The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
BAB 65


__ADS_3

Xin Qian dan Ji Nian kini telah berada di depan Rong Peng. Xin Qian bertarung dengan Rong Peng, sedangkan Ji Nian bertarung dengan para iblis itu.


"Xin Qian, senang sekali dapat bertemu denganmu setelah sekian lama."


"Rong Peng, tidak aku sangka kau akan kembali secepat ini."


"Mengapa, Xin Qian? Apa kau takut jika hari ini aku akan mengalahkanmu?"


"Itu tidak akan terjadi, Rong Peng! Aku tidak akan membiarkan kau melakukannya!"


"Xin Qian, aku adalah Rong Peng. Apapun yang akan aku lakukan, langit pasti menyetujuinya. Karena sekarang aku adalah Ratu dari kegelapan. Akulah sang Ratu penguasa kegelapan."


"Jangan bersikap sombong, Rong Peng! Akan aku pastikan tawamu itu menjadi tawa terakhir bagimu."


"Jika memang kau sekuat itu, mari kita bertarung dan kita tunjukkan siapa yang paling kuat diantara kita."


Rong Peng mulai menyerang Xin Qian dengan tongkat panjang miliknya, sedangkan Xin Qian menyerangnya hanya dengan tangan kosong.


Ji Nian melawan segerombolan iblis seorang diri, tetapi untungnya ia bisa menjatuhkan para iblis itu satu persatu.


Entah mengapa sekarang Xin Qian mulai kewalahan menghadapi Rong Peng seorang diri. Ia tidak pernah menyangka jika kekuatan Rong Peng akan bertambah sekuat itu.


Rong Peng membuat Xin Qian terlempar ke belakang hanya dengan satu sabetan tongkat. Kali ini Xin Qian tidak bisa meremehkan Rong Peng. Rong Peng tertawa karena melihat musuhnya bisa ia kalahkan dengan semudah itu.


"Xin Qian, apa yang terjadi denganmu? Apa sekarang kau lemah karena tidak ada lagi belahan jiwamu di sini?"


"Aku tidak akan kalah semudah itu, Rong Peng!"


Xin Qian bangkit kembali dan menyerang Rong Peng menggunakan elemen tanah untuk membuat Rong Peng terkubur di dalamnya. Namun kejadian tak terduga pun terjadi, Rong Peng malah menarik kaki Xin Qian dan membawanya masuk ke dalam tanah.


Mereka berdua bertarung di dalam tanah selama beberapa saat, setelah itu mereka muncul dan bertarung di udara.


Ji Nian mulai khawatir dengan Xin Qian, karena ia tahu jika Rong Peng sekarang sudah menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Rong Peng mengeluarkan kekuatan dari dalam tongkatnya dan menyerang Xin Qian. Seketika itu Xin Qian tidak bisa melawan lagi dan mulutnya mengeluarkan darah.


Ji Nian langsung terbang ke udara dan menyerang Rong Peng dengan diam-diam. Xin Qian pun terjatuh dan Ji Nian menangkapnya.


Ji Nian segera membawa Xin Qian pergi menggunakan ilmu teleportasi. Rong Peng pun sangat murka, karena satu langkah lagi ia bisa membunuh Xin Qian. Tetapi Ji Nian malah membawanya pergi.


Rong Peng tersenyum. "Kalian tidak akan bisa pergi jauh dariku. Kemanapun kalian pergi, aku pasti akan menemukan kalian.


Setelah itu, Rong Peng pergi dan diikuti oleh pasukan para iblis.

__ADS_1


Suasana di Peacelavia terasa sangat hening. Semua orang yang berada di dalam rumah kini berhamburan keluar, karena mereka tidak lagi melihat adanya pertarungan.


Tidak lama setelah itu, tiba-tiba dari langit tersebar abu berwarna biru. Orang-orang yang menghirup abu tersebut akan langsung merasa sesak napas dan demam hingga berhari-hari, bahkan mereka akan mati jika tidak segera ditangani.


Ternyata abu tersebut memang sengaja disebarkan oleh Rong Peng. Karena ia ingin melihat semua orang yang berpihak kepada Xin Qian menderita.


*******


Lian kini berada di sebuah hutan yang lebat dan rindang. Ia tidak tahu harus pergi ke arah mana untuk bersembunyi.


Tetapi Zhulong menyarankannya untuk pergi ke arah yang belum pernah dilewati oleh manusia. Karena setiap jalan yang telah dilewati oleh manusia, para iblis juga pasti akan lewat melalui jalan tersebut.


"Zhulong, apa kau yakin kita akan membuat jalan sendiri?"


"Para hewan dan juga siluman baik sering membuat jalan sendiri untuk menghindari para manusia ataupun iblis."


Lian pun berjalan dengan sangat hati-hati sambil menggendong Zhulong. Tanpa mereka ketahui, ternyata jalan yang mereka ambil merupakan jalan menuju sebuah tempat persembunyian para hewan.


Lian dan Zhulong begitu kagum dengan keindahan tempat tersebut. Zhulong pun teringat dengan negeri indah yang pernah Xin Qian ciptakan untuk para siluman baik di dalam istana.


"Indah sekali. Apakah manusia yang membuat tempat seindah ini?"


"Manusia tidak akan bisa melakukan hal seperti ini."


"Aku."


Lu Xiang datang dengan diikuti oleh seekor macan. Alangkah terkejutnya Zhulong ketika melihat wajah Lu Xiang yang sangat mirip dengan Zhang Pei.


"Master Zhang Pei? Kau masih hidup?" Zhulong terkejut, tapi juga senang.


"Siapa kau? Mengapa kau memanggilku master Zhang Pei?" tanya Lu Xiang.


"Master, apa kau sama sekali tidak mengenaliku? Aku adalah Zhulong dan Tuanku adalah Xin Qian."


"Maafkan aku, aku sungguh tidak mengenalmu."


"Apa yang terjadi denganmu, Master? Apa kau telah hilang ingatan?"


"Namaku adalah Lu Xiang dan aku bukanlah Zhang Pei! Jika kau kemari hanya ingin mengusik ketenanganku, lebih baik pergi saja dari sini!"


"Paman, jangan usir kami dari sini. Kami sedang mencari tempat yang aman untuk bersembunyi, agar para iblis tidak dapat menemukan kami."


"Para iblis?"

__ADS_1


"Dia adalah Putra dari Ratu terakhir Peacelavia, yaitu Xin Qian. Para iblis sedang mengincar mereka."


Lu Xiang melihat dengan jelas jika batu permata negeri Peacelavia berada di dalam tubuh Lian. Ia kemudian teringat dengan nasehat gurunya untuk selalu melindungi orang yang menyegel batu permata di dalam tubuhnya.


"Jadi, kau adalah Putra dari seorang Ratu?"


"Benar. Paman juga Putra dari seorang Ratu."


"Apa maksudmu?"


"Ibunda pernah berkata kepadaku jika semua wanita yang baik dan bisa melindungi orang lain pantas disebut sebagai seorang Ratu."


"Ibunda Paman pasti selalu melindungi Paman, sampai akhirnya Paman menjadi pria yang dewasa seperti ini."


"Aku sekarang mengerti mengapa para iblis mengincarnya." Lu Xiang membatin.


"Paman, apakah Paman juga memiliki darah setengah siluman sepertiku?"


"Apa kau tahu apa itu siluman?"


"Tentu saja aku tahu. Paman bisa berbicara dengan hewan sama sepertiku, itu artinya Paman adalah siluman."


"Kau benar. Aku memang memiliki darah setengah siluman sepertimu."


"Tapi, Paman. Ibunda adalah manusia murni, mengapa Ibunda bisa berbicara dengan hewan?"


"Sangat tidak mungkin jika Ibundamu bisa berbicara dengan hewan."


"Aku tidak berbohong kepada Paman."


"Baiklah. Siapa namamu?"


"Lian."


"Lian, bisakah kau mengulurkan telapak tanganmu?"


Lian mengulurkan telapak tangannya dan Lu Xiang memegangnya. Lu Xiang terus menatap mata Lian karena ia ingin membaca pikirannya, tetapi entah mengapa saat itu Lu Xiang sama sekali tidak bisa membaca pikiran Lian.


"Ini pertama kalinya aku tidak bisa membaca pikiran orang lain. Apakah seistimewa itu anak ini? Sampai-sampai aku sendiri tidak bisa membaca pikirannya," batinnya.


"Paman, apakah Paman ingin membaca pikiranku?"


"Bagaimana kau tahu itu?"

__ADS_1


"Karena aku bisa membaca pikiran orang lain hanya dengan menatap matanya."


__ADS_2