The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
BAB 67


__ADS_3

Di dalam gua tersebut, mereka masih saja bertengkar satu sama lain. Hingga akhirnya, salah satu iblis berhasil menemukan keberadaan mereka di gua itu.


Lu Xiang langsung menghadapi iblis tersebut, tetapi semakin lama iblis lainnya juga berdatangan menyerang mereka.


"Kita tidak akan bisa melawan iblis sebanyak ini, Yang Mulia," bisik Ji Nian kepada Xin Qian.


Xin Qian pun terpikirkan untuk melakukan sesuatu. Ia mengeluarkan kekuatan es dari kedua tangannya dan membuat tanah yang mereka pijak jadi membeku.


Para iblis itupun satu persatu tidak dapat bergerak dari tempatnya dan berubah jadi beku.


"Kita harus segera pergi dari sini sebelum kita juga ikut membeku," ucap Lu Xiang.


Lu Xiang langsung mengeluarkan ilmu teleportasinya dan meminta Xin Qian juga Ji Nian masuk. Setelah mereka berdua masuk, barulah dirinya masuk.


Mereka bertiga kini sampai di tempat persembunyian Lu Xiang dan beberapa hewan lainnya. Tidak lama kemudian, datanglah seorang anak kecil menghampiri mereka yang tidak lain adalah Lian.


"Ibunda!" Lian memeluk Xin Qian.


"Lian, Putraku. Kau baik-baik saja?" tanya Xin Qian.


Lu Xiang pun terkejut karena ternyata wanita yang ia anggap sebagai pemburu hewan-hewan di hutan itu, ternyata ia adalah Ibu dari Lian.


"Aku baik-baik saja. Paman Lu Xiang yang telah mengizinkanku dan juga Zhulong untuk bersembunyi di tempat ini."


"Paman Ji Nian! Apakah Paman baik-baik saja?"


"Paman baik-baik saja."


"Paman Lu Xiang, ini adalah Ibunda dan juga paman Ji Nian. Terima kasih karena Paman telah mempertemukanku dengan mereka."


Lu Xiang hanya tersenyum dan mengelus kepala Lian dengan lembut.


Xin Qian pun heran mengapa tiba-tiba ia merasa jika Lian sudah bertambah tinggi dalam waktu yang singkat.


"Lian, mengapa kau bertambah tinggi secepat ini?"


"Apakah aku bertambah tinggi?"


"Dia adalah keturunan manusia setengah siluman. Jika usianya telah menginjak 5 tahun, maka dia akan bertumbuh kembang dengan cepat. Tetapi jika usianya telah menginjak 18 tahun, maka pertumbuhan dan perkembangannya akan berhenti sampai di situ." Lu Xiang menjelaskan.


"Aku tidak ingin Putraku menjadi dewasa dengan cepat! Aku masih ingin melihatnya sebagai anak kecil," ucap Xin Qian.


"Tetapi aku tidak akan meninggalkan Ibunda walaupun aku telah tumbuh dewasa," balas Lian.


"Yang Mulia, jangan khawatirkan hal itu! Lian akan tetap menjadi Putramu walaupun dia telah dewasa," sambung Ji Nian.


"Pria ini memanggilnya Yang Mulia? Apakah dia seorang Ratu? Ratu mana yang memiliki nama Xin Qian?" batin Lu Xiang.

__ADS_1


Ternyata alasan mengapa semua orang tidak mengetahui jika Xin Qian dulunya adalah seorang Ratu terakhir Peacelavia adalah karena Xin Qian telah menghapus ingatan semua orang yang telah ia kenal dan mengenalnya.


Tetapi Lu Xiang bukanlah rakyat asli Peacelavia, mereka juga belum pernah saling bertemu sebelumnya.


Sedangkan, Rong Peng adalah kalangan iblis. Dan Xin Qian hanya dapat menghapus ingatan para manusia, itu sebabnya Rong Peng masih mengingatnya dan menyimpan dendam yang dalam kepadanya.


"Ibunda, apakah malam ini kita akan menginap di tempat ini?" tanya Lian.


"Bolehkah kami menginap satu malam di sini? Hanya satu malam, setelah itu kami akan pergi." Xin Qian bertanya kepada Lu Xiang.


"Mengapa aku merasa senang ketika dia ingin menginap di tempatku?" batin Lu Xiang.


"Hey, siluman! Kau mengizinkan kami menginap di sini atau tidak? Jika tidak, kami akan segera pergi dari tempat ini," ucap Ji Nian.


"Baiklah. Aku mengizinkan kalian untuk bermalam di sini."


"Terima kasih."


Saat mereka hendak masuk ke rumah milik Lu Xiang, tiba-tiba datang siluman rubah yang telah merubah wujudnya menjadi manusia.


"Master!"


"Master, akhirnya aku menemukanmu."


"Apa yang kau lakukan di sini?"


"Master, tolong jadikan aku sebagai muridmu. Aku mohon!"


"Pergilah dari tempat ini! Aku tidak ingin melihatmu lagi!"


"Master, maafkan kesalahanku. Aku memang pernah memburu teman-temanmu, tetapi sekarang aku telah sadar jika perbuatanku selama ini telah salah."


"Tetap saja, aku tidak ingin menjadikanmu sebagai muridku!"


"Mengapa kau sangat ingin menjadi muridnya? Memang apa hebatnya dia?" tanya Ji Nian dengan ketus.


"Hey! Jangan bicara seperti itu kepada Masterku! Dia adalah orang yang sangat hebat, tidak sepertimu," balas wanita itu dengan sedikit mengejek Ji Nian.


"Apa maksudmu? Kau meragukan kekuatanku?"


"Ji Nian, sudahlah! Jangan bertengkar seperti itu!"


Wanita tersebut langsung mendekati Xin Qian dan melihatnya dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Dia cantik sekali. Apakah dia kekasih master Lu Xiang?" batinnya.


Kemudian ia terpikirkan sesuatu dan langsung bersujud dihadapan Xin Qian.

__ADS_1


"Nona, tolong beritahu master Lu Xiang jika aku benar-benar ingin menjadi muridnya. Tolong aku, Nona. Katakan kepadanya jika aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku."


"Mengapa kau bersujud dihadapanku?"


"Bukankah kau adalah kekasih master Lu Xiang? Kau pasti bisa membujuknya untuk menerimaku menjadi muridnya. Tolong aku, Nona."


"Tapi aku bukanlah kekasih Lu Xiang."


"Kau bukan kekasih master Lu Xiang? Lalu, apakah pria gila itu adalah kekasihmu? Bagaimana bisa kau menyukai pria gila seperti dia?" Wanita itu menunjuk ke arah Ji Nian.


"Bibi, paman Ji Nian bukanlah pria gila. Dia adalah Paman yang sangat baik," ucap Lian.


"Anak kecil, pria gila itu adalah Pamanmu?"


"Bibi, aku sudah mengatakan jika Paman Ji Nian tidak gila. Ibunda, mengapa Bibi ini tidak mau mendengarkanku?"


"Lian, tenanglah!"


"Nona, jadi anak kecil ini adalah anakmu?"


"Benar."


"Aku pikir kau belum menikah, karena ku terlihat sangat cantik dan masih muda."


"Dimana Ayahnya?"


"Yu Fei! Sebaiknya kau pergi dari tempat ini!"


"Master, jangan mengusirku dari tempat ini! Aku mohon, dunia luar itu sangat menakutkan. Aku ingin menjadi muridmu, Master."


"Bibi, apa Bibi juga ingin menginap di sini malam ini?"


Wanita tersebut hanya mengangguk dengan menunjukkan wajah sedihnya.


"Paman Lu Xiang, mengapa Paman tidak mengizinkan Bibi ini menginap malam ini? Paman tidak merasa kasihan kepadanya?"


"Lihatlah! Anak kecil saja merasa kasihan kepadaku. Master, tolong izinkan aku menjadi muridmu. Aku juga ingin menginap di sini bersama mereka."


"Benar, Paman. Izinkan Bibi ini untuk menginap di sini."


Entah mengapa Lu Xiang merasa tidak bisa menolak permintaan dari Lian. Ia pun akhirnya menjadikan Yu Fei sebagai muridnya dan mengizinkannya menginap di sana.


"Baiklah. Aku mengizinkanmu menginap malam ini, dan aku juga bersedia menjadi Mastermu."


"Terima kasih, Master."


"Yeayy ... malam ini aku bisa bermain dengan Bibi."

__ADS_1


"Anak kecil, terima kasih. Karena kau master Lu Xiang mau menerimaku menjadi muridnya."


"Sama-sama, Bibi."


__ADS_2