
"Yang Mulia, kau banyak mengeluarkan darah. Aku akan memurnikan kekuatanmu."
Ji Nian menyandarkan Xin Qian di sebuah pohon dan menyalurkan energi murninya untuk Xin Qian. Xin Qian merasa sedikit kesakitan, tetapi ia harus menahannya.
Setelah itu, keadaan Xin Qian kembali membaik. Ia sangat mengkhawatirkan keadaan para rakyat dan meminta Ji Nian untuk kembali ke Peacelavia.
Tetapi Ji Nian menolaknya dengan alasan Rong Peng pasti masih berada di sana untuk menunggu kedatangan mereka.
"Lian ...."
"Ji Nian, kita harus pergi untuk mencarinya dan juga Zhulong. Aku takut terjadi sesuatu dengan mereka."
"Tetapi, bagaimana dengan keadaanmu?"
"Aku baik-baik saja, Ji Nian."
"Baiklah. Kalau begitu kita akan pergi untuk mencari mereka.
Ji Nian mengeluarkan ilmu teleportasi yang ia miliki dan Xin Qian masuk ke dalamnya, kemudian diikuti oleh Ji Nian.
Mereka kini tiba di sebuah hutan yang dimana hutan tersebut pernah dilewati oleh Lian dan Zhulong sebelumnya.
"Ji Nian, apa kau yakin ini tempatnya?"
"Aku sangat yakin, Yang Mulia."
Mereka berdua menelusuri hutan tersebut untuk mencari keberadaan Lian dan juga Zhulong. Tanpa mereka sadari, ternyata keberadaan mereka di hutan tersebut dilihat salah satu iblis yang sengaja mengikuti mereka.
Mereka terus berjalan dan memanggil nama Lian dan juga Zhulong. Sampai akhirnya suara mereka terdengar sampai di tempat Lian kini berada.
"Paman, aku seperti mendengar suara Ibunya sedang memanggilku. Apa Paman juga mendengarnya?"
"Aku tidak mendengar suara apapun."
"Tapi aku sangat yakin jika itu suara Ibunda. Ibunda pasti sedang mencariku bersama paman Ji Nian."
Lian hendak pergi untuk mencari sumber suara tersebut, tetapi Lu Xiang menghentikannya.
"Mengapa Paman menghentikanku? Aku ingin pergi mencari Ibunda."
"Itu bisa saja suara iblis yang sedang menyamar sebagai Ibundamu. Mereka sengaja ingin menjebakmu dengan suara itu."
"Tapi aku sangat yakin jika itu suara Ibunda. Ibunda pasti sangat khawatir denganku."
"Jika kau tetap pergi, kau akan membahayakan dirimu sendiri. Kau tidak pernah ke tempat ini sebelumnya, biarkan aku yang pergi mencari Ibundamu."
"Benarkah?"
"Tentu saja."
__ADS_1
"Terima kasih, Paman."
"Jangan pernah tinggalkan tempat ini sebelum aku kembali! Kau mengerti?"
"Aku mengerti."
*******
Xin Qian dan Ji Nian masih berjalan menyusuri hutan tersebut. Dengan suara yang keras mereka memanggil nama Lian dan juga Zhulong.
"Lian, ini Ibunda. Ibunda datang untuk menjemputmu."
"Lian!"
"Zhulong!"
Tidak lama setelahnya, Lu Xiang datang tepat di belakang mereka. Xin Qian menoleh dan alangkah terkejutnya ia melihat sosok pria yang sangat ia cintai kini berada di depan matanya.
Lu Xiang langsung terpanah melihat kecantikan wajah Xin Qian. Tetapi ia tetap harus tegas kepada para manusia yang datang ke hutan tersebut.
Tampak kedua mata Xin Qian berkaca-kaca karena dilanda rasa haru. Ia tidak pernah menyangka jika ia akan kembali bertemu dengan kekasihnya.
"Kau kembali ...."
Xin Qian berlari ke arah Lu Xiang dan hendak memeluknya, tetapi dengan sigap Lu Xiang langsung menyodorkan pedang ke wajah Xin Qian.
"Siapa kau? Mengapa kau memasuki hutan ini? Apa kau manusia yang ingin memburu hewan-hewan yang berada di hutan ini?"
"A-apa maksudmu? Kau tidak mengenaliku?"
"Zhang Pei, aku sangat merindukanmu. Apa kau tidak merindukanku?"
Lu Xiang membatin. "Siapa sebenarnya wanita ini? Mengapa dia memanggilku dengan sebutan Zhang Pei, sama seperti kucing itu?"
"Zhang Pei, apa yang kau pikirkan? Turunkan pedangmu dan peluklah aku. Bukankah kau juga sangat merindukanku?"
"Jangan bersikap seolah kau dekat denganku! Aku sama sekali tidak mengenalmu!"
Xin Qian benar-benar tidak percaya jika kekasihnya mengatakan hal itu dengan lantang dihadapannya.
"Zhang Pei, kau sungguh tidak mengenaliku?"
"Untuk apa aku berbohong kepadamu?"
"Baiklah. Jika kau memang tidak mengenaliku, aku akan pergi dari tempat ini."
"Kalian tidak bisa datang dan pergi sesuka hati kalian! Kalian harus bertanggung jawab atas apa yang telah kalian lakukan kepada para hewan di sini."
"Kau dari dulu memang tidak pernah berubah! Kau adalah siluman yang sangat menjengkelkan!" ucap Ji Nian.
__ADS_1
"Apa maksudmu? Aku memang tidak pernah berubah dari dulu. Aku selalu melindungi hutan ini dari para pemburu kejam seperti kalian."
"Zhang Pei, kami bukanlah pemburu. Bukankah kau sangat mengenal kami?"
Saat Lu Xiang hendak membalas ucapan Xin Qian, tiba-tiba ia mencium keberadaan para iblis di dekat mereka.
"Mereka akan datang kemari. Kita harus segera pergi untuk bersembunyi," ucap Lu Xiang.
Lu Xiang langsung menarik tangan Xin Qian dan diikuti oleh Ji Nian. Saat sedang berlari, Xin Qian teringat masa lalu bersama Zhang Pei saat mereka berdua berlari bersama.
Ini adalah pertama kalinya Lu Xiang memegang tangan seorang wanita. Entah mengapa ia merasa dari dalam tubuh Xin Qian mengalir kekuatan yang sangat besar. Ia pun merasa ada aliran listrik dari tubuh Xin Qian yang mengalir ke tubuhnya.
Lu Xiang menoleh ke arah Xin Qian dan Xin Qian tersenyum kepadanya. Tetapi Lu Xiang tidak membalas senyuman itu sedikitpun.
Mereka pun berhenti di depan sebuah gua yang sangat gelap.
"Kita harus masuk ke gua ini," ucap Lu Xiang.
"Bagaimana bisa kami mempercayaimu semudah itu?" tanya Ji Nian.
"Kalian harus mempercayaiku, karena aku adalah penjaga hutan ini."
"Tapi bukankah kau sendiri yang mencurigai kami sebagai seorang pemburu. Lalu mengapa kau mengajak kami untuk berlindung dari para iblis? Kau bahkan sampai menggenggam tanganku dengan erat."
Lu Xiang langsung melepaskan genggaman itu.
"Aku hanya berusaha untuk melindungi seorang wanita, karena wanita adalah makhluk yang lemah."
Xin Qian terkejut dengan perkataan Lu Xiang. Ia tidak terima jika dirinya dianggap lemah oleh orang lain.
Para iblis itu semakin mendekat, dan Lu Xiang meminta Xin Qian juga Ji Nian untuk segera masuk ke gua tersebut.
Sesampainya di dalam, tubuh Xin Qian terlihat sangat bersinar dan membuat Lu Xiang kebingungan.
"Sebenarnya siapa wanita ini? Bagaimana bisa tubuhnya mengeluarkan cahaya di tempat yang gelap?" batinnya.
Kemudian Xin Qian mengeluarkan segerombolan kunang-kunang dari telapak tangannya yang membuat keadaan di dalam gua semakin terang.
Lu Xiang dibuat terheran-heran oleh Xin Qian. Karena ia tidak pernah menyangka jika manusia murni seperti Xin Qian memiliki kekuatan yang tidak semua manusia ataupun siluman miliki.
"Aku tidak yakin jika kau adalah manusia murni."
"Aku bisa melakukan hal apapun yang tidak bisa dilakukan oleh manusia ataupun siluman lain."
"Itu tidak mungkin! Kalian pasti iblis yang sedang menyamar." Lu Xiang menyodorkan pedangnya ke arah Xin Qian dan Ji Nian.
"Apa kau sudah kehilangan akal? Kau seharusnya bisa membedakan antara manusia murni dan juga iblis," ucap Ji Nian.
"Kalian pasti telah bersekongkol dengan para iblis itu!" balas Lu Xiang.
__ADS_1