
Keesokkan harinya, salah satu prajurit membawa paksa Xin Qian keluar dari kamar. Xin Qian dibawa ke bawah terik matahari dan kembali disiksa oleh beberapa prajurit.
Li Guan melihat kejadian itu dari lantai atas. Ia merasa sangat tidak tega melihat Xin Qian diperlakukan seperti itu oleh sahabatnya sendiri.
Li Guan kemudian berjalan hendak menemui Xin Qian, tetapi tiba-tiba Allen datang dan menghentikannya.
"Kau mau kemana?" tanya Allen dengan wajah yang datar.
"Aku tidak bisa melihatnya disiksa seperti itu," balas Li Guan.
"Sudah aku duga. Kau pasti tidak akan tega melihat aku menyiksa musuhku seperti itu." Allen menyeringai.
"Allen, bukankah ini sudah berlebihan? Rong Peng sudah tiada, lalu kenapa kau malah menyiksa wanita malang itu?"
"Rong Peng memang sudah tiada, tapi dendamnya masih belum terbalaskan. Dia pasti tidak akan tenang dengan kematiannya, sebelum aku membalaskan dendam kepada Xin Qian."
"Kau terlalu mencintai Rong Peng, Allen. Kau tidak seharusnya melakukan hal ini."
"Terkadang aku berpikir, kita berdua adalah seorang sahabat, Li Guan. Tetapi mengapa sifat kita sangat bertolak belakang seperti ini?"
"Ini semua terjadi setelah kau jatuh cinta dengan Rong Peng. Cinta yang telah membuatmu sangat ambisius untuk menguasai dunia. Sebelumnya kau bukanlah iblis jahat seperti ini."
Allen mencengkeram hanfu yang dikenakan oleh Li Guan dan menatap kedua matanya dengan tatapan yang penuh amarah.
"Jangan sesekali kau berani mengatakan hal yang buruk tentang Rong Peng dihadapanku! Dia adalah wanita yang sangat aku cintai. Segala sesuatu yang menjadi keinginannya adalah keinginanku juga, dan semua musuh yang nyata baginya adalah musuh yang nyata bagiku juga."
Allen mengucapkan kalimat tersebut dengan nada yang pelan, tetapi sangat menekan.
"Jika kau masih berani menyelamatkan wanita itu, aku tidak akan segan-segan untuk menghabisimu! Aku tidak peduli walaupun kau adalah sahabatku!" ucap Allen.
Allen kemudian mendorong tubuh Li Guan. Li Guan hanya diam dan menatap Allen yang sudah mulai melangkah jauh darinya.
"Wanita itu benar-benar telah membuatmu menjadi iblis yang kejam, Allen. Aku tidak akan membiarkanmu terus memikirkan wanita yang sudah tiada itu. Jika kau terus seperti ini, kau tidak akan bisa mengetahui apa arti kehidupan yang sebenarnya," batin Li Guan.
Allen menuruni anak tangga dengan wajah yang terlihat kesal, kemudian beberapa iblis datang ke hadapannya untuk memberitahukan kepada Allen tentang kerjasama yang telah mereka lakukan.
"Tuan, mereka telah melakukan tugas seperti yang kita inginkan. Tuan mengatakan akan memberiku imbalan atas kerjasama yang telah kita lakukan. Bisakah aku mengambil imbalan itu sekarang?" tanya Ketua dari para iblis tersebut.
__ADS_1
"Kau akan segera mendapatkannya," balas Allen sambil tersenyum.
Tiba-tiba tiga orang iblis datang sambil membawa Xin Qian yang sudah terlihat sangat lemah.
Ketua dari iblis tersebut terlihat sangat menyukai wajah Xin Qian yang cantik dan tubuhnya yang indah.
"Tuan, siapakah wanita cantik ini?" tanya Ketua tersebut.
Li Guan berjalan perlahan menuju anak tangga. Kemudian langkah kakinya terhenti ketika melihat Allen dan Xin Qian berada di sana.
"Dia adalah Ratu terakhir Peacelavia. Dia adalah musuh besar Rong Peng, dan aku harus membalaskan dendam Rong Peng dengan menyiksanya sampai dia mati dengan sendirinya," balas Allen.
Ketua tersebut mendekati Xin Qian dan menyentuh wajahnya sambil tersenyum.
"Tuan, apakah aku boleh memilikinya sebagai imbalanku karena telah bekerjasama denganmu?" tanya Ketua tersebut.
"Tuan, jika kau memberikannya kepadaku, kau tidak perlu memberikan wilayahmu bagian selatan untukku. Wanita ini sudah lebih dari cukup sebagai imbalannya," sambungnya.
Ketua itu mulai menyentuh tangan Xin Qian dan turun ke pahanya. Kemudian Li Guan dengan cepat membuang tangan Ketua tersebut yang telah berani menyentuh Xin Qian.
"Dia pasti berbicara seperti itu karena dia tidak mau jika ada iblis lain menyentuh dan membawa Xin Qian pergi," batin Allen.
"Siapa kau? Berani sekali kau bersikap seperti itu kepadaku? Apa kau tidak tahu siapa aku?" tanya Ketua itu yang tidak pernah melihat Li Guan.
"Dia adalah sahabatku, iblis yang menguasai wilayah barat," balas Allen sambil tersenyum.
"Tuan, aku meminta wanita ini sebagai imbalanku karena aku telah membantu tuan Allen untuk menyebarkan penyakit di negeri Peacelavia."
"Tapi kau tidak bisa membawa wanita ini."
"Tuan, ini adalah istana tuan Allen. Yang berhak menentukan aku boleh atau tidak membawa wanita ini adalah tuan Allen."
"Berani sekali kau bersikap seperti itu kepadaku?"
Allen kemudian menyerang Ketua itu, sedangkan Allen tersenyum dan berjalan mendekati Xin Qian.
Terlihat banyak sekali luka memar di wajah Xin Qian akibat pukulan dari beberapa iblis yang menyiksanya.
__ADS_1
Allen kemudian mengangkat dagu Xin Qian dan mendekati wajahnya.
"Kau hebat sekali. Tanpa melakukan hal apapun, kau berhasil membuat dua iblis itu bertarung karena memperebutkan dirimu."
"Aku akui kau memang wanita yang sangat cantik, Xin Qian. Tetapi kau harus tetap mati dengan merasakan penyiksaan yang sangat berat dariku. Aku tidak ingin kematianmu berlangsung dengan cepat."
Li Guan dan Ketua tersebut masih berusaha untuk saling membunuh. Hingga akhirnya Allen datang dan melerai keduanya.
"Kenapa kalian bertarung hanya untuk mendapatkan wanita yang sudah tidak berdaya seperti dia?" tanya Allen dengan suara yang pelan.
"Sahabatku, aku tidak ingin kau membiarkan iblis jahat itu membawa pergi Xin Qian." Li Guan menatap Allen alih-alih menatap Ketua tersebut.
"Tuan, tetapi aku hanya menginginkan wanita itu sebagai imbalan atas kerjasama yang telah kita lakukan," ucap sang Ketua.
"Allen, berjanjilah kau tidak akan memberikan wanita itu kepada siapapun!" ucap Li Guan.
"Apa itu termasuk kau?" tanya Allen sambil tersenyum.
"Dengar, aku tidak akan memberikan wanita itu kepada siapapun. Aku sangat tahu apa yang akan kau lakukan kepadanya jika aku memberikan wanita itu kepadamu."
"Tapi, Tuan. Aku sudah terlanjur menginginkan wanita itu dan aku ingin Tuan memberikannya sebagai imbalan. Bukankah aku sudah membantu Tuan?"
"Aku akan memberikanmu imbalan yang lebih baik dari semua itu."
Allen mengeluarkan pedangnya secara diam-diam dan ia langsung menebas kepala Ketua itu yang sedang tersenyum kepadanya.
Li Guan pun terkejut melihat Allen membunuh iblis tersebut dengan sangat santai di depan matanya.
"Apa yang kau lakukan?"
"Aku melakukan hal seperti yang kau inginkan. Dengan begini, dia tidak akan lagi memintaku untuk memberikan Xin Qian kepadanya."
"Tapi kau tidak seharusnya melakukan hal itu."
"Kenapa tidak? Kau seharusnya senang karena aku tidak menuruti permintaannya untuk membawa Xin Qian pergi dari sini."
Allen pun berjalan meninggalkan Li Guan, sedangkan beberapa iblis yang ikut bersama ketua tadi berlari karena ketakutan.
__ADS_1