan hidup."


"Tidak perlu berterima kasih. Menolong orang lain adalah sesuatu yang ingin selalu aku lakukan."


"Kau memang seorang Ratu yang sangat baik dan cantik. Apa pria itu adalah kekasihmu?"


"Tidak," jawab Xin Qian dengan sedikit ragu.


"Tidak? Lalu apakah kau telah menikah sekarang?"


"Ya, aku telah menikah dengan pria lain."

__ADS_1


"Sayang sekali. Kalian terlihat sangat cocok, dan pria itu sepertinya juga menyukaimu."


Xin Qian dan Zhang Pei saling menatap.


"Apa kau mencintai pria yang menikah denganmu?"


Xin Qian hanya terdiam karena ia tidak tahu apa yang harus ia katakan. Melihat Xin Qian yang sedang kebingungan, Zhang Pei pun memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan hewan itu.


"Yang Mulia Ratu tidak mencintai pria itu, karena dia mencintaiku," balas Zhang Pei dengan mantap.


Para hewan juga Xin Qian sangat terkejut dengan apa yang telah diucapkan oleh Zhang Pei.


"Benarkah begitu? Tapi mengapa dia tidak menikah denganmu?"


"Yang Mulia terpaksa menerima pernikahan itu. Dia adalah seorang Ratu, dia rela mengorbankan hidupnya deni keselamatan orang-orang yang dia sayangi."


"Ini pasti tidak mudah untukmu."


"Jangan pikirkan hal itu! Semuanya telah terjadi, lebih baik sekarang kita pergi untuk menemui paman Yu."


"Baiklah."


Mereka pun berjalan memasuki hutan dan melewati semak-semak, Xin Qian bingung mengapa mereka tidak menggunakan jalan yang sudah ada tetapi malah membuat jalan sendiri.


Para hewan itu mengatakan jika tidak ada yang tahu di mana tempat persembunyian mereka. Karena jika manusia tahu, mereka takut manusia akan memburu mereka dan menghancurkan tempat tinggal mereka untuk yang kedua kalinya.


"Maafkan aku jika rakyatku pernah memburu teman-teman kalian dan menghancurkan tempat tinggal kalian," ucap Xin Qian.


"Tidak apa-apa. Kami telah memaafkan kesalahan yang pernah para manusia lakukan kepada kami. Kami tahu jika tidak semua manusia itu jahat," balas salah satu hewan.


Saat mereka hendak sampai di tempat tinggal para hewan tersebut, tiba-tiba mereka melihat dua iblis yang sedang mencari sesuatu.


"Tunggu! Itu adalah para iblis kiriman Jiang Li. Aku sangat yakin iblis itu diperintahkan oleh Jiang Li untuk mencarimu, Yang Mulia," ucap Zhang Pei kepada Xin Qian.


"Kalau begitu kalian harus bersembunyi," ucap salah satu hewan.


"Zhang Pei, kita juga harus menutup hidung agar kedua iblis itu tidak dapat mencium keberadaan kita di sini," balas Xin Qian.


Zhang Pei dan Xin Qian pun bersembunyi dibalik semak-semak dan menutup hidung mereka, sedangkan para hewan pura-pura makan dedaunan. Mereka melakukan hal itu hingga kedua iblis itu pergi meninggalkan hutan.

__ADS_1


__ADS_2