The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
BAB 71


__ADS_3

Rong Peng sedang memperhatikan Lian yang sejak tadi bermain bersama seekor naga yang sekarang telah menjadi temannya.


Dari dalam lubuk hati Rong Peng yang paling dalam, sebenarnya ia sudah mulai menyayangi Lian seperti Putranya sendiri.


Tetapi terkadang rasa dendamnya juga menguasai dirinya, ia tidak dapat mengendalikannya.


"Yang Mulia, apakah Yang Mulia akan membiarkan anak kecil itu bersenang-senang di sini? Bukankah seharusnya Yang Mulia membuatnya merasa tersiksa agar Ibunya merasakan perih yang amat dalam." Salah satu iblis pengikutnya membuka pembicaraan.


"Diamlah! Kalian tidak usah ikut campur dengan urusanku! Apapun yang akan aku lakukan kepadanya, semua itu terserah denganku. Tugas kalian hanya menjalankan perintah dariku," balas Rong Peng dengan ketus.


Lian pergi menghampiri Rong Peng diikuti oleh seekor naga di belakangnya.


"Bibi!"


"Iya?"


"Apa aku boleh memberi nama naga itu To Mu?"


"To Mu? Itu nama yang sangat bagus."


"Baiklah. Kalau begitu aku akan memberinya nama To Mu. Dan mulai sekarang aku akan memanggilmu To Mu."


"Lian, apa kau senang tinggal di tempat ini?"


"Aku sangat senang, Bibi. Karena di sini aku bisa terbang bersama dengan To Mu."


"Entah mengapa rasanya aku tidak ingin jika Lian pergi meninggalkanku. Aku rasanya tidak terlalu peduli untuk membalaskan dendamku kepada Xin Qian. Tidak tidak! Mengapa aku bisa berpikir seperti itu? Aku harus tetap membalaskan dendamku kepada Xin Qian melalui anaknya ini," batinnya.


"Lian, besok akan ada ritual menyambut gerhana bulan. Kau ingin mengikuti ritual itu bersama Bibi?"


"Tentu saja. Aku ingin sekali melihat gerhana bulan."


"Baiklah. Kalau begitu, besok Bibi akan membantumu untuk mempersiapkan diri."


"Apa To Mu juga akan ikut dalam ritual itu?"


"Tentu saja. Mengapa tidak? Setiap tahun To Mu selalu menemani kami untuk melaksanakan ritual itu."


"Aku bisa memanfaatkan anak kecil ini untuk menguasai dunia. Jika aku bisa membuatnya melupakan Xin Qian sebagai Ibunya, aku pasti bisa menjadi satu-satunya orang yang penting di dalam hidupnya. Dengan begitu, aku akan dengan mudah untuk mempengaruhi dirinya," batin Rong Peng.


Beberapa iblis datang dengan membawa beberapa hewan buruan dari dalam hutan. Mereka kemudian menunjukkan buruan tersebut kepada Rong Peng.


*******


Saat Xin Qian dan Lu Xiang sedang berjalan, mereka tiba-tiba melihat salah seorang warga yang berjalan ke arah mereka dengan sempoyongan.


Orang tersebut terlihat seperti zombie yang ingin memangsa mereka berdua.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengannya?" tanya Xin Qian.


"Dia berjalan ke arah kita. Kita harus menghindar darinya," ucap Lu Xiang.


"Tidak, Lu Xiang. Dia adalah penduduk Peacelavia, aku harus menolongnya," balas Xin Qian.


Saat Xin Qian hendak menghampiri orang tersebut, orang itu malah berlari dengan cepat ke arah Xin Qian dan hendak menggigitnya.


"Sudah aku bilang, kita harus menghindar darinya." Lu Xiang menarik tangan Xin Qian.


"Dia telah menjadi zombie. Tapi apa yang sebenarnya terjadi? Apa mungkin semua orang di Peacelavia juga mengalami hal yang sama?" ucap Xin Qian.


Zombie itu menyerang Xin Qian dan Lu Xiang dengan sangat brutal. Ia juga hampir menggigit leher Xin Qian, tetapi untungnya Lu Xiang menarik Zombie tersebut dan memukulnya.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Lu Xiang.


"Aku tidak apa-apa," balas Xin Qian.


"Zombie itu sangat kuat. Entah hal apa yang menyebabkan dia menjadi seperti itu."


"Lu Xiang, bisakah kita kita pergi ke Peacelavia sekarang? Aku sangat menghawatirkan negeriku."


"Baiklah."


Mereka berdua kini telah sampai di negeri Peacelavia menggunakan ilmu teleportasi. Dan mereka sangat terkejut melihat keadaan Peacelavia yang sangat menyedihkan saat itu.


"Ini? Siapa yang menyebabkan mereka semua menjadi zombie seperti ini?"


"Mereka pasti telah menghirup udara yang telah bercampur dengan virus."


"Apa maksudmu, Lu Xiang?"


"Aku sangat yakin jika para iblis dan Rong Peng yang telah menyebarkan virus zombie ke udara."


"Ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus mengembalikan mereka menjadi manusia normal."


"Kau benar. Tapi kita harus secepatnya melakukan hal itu. Jika tidak, mereka akan mati atau bahkan mereka akan mengambil korban lainnya."


Xin Qian kemudian mengeluarkan kekuatannya dan hendak menyerang para zombie itu. Tetapi belum sempat ia melakukannya, para zombie itu malah datang dan menyerang mereka berdua.


Lu Xiang langsung berdiri di depan Xin Qian dan menjatuhkan para zombie itu. Tetapi para zombie itu bangkit kembali dan menyerang mereka.


"Lu Xiang, jumlah mereka semakin banyak. Apa yang harus kita lakukan?" Xin Qian terlihat khawatir.


"Percayalah kepadaku. Kita berdua pasti bisa mengembalikan mereka semua menjadi manusia normal. Kita akan membuat Peacelavia menjadi seperti dahulu." Lu Xiang menggenggam tangan Xin Qian.


"Entah mengapa aku merasa jika saat ini yang sedang bersamaku bukanlah Lu Xiang, tetapi Zhang Pei." Xin Qian membatin.

__ADS_1


Mereka berdua kembali menyerang para zombie itu. Lu Xiang mengalihkan perhatian mereka semua, sedangkan Xin Qian terbang dan menurunkan hujan.


Hujan tersebut dapat membuat orang yang berubah menjadi zombie kembali menjadi manusia murni.


Satu per satu para zombie itu berubah menjadi manusia. Mereka merasa jika tubuh mereka terasa sangat kaku.


"Apa yang terjadi dengan kita?"


"Aku juga tidak tahu. Tubuhku terasa sangat sakit."


"Siapa kalian? Apa yang sebenarnya terjadi dengan kami?"


"Kalian telah terkena virus zombie. Tetapi kalian tidak perlu khawatir, karena sekarang kalian sudah kembali menjadi manusia murni."


"Terima kasih, karena kalian telah membantu kami."


"Tidak masalah. Kalau begitu kami harus pergi dari sini, karena kami memiliki urusan lain."


"Tunggu! Aku tidak percaya jika kalian yang telah membantu kami."


"Aku juga tidak percaya. Bisa saja kalian yang menyebarkan virus tersebut dan membuat kami menjadi zombie. Kemudian kalian membantu kami agar kalian mendapatkan dukungan dari kami."


"Dukungan apa maksudmu?"


"Bukankah laki-laki itu adalah manusia setengah siluman? Aku pernah mendengar jika manusia setengah siluman itu sangat licik."


"Benar. Dia memanfaatkan para manusia untuk membantunya mencapai tujuan yang dia inginkan."


"Jika tujuannya untuk menaklukkan dunia telah tercapai, mereka pasti akan membunuh kita semua."


"Apakah benar yang dia katakan?"


"Tapi aku pikir mereka berdua adalah orang yang baik. Mereka telah membantu kita."


"Tenanglah semua! Kalian telah salah paham."


"Benar. Apa yang kalian pikirkan tentang dia itu tidaklah benar. Dia bukanlah siluman jahat, dia tidak seperti itu."


"Kau membelanya karena kau pasti telah bekerja sama dengannya."


"Kita tangkap saja mereka dan kita bakar hidup-hidup."


"Benar. Tangkap mereka!"


"Bakar mereka hidup-hidup!"


"Xin Qian, kita harus segera pergi dari tempat ini. Jiak tidak, mereka akan menangkap dan membakar kita hidup-hidup."

__ADS_1


__ADS_2