The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
BAB 69


__ADS_3

"Bibi, apa yang Bibi lakukan di sini? Mengapa Bibi menarik tanganku? Aku kan ingin menyusul Ibunda dan paman Lu Xiang."


"Ssttt! Kecilkan suaramu, Lian! Mengapa kau sangat cerewet seperti ini?"


"Aku tidak cerewet. Aku hanya ingin menyusul Ibunda dan paman Lu Xiang, tetapi Bibi malah menarikku ke sini."


"Lian, apa kau tidak melihat betapa bahagianya Ibundamu ketika bersama Lu Xiang? Apa kau juga tidak melihat jika Lu Xiang juga terlihat bahagia saat bersama Ibundamu?"


"Bibi benar. Aku tidak pernah melihat Ibunda sebahagia ini sebelumnya."


"Lalu, apakah kau ingin membuat kebahagiaan Ibundamu itu hanya berlangsung sesaat?"


"Tidak, Bibi. Aku ingin Ibunda selalu bahagia. Tapi mengapa Ibunda bisa sebahagia itu saat bersama paman Lu Xiang? Padahal ketika Ibunda bersama paman Ji Nian, Ibunda terlihat biasa saja."


"Itulah yang dinamakan cinta, Lian."


"Cinta?"


"Cinta adalah perasaan yang membuatmu merasa sangat bahagia. Ketika kamu bahagia bersama seseorang dan di dalam dirimu juga kau ingin membuat orang itu bahagia, itu artinya kau mencintainya."


"Bibi, aku selalu merasa sangat bahagia saat aku bersama dengan Ibunda dan aku juga ingin membuat Ibunda merasa sangat bahagia ketika bersamaku. Apa itu artinya aku memiliki cinta untuk Ibunda?"


"Tentu saja, Lian. Siapapun yang memiliki cinta dihatinya, orang itu pasti akan selalu merasa bahagia."


"Bibi, apa Bibi mencintai seseorang?"


"Semua yang Bibi cintai telah pergi meninggalkan Bibi."


"Apa dia adalah Ibundamu?"


"Ibundaku, Ayahandaku, Kakak laki-laki dan juga Kakak perempuan. Mereka semua meninggalkanku."


"Bibi, Ibunda pernah mengatakan kepadaku jika Ibunda sangat percaya dengan ikatan cinta. Ibunda selalu menunggu dan berharap kekasihnya akan kembali untuk menemuinya. Ibunda sangat merindukan kekasihnya."


"Lian, cinta sejati itu memang benar adanya. Jika langit telah menuliskan seseorang dalam takdir Ibundamu, orang itu pasti akan datang dan membuat Ibundamu bahagia."


"Aku sangat ingin tahu mengapa setiap kali nona Xin Qian menatap master Lu Xiang, aku seperti merasa jika dia menyukainya," batin Yu Fei.


"Lian, lebih baik kau kembali untuk tidur. Ini sudah tengah malam."


"Baiklah, Bibi."


*******


Pagi harinya, Ji Nian pergi menghampiri Lu Xiang dan langsung memukulinya.


"Apa yang kau lakukan? Mengapa kau datang dan langsung memukulku?" tanya Lu Xiang.


"Jangan berpura-pura bodoh seperti itu! Aku tahu sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan," balas Ji Nian.

__ADS_1


"Apa maksudmu berbicara seperti itu?"


"Aku tahu jika kau sebenarnya hanya ingin memanfaatkan Yang Mulia Ratu agar kau dapat mengambil batu permata dari tubuh Lian, bukan?"


"Dengar, Ji Nian. Aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu."


"Tentu saja mungkin. Semua orang tidak tahu jika batu permata berada di dalam tubuh Lian. Jika mereka semua tahu, mereka pasti akan mencari Lian dan Yang Mulia Ratu untuk mendapatkan batu permata itu."


"Tetapi aku tidak memiliki niat seperti itu, walaupun aku tahu jika batu permata itu berada di dalam tubuh Lian. Aku juga tidak pernah memanfaatkan perasaan Yang Mulia Ratu untuk kepentinganku sendiri."


"Manusia setengah siluman selalu saja berbohong. Tapi kali ini aku tidak akan percaya kepadamu!"


Ji Nian meninggalkan Lu Xiang di tempat tersebut. Tetapi tiba-tiba Lu Xiang terlihat sangat marah karena tidak terima dengan perkataan Ji Nian kepadanya.


Lu Xiang kemudian terbang dan menghadang Ji Nian.


"Mau apa lagi kau?" tanya Ji Nian.


"Aku tidak terima jika kau menuduhku seperti itu!" balas Lu Xiang.


Mereka berdua kemudian bertarung di tempat tersebut. Sampai cukup lama pertarungan itu terjadi, karena tidak ada siapapun di sana yang melerai mereka.


Kemudian Yu Fei datang dan berusaha untuk menghentikan pertarungan tersebut.


"Master, apa yang kalian lakukan? Hentikan pertarungan itu!" teriaknya.


Tidak ada satupun diantara mereka yang mendengarkan ucapan Yu Fei. Hingga akhirnya Xin Qian datang dan menyerang mereka berdua.


"Apa yang kalian lakukan?"


"Yang Mulia, dia mendekatimu karena dia hanya ingin memanfaatkanmu."


"Apa maksudmu, Ji Nian?"


"Dia sebenarnya sedang mengincar batu permata yang berada di dalam tubuh Lian. Dan dia berusaha untuk mendapatkan hatimu agar dia bisa memanfaatkanmu, Yang Mulia."


"Itu tidaklah benar! Aku tidak pernah berpikir seperti itu!"


"Ji Nian, Lu Xiang tidak mungkin seperti itu."


"Yang Mulia, aku sangat mengerti mengapa kau selalu membelanya sejak pertama kali kita bertemu dengan dia. Itu karena wajahnya sangat mirip dengan Zhang Pei, bukan?"


"Ji Nian, aku mohon. Jangan membahas masalah ini lagi, aku tidak ingin--"


Ucapan Xin Qian seketika berhenti karena ia mendengar suara teriakan dari Lian yang sedang memanggil namanya.


"Ibunda!!"


"Lian?"

__ADS_1


Xin Qian langsung berlari dari tempat tersebut dan pergi menuju sumber suara Lian. Lu Xiang, Ji Nian dan Yu Fei pun ikut menyusul Xin Qian.


"Lian, di mana kau? Lian!"


Beberapa hewan yang berada di sana langsung menghampiri Xin Qian.


"Xin Qian, Lian telah diculik oleh iblis. Kami tidak bisa menolongnya."


"Lian ...."


"Maafkan aku, Xin Qian. Aku tidak bisa melindungi Lian."


"Yang Mulia, apa yang terjadi?"


"Ji Nian, Lian diculik oleh iblis. Dan dia tadi berteriak memanggil namaku."


"Itu artinya mereka telah berhasil menembus sihir pelindung yang telah aku buat."


"Aku harus pergi mencari Lian."


"Yang Mulia!"


Lu Xiang pun langsung terbang menghadang Xin Qian dan mencegahnya untuk mencari Lian.


"Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkan tempat ini!"


"Lu Xiang, kau tidak bisa menghalangiku untuk pergi mencari Putraku."


"Tidak, Xin Qian. Aku akan tetap menghalangimu untuk pergi meninggalkan tempat ini."


"Lu Xiang, aku sekarang berpikir jika apa yang dikatakan oleh Ji Nian adalah benar. Kau memang sedang mengincar batu permata yang berada di dalam tubuh Putraku."


"Tidak, kau telah salah paham. Aku hanya tidak ingin para iblis itu juga menangkap mu."


"Apapun yang terjadi aku akan tetap mencari Lian."


Lu Xiang kemudian menarik tangan Xin Qian yang sudah melangkah meninggalkannya.


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi seorang diri. Aku akan pergi menemanimu."


Yu Fei dan Ji Nian kemudian datang dan melihat Xin Qian juga Lu Xiang telah pergi dari tempat itu.


"Aku sangat yakin jika dia yang telah membiarkan para iblis itu masuk dan menculik Lian."


"Master Lu Xiang tidak mungkin melakukan hal itu. Mengapa kau selalu memojokkannya?"


"Aku tidak pernah memojokkannya. Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya."


"Apa kau cemburu melihat nona Xin Qian dekat dengan master Lu Xiang?"

__ADS_1


"Mengapa kau tidak jujur saja kepadaku jika kau memang cemburu melihat nona Xin Qian dekat dengan master Lu Xiang?"


"Dengar! Aku dan Yang Mulia Ratu tumbuh bersama sejak kami masih kecil. Jadi sudah jelas aku cemburu melihat Yang Mulia Ratu dekat dengan pria lain."


__ADS_2