The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
BAB 41


__ADS_3

Malam harinya, Zhang Pei berdiri di depan jendela ditemani oleh Lani, mereka melihat pemandangan langit di malam hari. Udara malam itu sangat berbeda dari biasanya, malam itu terasa sangat dingin. Dan saking dinginnya, bulu-bulu Lani yang ujung sedikit membeku.


"Master, kau tidak biasanya melihat langit seperti itu," ucap Lani kepada Zhang Pei.


"Kau benar, Lani. Tidakkah kau merasa udara malam ini terasa sangat dingin?" tanya Zhang Pei.


"Ya, aku merasakan hawa yang sangat dingin disini," balas Lani.


"Aku rasa besok akan terjadi badai salju di negeri ini."


"Badai salju?"


"Benar."


"Tapi bagaimana bisa?"


"Entahlah. Tapi apapun yang akan terjadi besok, kita tetap harus bersiap."


Beberapa saat kemudian, Lani merasa sangat kedinginan. Kemudian Zhang Pei menutup jendela kamarnya.


"Lani, apa yang terjadi denganmu?"


"Master, tubuh ku menggigil. Aku s-sangat kedinginan."


"Lani, bertahanlah! Aku akan menyalurkan energi murniku kepadamu agar kau merasa lebih hangat."


Zhang Pei pun menyalurkan energi murninya kepada Lani.


"Apa kau masih merasa kedinginan?"


"Tidak, Master. Aku sudah merasa lebih hangat."


"Tapi mengapa Master tidak merasa kedinginan?"


"Lani, kekuatan utamaku adalah elemen air. Itu sebabnya saat musim dingin, tubuhku tidak akan merasa kedinginan."


"Lalu bagaimana dengan ksatria lain yang kekuatan utamanya adalah bukan elemen air? Apa mereka akan merasa kedinginan seperti yang aku rasakan?"


"Benar. Mereka tidak akan bisa menyesuaikan diri mereka dengan cuaca yang sangat dingin."


"Lalu bagaimana dengan para iblis?"


"Sebagian besar para iblis akan merasakan hawa yang sangat dingin saat salju turun, tetapi sebagian lagi juga tidak akan merasa kedinginan. Itu semua tergantung pada tempat yang biasa mereka huni.


"Master, jika badai salju akan terjadi besok dan seterusnya, bukankah ini sangat menguntungkan bagi kita?"


"Apa maksudmu, Lani?"


"Bukankah Wang Shu dan Yang Mulia Raja Jiang Li tidak terbiasa dengan udara yang sangat dingin ini? Dan jika mereka tidak kuat dengan udara dingin ini, mereka pasti akan hancur dengan sendirinya."

__ADS_1


"Hal itu hanya berlaku pada iblis biasa Lani."


"Apa maksudmu?"


"Wang Shu adalah monster iblis, dia pasti dapat menyesuaikan dirinya dengan udara dingin. Tetapi Yang Mulia Raja Jiang Li, dia adalah manusia setengah siluman dan kekuatan utamanya adalah elemen api. Aku sangat yakin yang mulia ratu Xin Qian tidak akan tega melihatnya kedinginan, dia pasti akan melakukan sesuatu untuk Yang Mulia Raja Jiang Li."


*******


Jiang Li sedang tertidur bersama Xin Qian, tiba-tiba tubuhnya menggigil. Xin Qian yang mengetahui jika Jiang Li menggigil, ia langsung membuka jendela di kamarnya. Ia melihat salju turun, kemudian ia mengarahkan telapak tangannya ke luar.


"Ini benar-benar salju. Tapi bagaimana bisa salju turun di bulan ini?" gumam Xin Qian.


"Jiang Li ...." ucapnya.


Kemudian ia kembali menutup jendela kamar dan menghampiri Jiang Li. Xin Qian menarik selimut yang menutupi tubuh Jiang Li.


"Jiang Li, tubuhmu menggigil." Xin Qian menyentuh kedua tangan Jiang Li. Kemudian ia membantu Jiang Li untuk duduk, tetapi Jiang Li malah memeluk erat tubuh Xin Qian.


"Mengapa udara di sini terasa sangat dingin?" tanya Jiang Li.


"Di luar telah turun salju dan besok pasti akan terjadi badai salju."


"Jiang Li, tubuhmu tidak bisa menyesuaikan udara yang sangat dingin. Aku akan membawakan air hangat untukmu."


Xin Qian berusaha untuk melepaskan pelukan Jiang Li, tetapi Jiang Li tidak ingin melepaskannya.


"Jangan tinggalkan aku! Aku merasa sangat hangat saat memelukmu."


"Kau akan tetap di sini bersamaku."


Kemudian Xin Qian mengelus rambut Jiang Li dengan pelan.


"Mengapa kau tidak membuka totokanku, agar aku dapat menyalurkan energi murniku kepadamu?"


Jiang Li pun menjawab pertanyaan tersebut dengan santai, ia sama sekali tidak marah kepada Xin Qian.


"Jika aku membuka totokan itu, kau tidak akan bisa mengendalikan kekuatan yang ada di dalam tubuhmu."


"Mengapa tubuhmu terasa sangat hangat, Xin Qian? Dekapanmu juga terasa sangat nyaman," batin Jiang Li.


Xin Qian pun merasakan ada sesuatu yang aneh pada dirinya, tiba-tiba jantungnya berdetak sangat kencang saat Jiang Li memeluknya.


Dari luar kamar terdengar suara seseorang yang sedang mengetuk pintu.


"Jiang Li, aku harus membukakan pintu." Xin Qian melepaskan tangan Jiang Li yang memeluknya.


"Master Chen, syukurlah Master datang kemari. Bisakah master membantuku?"


"Apa yang harus aku lakukan, Yang Mulia Ratu?"

__ADS_1


"Master, Jiang Li menggigil. Tetapi saat ini aku tidak dapat menyalurkan energi murniku kepadanya. Bisakah Master menyalurkan energi murni untuk Jiang Li?"


"Aku akan berusaha, Yang Mulia."


Mereka pun menghampiri Jiang Li. Master Chen membaca sebuah mantra lalu menyalurkan energi murninya kepada Jiang Li.


"Yang Mulia, bagaimana keadaanmu saat ini?" tanya master Chen kepada Jiang Li.


"Aku sudah merasa lebih baik," balas Jiang Li.


"Master, terima kasih," ucap Xin Qian kepada master Chen.


"Sama-sama, Yang Mulia Ratu."


"Master, bagaimana keadaan master Feng, master Yibo dan juga master Pin? Mereka pasti juga tidak dapat menahan hawa dingin ini."


"Jangan khawatir, Yang Mulia. Mereka telah mendapatkan energi murni dari master Lin juga raja Arlo."


"Syukurlah kalau begitu, Master."


"Yang Mulia Ratu, aku hanya ingin memastikan keadaanmu juga Yang Mulia Raja baik-baik saja."


"Kami baik-baik saja, Master. Udara dingin yang sangat menusuk ini tidak akan berpengaruh terhadap tubuhku. Master juga telah memberikan energi murni kepada Jiang Li."


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi."


"Baik, Master."


Master Chen pun meninggalkan Xin Qian dan Jiang Li di kamar. Setelah menutup pintu kamarnya, Xin Qian kembali menghampiri Jiang Li.


"Jiang Li, kau--"


"Terima kasih." Jiang Li yang terkenal sangat membenci Xin Qian tiba-tiba mengucapkan terima kasih kepadanya.


"Untuk apa?" tanya Xin Qian bingung.


"Untuk pelukan itu. Jika kau tidak memelukku, aku mungkin tidak akan bisa seperti ini." Jiang Li menatap dalam mata Xin Qian.


"Master Chen yang telah menyalurkan energi murninya untukmu, kau seharusnya berterima kasih kepadanya," balas Xin Qian.


"Tetapi aku merasa sangat nyaman saat memelukmu, dekapanmu terasa sangat hangat," ucap Jiang Li.


"M-maksudku, pelukan itu membuatku merasa lebih hangat." Jiang Li membenarkan.


"Baiklah, lebih baik kita kembali tidur." Xin Qian membaringkan tubuhnya di samping Jiang Li.


Kemudian Jiang Li meletakkan tangan kanannya di atas perut Xin Qian. Xin Qian pun langsung menoleh ke arah Jiang Li, tetapi Jiang Li telah menutup kedua matanya.


Xin Qian mencoba untuk mengangkat tangan Jiang Li dari atas perutnya, tetapi Jiang Li seperti sengaja menahan tangannya agar tetap berada di atas perut Xin Qian.

__ADS_1


"Jangan lakukan hal yang lain! Ini sudah larut malam, tidurlah!" ucap Jiang Li.


Xin Qian tidak memiliki pilihan lain, akhirnya ia ikut memejamkan kedua matanya dan salah satu tangannya berada di atas tangan Jiang Li.


__ADS_2