The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
BAB 28


__ADS_3

Xin Qian dan Zhang Pei bersama menyerang Lui Wei. Lui Wei mengeluarkan napas api yang membuat keadaan di sana terasa sangat panas, sedangkan Zhang Pei mengeluarkan kekuatan gelombang air yang membuat napas api yang dikeluarkan oleh Lui Wei menjadi hilang.


"Jangan senang dulu! Aku belum melakukan apapun," ucap Lui Wei.


Lui Wei lalu mengeluarkan api berbentuk anak panah ke arah mereka, tetapi Xin Qian dengan sigap menahan anak panah itu menggunakan kekuatan esnya. Anak panah itupun langsung menjadi beku dan hancur.


"Xin Qian!!" teriak Lui Wei.


"Berani sekali kau??" Lui Wei langsung menyerang Xin Qian dengan tangan kosong.


Xin Qian membuat perisai pelindung dari es yang dapat menahan serangan dari Lui Wei. Tetapi perisai tersebut dapat dihancurkan oleh Lui Wei dan membuat Xin Qian juga Zhang Pei melayang mundur dan terjatuh.


Shishi datang dan membantu Zhang Pei untuk berdiri, tetapi Zhang Pei malah melepaskan tangannya dari Shishi. Kemudian Zhang Pei membantu Xin Qian untuk berdiri.


"Zhang Pei, kau tidak apa-apa?" tanya Shishi. Dalam keadaan yang sulit seperti ini ia masih saja ingin mendapatkan perhatian dari Zhang Pei.


"Aku tidak apa-apa," jawab Zhang Pei dengan ketus.


Mereka bertiga menggabungkan kekuatan untuk menyerang Lui Wei, tetapi dua iblis datang dan membantu Lui Wei. Hal itu membuat Xin Qian, Zhang Pei dan Shishi kalah.


"Kalian tidak akan bisa melawanku," ucap Lui Wei meremehkan.


"Kalian berdua bawa dua orang itu, aku akan mengurus wanita ini," seru Lui Wei kepada kedua iblis itu.


"Baik, Nona. Balas kedua iblis dengan serentak.


Kedua iblis itupun membawa Shishi dan juga Zhang Pei untuk menemui Wang Shu, sedangkan Lui Wei menjambak rambut Xin Qian dan mengajaknya berdiri. Lui Wei menatap Xin Qian sambil tersenyum licik.


"Lepaskan tangan kotormu itu dari rambutku!" seru Xin Qian yang menahan sakit di kepalanya akibat jambakan Lui Wei.


"Berani sekali kau menyebut tanganku ini kotor?" Lui Wei melebarkan kedua matanya.


"Plakkk ...." Tamparan keras itu mendarat di pipi kiri Xin Qian dan membuatnya terjatuh.


Lui Wei lalu berjalan mendekati Xin Qian dan mencaci-makinya. Xin Qian tidak tinggal diam, ia kemudian berdiri dan membalas tamparan keras Lui Wei dengan dua kali tamparan.


"Kau? Kau berani menamparku?" tanya Lui Wei yang masih memegang pipinya.


"Mengapa aku harus takut dengan wanita iblis sepertimu? Aku bukan wanita lemah yang dapat dengan mudah kau tindas, jangan pernah bermain api denganku!" ucap Xin Qian dengan nada yang rendah.


Itu adalah kata-kata licik yang pernah Xin Qian ucapkan. Ia kemudian menyerang Lui Wei dengan kekuatannya dan membuat Lui Wei terbang terdorong ke belakang.


"Aahhhh! Kurang ajar kau!" Lui Wei kembali berdiri dan menyerang balik Xin Qian dengan sebuah pedang.

__ADS_1


Xin Qian mengamati gerakan pedang yang sedang dibawa Lui Wei, kemudian ia membuat pedang itu terbang dan patah begitu saja hanya dengan menatapnya. Lui Wei sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Aku tidak akan melepaskanmu, Xin Qian!!" Lui Wei terbang menuju Xin Qian lalu menyerangnya, tetapi Xin Qian dengan mudah menghindar lalu membuat Lui Wei terjatuh.


"Berani sekali kau mempermainkanku, Xin Qian??" Mata Lui Wei perlahan berubah menjadi merah, dan hal itu membuat Xin Qian mulai panik.


Lui Wei menyerang Xin Qian kembali, tetapi tiba-tiba ada seseorang yang melindungi Xin Qian. Xin Qian menoleh ke arah orang itu, ternyata ia adalah Jiang Li.


"Jiang Li?" Xin Qian tersenyum senang.


"Pangeran?" Lui Wei senang karena melihat orang yang dia cintai kini berada didepannya.


"Pangeran?" Xin Qian dibuat bingung dengan ucapan Lui Wei.


Jiang Li mendekati Xin Qian, lalu Xin Qian perlahan mundur.


"Jiang Li, mengapa dia memanggilmu pangeran?" Xin Qian berhenti dan menatap mata Jiang Li.


"Karena aku adalah seorang pangeran." Jiang Li tersenyum kepada Xin Qian.


"Jiang Li, apa maksudmu?" tanya Xin Qian bingung.


Jiang Li menjambak rambut Xin Qian dengan keras dan membuat Xin Qian merasa kesakitan.


"Apa yang aku lakukan? Aku ingin kau berlutut dihadapanku!" Jiang Li menjatuhkan Xin Qian dengan posisi wajah yang menghadap lutut Jiang Li.


"Jiang Li, mengapa kau melakukan ini kepadaku? Aku adalah Ratumu." lirih Xin Qian.


Jiang Li kemudian jongkok dan memegang dagu Xin Qian.


"Maafkan aku, Yang Mulia Ratu. Tapi kini kau bukan lagi pemimpinku, karena mulai saat ini akulah yang akan menjadi pemimpin negeri ini," ucap Jiang Li seolah mengejek Xin Qian.


Jiang Li langsung menarik paksa Xin Qian dan membawanya menemui Wang Shu.


"Aku hanya tinggal menunggu raja Wang Shu menikahkanku dengan Jiang Li dan aku akan menjadi Ratu di negeri ini," batin Lui Wei.


*******


Jiang Li mendorong Xin Qian hingga terjatuh dihadapan Wang Shu, raja Arlo, master Lin dan yang lainnya.


"Jiang Li, mengapa kau memperlakukan Putriku seperti itu?" tanya raja Arlo yang sangat marah melihat Putrinya diperlakukan tidak baik.


"Maafkan aku, Yang Mulia Raja. Tetapi dia pantas mendapatkan ini," balas Jiang Li.

__ADS_1


"Aku bangga kepadamu, Putraku. Kau berhasil membuat mereka semua percaya kepadamu," ucap Wang Shu.


"Putra? Apa-apaan ini? Kau adalah Putra dari pengikut monster iblis? Jadi selama ini kau menipu kami dengan berpura-pura ingin menjadi murid dari master Lin?" tanya Ji Nian.


"Benar sekali, ketua Ji Nian," balas Jiang Li.


Jiang Li mengeluarkan batu permata yang ia sembunyikan di dalam hanfunya. Semua orang terkejut dan tidak percaya, sedangkan Wang Shu merasa sangat senang karena Jiang Li menjalankan tugasnya dengan baik.


"Bagus, Jiang Li. Kau melakukan tugas yang Ayahanda berikan dengan baik," ucap Wang Shu senang.


"Berikan batu permata itu kepada Ayahanda!" Wang Shu berjalan menghampiri Jiang Li.


Tetapi saat Jiang Li hendak menyerahkan batu permata itu kepada Wang Shu, Xin Qian berdiri dan langsung merebut batu permata itu.


"Kurang ajar! Kembalikan batu permata itu!" seru Wang Shu.


"Aku tidak akan membiarkan batu permata ini jatuh ke tangan iblis jahat sepertimu!" ucap Xin Qian kepada Wang Shu.


"Serahkan batu permata itu kepadaku atau aku akan membuatmu menyesal seumur hidup?" Wang Shu mengancam Xin Qian dengan memegang lengan raja Arlo.


"Ayahanda?"


"Jangan dengarkan dia, Xin Qian! Pergilah dan bawa batu permata itu!" ucap raja Arlo.


"Tapi aku tidak bisa meninggalkan kalian di sini," balas Xin Qian.


"Cepat pergi dari sini, Xin Qian! Kau harus menyelamatkan batu permata." Raja Arlo memaksa Xin Qian agar pergi meninggalkan tempat itu.


"Yang Mulia Ratu, jika kau berani meninggalkan tempat ini dan membawa batu permata itu, aku akan membunuh siluman-siluman ini." Jiang Li membawa para siluman ke hadapan Xin Qian.


Semua orang terkejut dengan keberadaan para siluman di istana.


"Jadi, Yang Mulia Ratu telah menyembunyikan siluman di istana ini?" tanya Shishi pelan.


Kemudian semua orang menatap kearah Shishi alih-alih menatap Xin Qian.


"Jiang Li, lepaskan teman-temanku!" ucap Xin Qian.


"Xin Qian, jika kami mati, setidaknya batu permata itu aman bersamamu. Pergilah dari tempat ini, Xin Qian, selamatkan batu permata!" seru salah satu siluman.


"Dengar Xin Qian! Jika kau berani meninggalkan tempat ini, kedua orang yang sangat kau hormati ini akan mati." Wang Shu meminta kalajengking raksasa untuk menyengat raja Arlo dan master Lin.


"Jangan dengarkan ucapan iblis ini, Xin Qian!" Master Lin menahan rasa sakit dari sengatan kalajengking raksasa tersebut.

__ADS_1


__ADS_2