The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
Bab 52


__ADS_3

Xin Qian sedang berjalan di dalam istana, tiba-tiba Lui Wei menyerangnya dari belakang dan menyebabkan Xin Qian terjatuh. Tetapi tidak terjadi apapun terhadap Xin Qian maupun kandungannya.


Xin Qian menoleh ke belakang dan melihat Lui Wei sedang kesal karena gagal mencelakai Xin Qian.


"Lui Wei? Mengapa kau ingin mencelakai ku?" tanya Xin Qian sambil bersandar di tembok.


"Aku tidak ingin kau melahirkan bayi itu. Aku akan membunuh bayi yang ada dalam kandunganmu itu bagaimanapun caranya," balas Xin Qian.


"Aku adalah Ibu dari calon bayi ini. Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal itu, aku akan melindungi calon bayiku bagaimanapun caranya."


"Baiklah. Coba saja lindungi calon bayimu, dan aku akan berusaha untuk membunuhnya."


Xin Qian berlari sekuat tenaganya untuk menghindar dari Lui Wei.


"Perutku mulai terasa sakit. Bagaimana aku bisa menjauh dari Lui Wei?" gumamnya sambil menahan rasa sakit.


"Di sini kau rupanya, Xin Qian?" Lui Wei menemukan Xin Qian yang terlihat sangat lemah.


Lui Wei menggelengkan kepalanya dengan perlahan.


"Tidak ku sangka ini akan menjadi hal yang sangat mudah, Xin Qian," ucapnya.


Lui Wei menyerang Xin Qian, kemudian Xin Qian menghindar dari tempatnya sambil memegang perutnya. Lui Wei menarik bahu Xin Qian lalu menyerangnya lagi, Xin Qian menyerang balik Lui Wei dengan segenap kemampuannya.


"Kau tidak akan mampu melawanku, Xin Qian. Kau sekarang hanyalah wanita lemah, sangat lemah."


Xin Qian pun mendorong Lui Wei lalu melilit tubuhnya dengan batang pohon yang besar.


"Kurang ajar kau! Lepaskan aku, Xin Qian!" teriak Lui Wei.


Kekuatan Xin Qian semakin melemah, ia mulai tidak dapat menahan rasa sakit dalam perutnya.


Lui Wei berhasil melepaskan dirinya dari lilitan Xin Qian, kemudian ia kembali menyerang Xin Qian. Tetapi untungnya Xin Qian berhasil meloloskan diri dengan berpindah tempat menggunakan ilmu teleportasi.


"Argghh!! Kemana dia pergi?? Berani sekali dia mempermainkan ku?" teriak Lui Wei. Kemudian ia pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah itu, Jiang Li datang dan melihat di sana sudah tidak ada siapapun.


"Aku seperti mendengar suara teriakan dari Lui Wei, lalu kemana mereka pergi?"


"Xin Qian? Jangan-jangan Lui Wei berusaha untuk melenyapkan calon bayiku yang berada di dalam kandungan Xin Qian."


"Aku harus mencari Xin Qian dan melindunginya juga calon bayinya dari seseorang yang berusaha untuk melenyapkan mereka."


******


Xin Qian tiba di sebuah tempat yang belum pernah ia datangi sebelumnya. Tempat itu terlihat sangat indah, tetapi di sana terdapat banyak monster kecil.


"Tempat apa ini?" tanyanya.


Xin Qian melihat ada monster yang sedang mengendus-endus aroma tubuhnya dan berjalan ke arahnya. Kemudian Xin Qian berjalan menuju sebuah pohon sakura yang tinggi dan besar yang tidak jauh dari tanah yang ia pijak sebelumnya.


Xin Qian jongkok di bawah pohon sakura tersebut dan menutup hidungnya, karena dengan begitu para monster, siluman ataupun iblis tidak akan mencium aroma tubuhnya dan ia akan selamat.

__ADS_1


Monster itu terus mengendus-endus sampai ke pohon sakura tersebut dan mengelilinginya. Xin Qian melepaskan tangannya karena tidak dapat bernapas dengan mulut dalam waktu yang lama.


Monster itupun terkejut melihat Xin Qian yang berada di bawah pohon. Monster itu langsung bersembunyi di balik batang besar pohon sakura tersebut dan sedikit mengintip Xin Qian.


Monster itu perlahan mendekati Xin Qian dan menyentuh pipinya. Ia menyentuh pipi Xin Qian hingga berkali-kali, kemudian Xin Qian berdiri dan membuat monster itu terjatuh mundur.


"Siapa kau?" tanya monster kecil itu kepada Xin Qian.


"Namaku Xin Qian dan aku berasal dari negeri Peacelavia," balas Xin Qian.


"K-kau manusia murni?"


"Benar."


Kemudian beberapa monster lainnya datang dan menyodorkan tombak ke arah Xin Qian.


"Penyusup! Berani sekali kau memasuki wilayah kami?"


"Benar, kau harus mendapatkan hukuman dari kami."


"Tidak, aku bukanlah penyusup."


"Kami tidak percaya kepada mu. Kau pasti ingin mencuri pedang damaskus dari kami bukan?"


"Kalian tadi mengatakan pedang damaskus? Itu artinya pedang damaskus bersama kalian?"


"Kami adalah penjaga pedang damaskus, dan kami tidak akan membiarkan manusia, iblis ataupun siluman mencurinya."


"Kita seret saja dia ke penjara."


"Tidak, aku mohon. Di dalam perutku ada seseorang bayi."


"Bayi?"


"Benar. Aku sedang mengandung bayi manusia setengah siluman."


Semua monster itu langsung tercengang mendengar Xin Qian sedang mengandung bayi manusia setengah siluman.


"Apa kau sedang berusaha untuk membohongi kami agar kami melepaskan mu?"


"Aku tidak membohongi kalian. Jika kalian tidak percaya, kalian dapat melihat sendiri perutku."


Xin Qian kemudian berdiri dan menunjukkan perut buncitnya kepada para monster itu.


"Dia tidak berbohong, dia memang sedang mengandung bayi."


"Lalu bagaimana bisa kau sampai di sini?"


"Maafkan aku, tetapi saat aku berada di dalam istana, salah satu anggota istana ingin melenyapkan ku dan juga calon bayiku. Aku mencoba menghindar darinya dengan cara berpindah tempat menggunakan ilmu teleportasi, tetapi aku tidak tahu jika akhirnya aku tiba di tempat ini."


"Tapi mengapa dia ingin melenyapkan calon bayimu?"


"Dia adalah Lui Wei, seorang wanita iblis. Dia sangat terobsesi dengan Jiang Li yang merupakan Ayah dari calon bayiku, jadi dia akan melakukan cara apapun agar aku dan calon bayiku tidak selamat."

__ADS_1


"Lalu apakah kau mencintai Ayah dari calon bayimu?"


"Tidak."


"Tidak? Tapi mengapa kau bisa mengandung bayinya?"


"Dia sekarang telah menjadi seorang raja di negeri Peacelavia, dia juga telah resmi menjadi suamiku. Aku tidak mencintainya, tetapi dia yang memaksaku untuk melakukan hubungan itu dengannya."


"Apa kau mencintai pria lain? Maksudku jika kau tidak mencintai suami mu, itu artinya kau memiliki perasaan kepada pria lain."


"Aku memang mencintai pria lain."


"Siapa nama pria yang berhasil meluluhkan hatimu?"


"Apa dia lebih tampan dari Jiang Li? Ataukah dia lebih kuat dari Jiang Li?"


"Dia lebih mengerti perasaan ku dibandingkan dengan Jiang Li."


"Siapa nama pria itu?"


"Zhang Pei."


"Maksudmu master Zhang Pei dari negeri Longyou?"


"Kau mengenalnya?"


"Kami semua mengenalnya, karena dia adalah orang yang telah menyelamatkan kami dari serangan para iblis."


"Dia juga pernah mengatakan kepada kami jika dia jatuh cinta dengan seorang ratu dari Peacelavia, apakah yang dimaksud adalah dirimu?"


"Itu mungkin saja, karena Xin Qian adalah satu-satunya ratu dari Peacelavia."


"Xin Qian, seperti apa Jiang Li itu? Dan mengapa kau tidak menikah saja dengan master Zhang Pei? Mengapa kau malah menikah dengan Jiang Li?"


"Jiang Li dan Zhang Pei itu sama, tetapi mereka sangat berbeda. Aku bahkan pernah berpikir jika mereka adalah saudara kembar yang terpisah."


"Kau pasti sedang dalam keadaan yang sulit saat ini."


"Perutmu bergerak, bolehkah aku menyentuhnya?"


"Tentu saja."


"Dia sedang menendangimu, apa kau tidak merasakan sakit?"


"Saat kau menyentuhnya, aku sudah tidak merasakan sakit lagi."


"Dia sedang mengandung, sebaiknya kita membawanya ke rumah dan membiarkannya istirahat."


"Xin Qian, ikutlah dengan kami."


"Terima kasih."


"Kau tidak perlu berterima kasih, kau adalah tamu kami. Maaf jika sebelumnya kami menuduh mu sebagai seorang penyusup."

__ADS_1


"Lupakan saja."


__ADS_2