
Master Lin mematahkan tulang tangan Lui Wei. Lui Wei menjerit kesakitan, tetapi hal itu tidak membuatnya lemah. Ia menyerang master Lin dengan sangat brutal.
Master Lin dan Zhang Pei bersama menyerang Lui Wei. Lui Wei sempat terpojok dan hampir dihabisi oleh master Lin dan juga Zhang Pei, tetapi saat itu Wang Shu datang untuk membantu Lui Wei.
"Wang Shu?"
"Mengapa kau terlihat sangat takut melihatku berada di sini, Master?"
"Apa yang kau lakukan, Wang Shu? Mengapa kau malah membantu wanita yang hampir saja menghabisi nyawa Putramu?"
"Asal kau tau saja, Master. Jiang Li bukanlah Putra kandungku, aku bukanlah Ayahandanya."
"Yang kalian pikirkan tentangku memanglah benar. Aku tidak pernah menikah dan aku tidak pernah memiliki seorang anak."
"Aku hanya mencintai kekuatan dan kekuasaan. Aku sengaja memanfaatkan Jiang Li untuk mencapai tujuanku dan untuk membalaskan dendamku."
"Wang Shu, mengapa kau masih menyimpan dendam kepada kami? Bukankah kau telah memiliki segalanya saat ini?"
"Aku tidak akan merasa puas sampai aku benar-benar melenyapkan kalian semua dengan tanganku."
"Aku akan menghancurkan kalian semua!!"
Wang Shu menyerang master Lin, sedangkan Lui Wei bertarung melawan Zhang Pei.
"Apa maksud Wang Shu berbicara seperti itu?" tanya Xin Qian.
"Yang Mulia, itu sudah sangat jelas terlihat jika Yang Mulia Raja bukankah Putra kandung dari Wang Shu," balas Ji Nian.
Zhang Pei menusukkan pedang damaskus ke perut Lui Wei hingga berkali-kali, sampai akhirnya Lui Wei terjatuh dan tubuhnya menjadi abu.
Sedangkan master Lin masih berusaha untuk menyerang Wang Shu. Wang Shu sempat dipukul mundur oleh master Lin, tetapi Wang Shu berhasil bangkit kembali.
Paman Yu datang menghampiri Xin Qian, ia sangat terkejut melihat keadaan sang Raja yang seperti itu.
"Apa yang terjadi, Yang Mulia?"
"Paman, tolong selamatkan Jiang Li! Lakukan apapun agar Jiang Li selamat, Paman!"
"Hamba akan mencobanya, Yang Mulia."
Paman Yu menekan telapak kaki Jiang Li, kemudian Jiang Li berteriak kesakitan. Setelah itu paman Yu menyalurkan kekuatannya ke tubuh Jiang Li, tetapi tidak ada perubahan pada tubuhnya.
Jiang Li tetap merasa kesakitan, bahkan ia mengeluarkan darah dari mulutnya lebih banyak lagi.
"Paman, apa yang terjadi dengan Jiang Li?"
"Yang Mulia, hamba tidak bisa menolong Yang Mulia Raja. Maafkan hamba, Yang Mulia."
__ADS_1
"Paman, bagaimana bisa? Apa tidak ada cara lain untuk menyelamatkannya?"
"Xin Qian, tenanglah! Kau tidak perlu menghawatirkan ku." Jiang Li menggenggam tangan Xin Qian.
"Bagaimana aku tidak menghawatirkanmu, Jiang Li? Anak ini akan segera lahir, dan apakah kau tega melihat anak ini lahir tanpa seorang Ayah?" Xin Qian juga menggenggam tangan Jiang Li sambil memegang perutnya.
"Zhang Pei ada di sini bersamamu, Xin Qian. Dia akan menggantikan posisiku sebagai seorang Ayah bagi anak kita."
"Aku mohon, Jiang Li. Jangan katakan hal itu lagi! Aku tidak ingin mendengarnya."
"Xin Qian, walaupun kita tidak ditakdirkan untuk bersama di kehidupan ini. Tetapi aku berharap di kehidupan selanjutnya kita akan menjadi dua orang yang saling mencintai."
"Jiang Li ...."
"Berjanjilah kepadaku, Xin Qian!"
"Berjanjilah jika di kehidupan selanjutnya kau akan menjadi milikku! Kau akan sangat mencintaiku. Berjanjilah jika di kehidupan selanjutnya kau hanya akan mencintaiku, Xin Qian! Berjanjilah!"
"Jiang Li ...."
"Berjanjilah untukku, Xin Qian! Tolong berjanjilah!"
"A-ku berjanji, Jiang Li. Di kehidupan selanjutnya aku hanya akan mencintaimu, aku hanya akan menjadi milikmu."
"Zhang Pei, berjanjilah kepadaku! Di kehidupan selanjutnya kau tidak akan mencintai Xin Qian, kau akan merelakan Xin Qian untukku. Berjanjilah, Zhang Pei!"
"Tetapi karena di kehidupan ini aku telah diberikan kesempatan untuk bersama wanita yang sangat aku cintai, maka di kehidupan selanjutnya aku akan merelakan Yang Mulia Ratu untukmu."
"T-terima kasih, Zhang Pei. Tolong jaga Xin Qian dan juga bayiku."
"A-ku sangat mencintaimu, Xin Qian ...." Jiang Li perlahan menutup kedua matanya.
Tubuh Xin Qian menjadi sangat lemas, dan air matanya mengalir semakin deras.
"Tidak!! Bangunlah, Jiang Li!! Jangan tinggalkan aku!!"
"Jiang Li!!"
"Yang Mulia ...."
"Zhang Pei, Jiang Li telah pergi meninggalkanku hiks ...." Xin Qian bersandar di dada Zhang Pei.
"Aku sempat membencinya, Zhang Pei. Tetapi selama ini dia hanya diperalat oleh Wang Shu. Aku sangat menyesalinya ...."
"Yang Mulia Ratu, kami semua juga menyesal telah berburuk sangka terhadap yang mulia raja."
"Jiang Li ... aku minta maaf kepadamu, Jiang Li. Maafkan aku jika selama ini telah salah menilaimu."
__ADS_1
Wang Shu sengaja mengecoh master Lin agar ia bisa membunuh Xin Qian dan juga bayinya. Ia terbang sambil membawa pedang dan hendak menusukkannya ke punggung Xin Qian.
Tetapi saat itu Zhang Pei menghalanginya. Zhang Pei menahan pedang itu dengan kekuatannya, tetapi ia gagal. Zhang Pei tertusuk tepat di bagian jantungnya.
Xin Qian langsung terdiam kaku melihat pria yang sangat ia cintai tertusuk pedang tepat di bagian jantung. Xin Qian langsung meninggalkan Jiang Li dan menghampiri Zhang Pei.
Xin Qian menyerang Wang Shu dengan menusukkan pedang damaskus ke dadanya. Wang Shu memundurkan langkahnya, perlahan ia menjadi abu dan hanya menyisakan pedang damaskus.
"Zhang Pei, jangan tinggalkan aku! Aku mohon ...." lirih Xin Qian.
"Yang Mulia ...." Zhang Pei menyentuh pipi Xin Qian.
"Biarkan aku mencintaimu untuk yang terakhir kalinya! Karena di kehidupan selanjutnya kau hanya akan mencintai Yang Mulia Raja Jiang Li. Kau tidak boleh mencintaiku, Yang Mulia."
"Zhang Pei, kau telah berjanji jika kau akan selalu menjagaku, kau akan selalu bersamaku. Kau tidak boleh meninggalkanku, Zhang Pei."
"Yang Mulia, aku sangat senang mengenalmu dalam hidupku. Dan aku adalah pria yang sangat beruntung karena dicintai oleh wanita sepertimu."
"Tetaplah jalani kehidupanmu dengan baik, walaupun tanpa adanya diriku."
"Tidak, Zhang Pei. Kau akan tetap hidup, aku tidak akan mengizinkanmu pergi meninggalkanku!"
"Ketua Ji Nian, walaupun kau dan aku pernah berselisih karena memperebutkan hati Yang Mulia Ratu, tetapi aku tidak pernah sedikitpun menaruh dendam terhadapmu. Maafkan aku jika selama ini aku sering membuatmu merasa kesal."
"Zhang Pei, kau adalah Master yang hebat. Kau berhasil mendapatkan hati Yang Mulia Ratu. Aku sangat bangga pernah menjadi temanmu."
"Kita akan selamanya menjadi teman, Ketua. Bukankah begitu?"
"T-tentu saja. Kita akan selamanya menjadi teman."
"Dan sebagai seorang teman, kau tidak boleh merebut wanita yang aku cintai. Kau boleh mendekatinya, tetapi kau tidak boleh mencintainya karena dia adalah wanitaku. Tapi aku harus merelakannya di kehidupan selanjutnya, karena dia akan menjadi milik Jiang Li."
"Jangan bicara apapun lagi, Zhang Pei! Aku tidak ingin mendengarnya."
"Aku mencintaimu, Yang Mulia. A-ku men-cintaimu ...."
Perlahan tubuh Zhang Pei menjadi sangat dingin, kemudian ia menutup kedua matanya.
"T-tidaaakkkk!!!"
"Jangan tinggalkan aku, aku mohon ...."
"Zhang Pei, bangunlah!! Aku memberikan perintah untukmu!"
"Yang Mulia ...."
"Jangan hentikan aku, Ji Nian! Aku tidak rela jika harus kehilangan pria yang aku cintai, aku sungguh tidak rela ...."
__ADS_1
Xin Qian tidak bisa berkata-kata lagi, ia hanya bisa menangis di depan mayat pria yang sangat ia cintai. Ia terus menangis, walaupun ia tahu jika Zhang Pei tidak akan pernah kembali.