
"Ini adalah takdirmu, Xin Qian. Kau harus menikah dengan Jiang Li," ucap seorang wanita cantik yang sudah sedikit tua kepada Xin Qian.
"Tidak, Ibunda. Aku tidak ingin menikah dengan Jiang Li, aku ingin ikut dengan Ibunda," ucap Xin Qian sambil menangis.
"Tidak, Putriku. Ada kehidupan seseorang yang harus kau ubah, ada sebuah rahasia besar yang belum kau maupun orang-lain ketahui," balas ratu Lieng sambil mengelus rambut panjang Putrinya.
"Apa maksud Ibunda?" tanya Xin Qian dengan heran.
Sosok ratu Lieng pun mengeluarkan cahaya yang sangat terang lalu perlahan menghilang.
"Ibunda! Ibunda!" Xin Qian terus memanggil nama Ibundanya.
"Ibundaaa!!" teriak Xin Qian terbangun dari tidurnya.
Tubuhnya kini dipenuhi dengan keringat dingin dan napasnya tersengal-sengal. Ia lalu menyentuh lehernya, tubuhnya terasa sangat panas. Ia melihat ke arah kirinya, Zhulong masih tertidur pulas di atas sofa.
"Apa yang terjadi denganku? Mengapa aku bisa bermimpi seperti itu? Dan Ibunda datang ke dalam mimpiku? Lalu rahasia besar apa yang belum diketahui oleh orang lain? Dan kehidupan siapa yang harus aku ubah?" gumamnya.
"Tidak, itu semua hanyalah mimpi. Itu semua hanyalah bunga tidur."
Xin Qian mengangkat selimutnya dan beranjak dari tempat tidur. Ia membuka tirai jendelanya, ia melihat bulan bersinar terang tetapi hanya setengah. Ia kemudian menutup kembali tirai jendelanya dan kembali tidur.
*******
Kesehatan paginya, Xin Qian masih berada di kamar dan menatap ke arah cermin. Ia mengenakan gaun yang sangat indah, ia juga terlihat sangat cantik dan anggun.
Tidak lama kemudian Shishi datang dan memintanya untuk segera turun, karena semua orang telah menunggunya.
"Yang Mulia Ratu, semua orang telah menunggumu di bawah. Kau harus segera turun dan melangsungkan pernikahan dengan Jiang Li," ucap Shishi sambil tersenyum.
"Shishi, tapi aku ...." Xin Qian tiba-tiba menghentikan ucapannya.
"Tapi apa, Yang Mulia Ratu?" tanya Shishi.
__ADS_1
"Aku akan turun bersamamu, Shishi," balas Xin Qian.
"Baiklah, Yang Mulia." Shishi membelakangi Xin Qian lalu tersenyum licik.
"Akhirnya, hari yang aku tunggu-tunggu datang juga. Setelah ini Zhang Pei tidak akan bisa mendekatimu, Yang Mulia," batin Shishi.
Mereka pun pergi ke bawah untuk melangsungkan pernikahan Xin Qian dengan Jiang Li.
Xin Qian sampai di sana dan membuat mata semua orang tidak dapat berpaling darinya termasuk Jiang Li. Jiang Li tersenyum melihat Xin Qian yang datang ke arahnya.
Jiang Li meraih tangan kanan Xin Qian lalu memasukkan cincin berlian ke jari manisnya. Kemudian Jiang Li mencium tangan dan juga kening Xin Qian.
Tidak ada yang merasa senang dalam acara pernikahan itu kecuali Shishi, Jiang Li dan juga Wang Shu. Xin Qian menatap wajah Zhang Pei dengan penuh kecewa.
"Dia sendiri yang mengatakan bahwa dia mencintaiku, tapi mengapa dia tidak melakukan apapun untuk merusak pernikahan ini? Zhang Pei, aku tidak pernah ragu saat menatap matamu. Aku tahu jika kau sangat mencintaiku, tapi mengapa saat ini kau tidak melakukan hal apapun untukku?" batin Xin Qian dengan wajah yang ingin menangis.
"Yang Mulia, maafkan aku. Aku yakin kau sangat kecewa denganku, tetapi aku melakukan semua ini untuk kebaikanmu dan juga para siluman. Aku rela jika kau harus membenciku, tetapi sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu, Yang Mulia." Zhang Pei membatin.
"Lui Wei, aku tahu bagaimana perasaanmu saat ini. Kau pasti sangat kecewa dengan Jiang Li dan kau juga pasti sangat membenci Yang Mulia Ratu. Tapi apa boleh buat? Nasibmu memang buruk, kau harus tetap menerimanya." Shishi memancing amarah Lui Wei.
"Diam kau wanita bodoh!" bentak Lui Wei.
Seketika raut wajah Shishi yang awalnya senang kini berubah menjadi takut.
"Kau tidak usah memancing amarahku! Aku tahu, kau sangat senang karena saat ini Xin Qian telah terikat sumpah pernikahan dengan Jiang Li. Tapi ketahuilah bahwa cinta Zhang Pei hanyalah untuk Xin Qian, hanya Xin Qian!"
"Zhang Pei tidak mungkin mencintaimu, jadi jangan berpikir dengan Xin Qian dan Jiang Li menikah maka kau dapat memiliki Zhang Pei!"
Shishi hanya diam dan menatap Lui Wei.
"Mengapa kau diam? Kau merasa terancam dengan ucapanku? Kau takut jika Zhang Pei tidak akan mencintaimu karena cintanya hanya untuk Xin Qian?"
"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi! Zhang Pei hanya akan menjadi milikku. Kau seharusnya yang merasa terancam, karena setelah pernikahan ini Xin Qian dan Jiang Li yang akan menjadi pemimpin Peacelavia. Dan kau hanya akan menjadi pelayannya."
__ADS_1
Lui Wei kemudian menampar wajah Shishi karena merasa tersinggung dengan ucapan Shishi.
"Kau menamparku? Berani sekali kau?" tanya Shishi.
"Mengapa aku tidak berani menampar wanita bodoh sepertimu? Kau hanyalah wanita bodoh yang tidak bisa mendapatkan hati pria yang kau cintai," balas Lui Wei.
"Lui Wei, jika kau menyebutku wanita bodoh, itu artinya kau juga menyebut dirimu sendiri bodoh. Karena kau juga mencintai seorang pria yang telah menjadi milik wanita lain, pria itu juga tidak pernah mencintaimu," ucap Shishi.
Lui Wei pun meninggalkan Shishi tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Wanita bodoh! Tidak, dia lebih pantas disebut sebagai wanita gila karena dia benar-benar gila," gumam Shishi.
Jiang Li dan Xin Qian meminta berkat kepada raja Arlo dan para Master. Para master memberikan berkat kepada mereka dengan senyuman palsu.
Mereka sebenarnya tidak rela jika Ratu mereka menikah dengan pria yang kejam seperti Jiang Li, tapi mereka juga tidak dapat melakukan apapun untuk menolaknya.
Saat Jiang Li dan Xin Qian meminta berkat kepada raja Arlo, raja Arlo malah memeluk Jiang Li.
"Jiang Li, Xin Qian kini telah menjadi tanggung jawabmu. Aku titipkan Putriku kepadamu, semoga hidup kalian selalu bahagia dan dipenuhi dengan cinta."
"Entah mengapa aku merasa sangat senang mendengar raja Arlo mengucapkan hal itu. Apakah dia benar-benar memberikan berkat kepadaku? Dia terlihat sangat tulus mengatakannya," batin Jiang Li.
"Jiang Li, jagalah Putriku dengan baik! Jangan pernah buat dia menangis ataupun sakit hati. Dan kau Xin Qian, jadilah seorang istri yang baik dan berbakti kepada suamimu." Raja Arlo mengelus pipi Jiang Li juga Xin Qian.
Mereka kemudian meminta berkat kepada Wang Shu.
"Putraku, Jiang Li. Ayahanda turut senang dengan pernikahan kalian. Sekarang kau telah resmi menjadi seorang Raja dan juga suami dari Yang Mulia Ratu. Ayahanda memberkati kalian." Wang Shu tersenyum.
"Terima kasih, Ayahanda," balas Jiang Li.
"Xin Qian, mengapa kau bersedih? Panggil aku Ayahanda, karena mulai saat ini aku adalah Ayahandamu juga. Ayo panggil aku dengan sebutan Ayahanda!" Wang Shu memegang pundak Xin Qian.
"Baik, Ayahanda," ucap Xin Qian yang terpaksa memanggil Wang Shu dengan sebutan itu.
__ADS_1