The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
BAB 37


__ADS_3

Dari kejauhan mereka melihat di tempat tinggal para hewan, di sana banyak sekali bunga indah seperti bunga yang Xin Qian tanam di taman depan kamarnya. Di tempat itu juga terdapat sebuah rumah yang sederhana dan tidak terlalu besar.


Mereka disambut hangat oleh para hewan penghuni hutan tersebut. Banyak dari mereka yang mengetahui jika Xin Qian adalah seorang Ratu dari Peacelavia dan Zhang Pei adalah seorang master dari negeri Longyou.


Seekor kijang mengantarkan mereka berdua untuk duduk di teras rumah tersebut. Tidak lama kemudian seorang pria tua datang menghampiri mereka.


"Yang Muliaa Ratu!" panggil seorang pria tua dari depan pintu.


Zhang Pei dan Xin Qian pun langsung berdiri dan menghampirinya untuk memberikan hormat.


"Paman, paman mengenalku?" tanya Xin Qian.


"Tentu saja. Kau adalah seorang Ratu dari Peacelavia, kau adalah Putri dari raja Arlo dan ratu Lieng, kau juga merupakan cucu dari master Lin, bukan?"


"Benar, Paman. Dari mana Paman tahu hal itu?"


"Yang Mulia, master Lin adalah orang yang pernah menolongku dan juga istriku. Beliau adalah orang yang sangat baik dan sampai saat ini aku masih sangat mengagungkannya juga keturunannya."


"Paman, apakah benar kau adalah paman Yu?"


"Benar, Yang Mulia. Dan siapa pria tampan yang bersamamu?"


"Paman, dia adalah Zhang Pei. Seorang master dari negeri Longyou dan sekarang menjadi murid dari master Lin."


Paman Yu menatap Zhang Pei dengan tatapan yang aneh, dan hal itu membuat Zhang Pei merasa sedikit tidak nyaman.


"Paman, mengapa Paman menatapku seperti itu? Apakah ada sesuatu yang aneh pada diriku?" tanya Zhang Pei kepada paman Yu.


"Tidak, Zhang Pei. Aku menatapmu karena kau mengingatku kepada salah satu Putraku," balas paman Yu.


"Paman, jika aku boleh tahu dimana putra paman saat ini?" tanya Zhang Pei lagi.


"Aku tidak tahu dimana keberadaan kedua Putraku saat ini. Aku berpisah dengan mereka sejak usia mereka masih 2 tahun."


"Sebenarnya apa tujuan kalian datang kemari?"

__ADS_1


"Paman, aku pernah membaca sebuah buku. Dalam buku itu tertulis jika kau adalah penemu pedang damaskus. Aku ingin meminta bantuan Paman untuk mengeluarkan batu permata dari dalam tubuhku."


"Yang Mulia, apa kau telah menelan batu permata itu?"


"Benar, Paman. Apa Paman dapat membantuku untuk mengeluarkan batu permata itu dari tubuhku?"


"Maaf, Yang Mulia. Tapi aku tidak dapat menolongmu."


"Tapi, Paman. Aku sangat membutuhkan bantuan paman. Wang Shu telah menotokku, dan hal itu membuatku tidak dapat menggunakan kekuatanku secara keseluruhan. Jika terus seperti ini, maka aku tidak akan bisa melawan Wang Shu dan juga para iblis. Mereka akan selamanya menindas kami."


"Yang Mulia, apa yang sebenarnya terjadi di negeri Peacelavia?"


"Kekuasaan Peacelavia telah diambil alih oleh Jiang Li dan Wang Shu, paman. Jiang Li menikahiku agar dia dapat menjadi Raja yang sah di negeri Peacelavia. Kekuatan para Master dan ksatria juga telah diserap sebagian oleh mereka. Mereka berusaha untuk mengambil batu permata dari Peacelavia, tetapi aku menelan batu permata itu. Lalu Wang Shu menotokku agar aku tidak dapat menggunakan kekuatan yang aku miliki."


"Maafkan aku, Yang Mulia. Tetapi pedang damaskus kini tidak lagi bersamaku, aku kehilangan pedang itu saat aku pergi mencari kedua Putraku. Aku meninggalkan pedang itu di dalam rumah, dan aku tidak tahu siapa orang yang telah mencurinya."


"Yang Mulia, sekali lagi maafkan aku."


"Lalu apa yang harus aku lakukan, Paman? Aku tidak bisa membiarkan Jiang Li dan Wang Shu menindas kami."


"Aku tidak yakin, Paman. Karena Jiang Li memiliki darah campuran manusia dan siluman seperti Zhang Pei, sedangkan Wang Shu adalah pengikut monster iblis."


"Tapi setahuku, Wang Shu itu tidak pernah menikah apalagi sampai memiliki seorang Putra, Yang Mulia."


"Aku juga pernah berpikir demikian, Paman. Tetapi kenyataannya Jiang Li memanglah Putra dari Wang Shu."


"Zhang Pei, dimana kedua orang tuamu?"


"Kedua orang tuaku telah meninggal sejak usiaku masih 2 tahun, dan aku dibesarkan oleh paman Urong di negeri Longyou."


"Maaf, aku tidak tahu jika kedua orang tuamu telah meninggal."


"Tidak apa-apa, Paman."


*******

__ADS_1


DI NEGERI PEACELAVIA


Raja Wang Shu meminta anggota istana untuk berkumpul, ia juga meminta Prajurit untuk memanggil Jiang Li dan Xin Qian.


Setelah beberapa lama, Prajurit itupun kembali dan menghadap Wang Shu.


"Mohon ampun, Yang Mulia. Tetapi Yang Mulia Raja Jiang Li dan Ratu Xin Qian tidak ada di kamar maupun ditempat lain," ucap prajurit itu kepada Wang Shu.


Tidak hanya raja Wang Shu yang panik mendengarkan ucapan Prajurit tersebut, tetapi raja Arlo, para Master dan juga para ksatria juga ikut panik.


"Apa maksudmu?" tanya raja Wang Shu kepada Prajurit tersebut.


"Itu benar, Yang Mulia. Hamba telah mencari ke semua tempat tetapi hamba tidak menemukan Yang Mulia Raja dan Ratu," balas Prajurit tersebut.


"Kemana Jiang Li dan Xin Qian pergi? Dan mengapa bisa mereka pergi secara bersamaan?" batin raja Wang Shu.


"Yang Mulia, tadi pagi hamba mendengar jika Yang Mulia Raja pergi untuk mencari Yang Mulia Ratu," ucap salah satu prajurit menghadap Wang Shu.


"Memangnya kemana Xin Qian pergi?" tanya raja Arlo.


"Hamba tidak tahu, Yang Mulia. Tetapi hamba hanya mendengar jika Yang Mulia Raja pergi mencari yang mulia ratu di pedesaan," balas Prajurit itu kepada raja Arlo.


Raja Arlo hendak meninggalkan tempat itu dan mencari Putrinya, tetapi raja Wang Shu menghentikannya dan mengancam raja Arlo. Raja Arlo yang tidak dapat melakukan apapun kini hanya bisa menuruti perintah dari Wang Shu.


"Aku juga tidak melihat Zhang Pei dari tadi, apakah dia pergi bersama Yang Mulia Ratu?" gumam Ji Nian.


"Kemana Zhang Pei pergi? Apakah dia pergi menemani Yang Mulia Ratu? Jika itu benar, aku harus mencarinya. Aku tidak ingin mereka menghabiskan waktu bersama," batin Shishi. Ia kemudian berjalan meninggalkan tempat itu.


"Sudah aku katakan, jangan sampai ada seseorang yang meninggalkan tempat ini!" bentak raja Wang Shu. Ia menekankan karena melihat Shishi yang hendak meninggalkan tempat itu.


Shishi pun tidak dapat berbuat apa-apa, ia sangat takut dengan ancaman raja Wang Shu. Ia kemudian kembali ke tempatnya, raja Wang Shu memerintahkan beberapa Prajurit untuk menyusul Jiang Li dan membantunya mencari Xin Qian.


"Prajurit, pergilah ke pedesaan untuk membantu Jiang Li mencari Xin Qian! Bawa mereka kembali dalam keadaan hidup!" ucap raja Wang Shu kepada beberapa Prajurit istana.


"Baik, Yang Mulia," balas Prajurit.

__ADS_1


__ADS_2