The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
Bab 53


__ADS_3

"Dayang!"


"Hamba, yang mulia."


"Di mana yang mulia ratu?"


"Hamba tidak tahu, yang mulia. Apakah yang mulia membutuhkan sesuatu?"


"Tidak. Kau lanjutkan saja pekerjaanmu!"


"Baiklah."


"Kemana dia? Dia selalu saja membuatku susah dan merasa kesal. Dia sedang mengandung saat ini, tidak seharusnya dia pergi dengan sesuka hati."


Jiang Li hendak pergi ke luar istana untuk mencari Xin Qian, tetapi tiba-tiba ia dikejutkan dengan kedatangan Ayahandanya yang baru kembali dari Havocia setelah beberapa lama.


"Ayahanda?" Jiang Li menatap Wang Shu dengan bingung.


"Putraku, Jiang Li." Wang Shu memeluk tubuh Jiang Li dengan sangat senang.


"Ayahanda sudah kembali?"


"Ada apa, Jiang Li? Mengapa kau terlihat tidak senang melihat Ayahandamu ini kembali? Apa yang terjadi denganmu?"


"Bukan begitu, Ayahanda. Aku hanya tidak menyangka jika semedi Ayahanda akan berlangsung cepat."


"Jiang Li, sebenarnya kekuatan Ayahanda kini telah sempurna. Dan Ayahanda hari ini merasa sangat bahagia karena bisa kembali ke istana ini."


"Ayahanda, sebenarnya apa yang sedang Ayahanda rencanakan saat ini?"


"Putraku, Ayahanda tidak merencanakan apapun saat ini. Karena musuh terbesar Ayahanda kini sudah tidak ada lagi."


"Apa maksud dari ucapan Ayahanda? Bagaimana Ayahanda tahu jika raja Arlo sudah tiada?"


"Tenanglah, Jiang Li! Mengapa kau terlihat sangat khawatir seperti itu? Ayahanda dan Lui Wei telah bekerja sama untuk melenyapkannya. Ayahanda yang telah membuat racun itu, dan Lui Wei yang mencampurkan racun itu ke dalam minuman raja Arlo."


"Bukankah strategi yang Ayahanda buat ini sangat bagus, Jiang Li? Dengan sekali tembakan, Ayahanda dapat langsung mengenai musuh."


"Ayahanda!!"


"Ada apa, Jiang Li? Kau berani membentak Ayahandamu?"


"Ayahanda telah membunuh Ayah kandung dari ratu di istana ini. Bagaimana bisa Ayahanda tega melakukan hal itu?"

__ADS_1


"Jiang Li, kau berubah setelah kau menikah dengan wanita itu. Apa yang telah dia lakukan sehingga bisa membuat pemikiran putraku kini berubah?"


"Ayahanda, Xin Qian adalah istriku dan dia tidak pernah mempengaruhi pikiranku sedikitpun. Dan tentang raja Arlo, seharusnya Ayahanda memaafkan kesalahannya dan bukannya malah melenyapkannya dengan memberi racun pada minumannya. Aku rasa itu bukanlah hal yang pantas dilakukan oleh seorang pemimpin, Ayahanda."


"Apa yang terjadi denganmu, Jiang Li? Apa kau telah jatuh cinta dengan putri dari musuh kita? Kau bahkan sampai membentak Ayahanda mu sendiri demi membela mereka."


"Mengapa kau diam? Apa kau benar-benar telah jatuh cinta dengan ratu Peacelavia?"


"Ayahanda benar. Aku memang telah jatuh cinta dengan ratu Peacelavia, putri dari musuh kita. Tapi rasa itu muncul dengan tiba-tiba, Ayahanda. Aku tidak dapat menyangkalnya."


"Dan aku juga ingin mengatakan sesuatu kepada Ayahanda jika Xin Qian kini sedang mengandung anakku. Dia sedang mengandung bayi manusia setengah siluman."


"Apa maksudmu, Jiang Li? Bagaimana bisa dia mengandung anak dari mu? Apa kau telah melakukan hubungan itu dengannya?"


"Katakan, Jiang Li!"


"Aku memang telah melakukan hubungan itu dengannya. Aku sangat mencintainya, Ayahanda. Aku hanya ingin Xin Qian menjadi milikku dan menjadi Ibu dari anak-anakku."


"Bodoh kau, Jiang Li! Bodoh! Kau telah dibutakan oleh cinta. Wanita itu telah membuat putraku menjadi seseorang yang tidak lagi mendengarkan ucapan Ayahandanya."


"Bagaimana bisa kau melakukan itu, Jiang Li? Apa kau tahu jika sampai Xin Qian melahirkan bayi itu, maka kau akan tersingkirkan dari tahtamu?"


"Kau seharusnya tidak jatuh cinta dengan seorang wanita. Karena wanita hanya akan membuatmu lemah, Jiang Li."


"Lalu mengapa Ayahanda jatuh cinta dengan Ibunda? Dan mengapa kalian bisa memiliki anak sepertiku? Bukankah Ayahanda juga mencintai Ibunda?"


"Apa ini, Jiang Li? Kau sudah mulai tidak percaya kepada Ayahandamu sendiri?"


"Aku bukannya tidak percaya kepada Ayahanda. Hanya saja dalam diriku tidak mengalir darah iblis dan hanya mengalir darah manusia juga siluman. Jika aku memang putra kandung Ayahanda, seharusnya darah Ayahanda juga ada di dalam tubuhku."


"Siapa yang berani mengatakan hal itu kepada mu, Jiang Li? Kau adalah putraku, putra kandung dari monster iblis. Walaupun dalam dirimu tidak mengalir darahku, tetapi aku dapat memastikan jika aku adalah Ayah kandungmu dan kau adalah satu-satunya putraku."


"Kau lihat tanda lahir pada telapak kakimu? Ayahanda juga memilikinya persis seperti yang kau miliki, Jiang Li. Dan sifat mu yang tidak mudah menyerah dan selalu ingin menaklukkan dunia adalah turunan dari Ayahanda. Lalu apa yang membuatmu tidak percaya jika aku adalah Ayah kandung mu?"


"Kau tidak memiliki darah iblis seperti Ayahanda di dalam tubuhmu bukan berarti kau bukan anak kandung dari Ayahanda."


"Jiang Li, Ayahanda sangat menyayangi mu. Kau adalah satu-satunya putra Ayahanda, Ayahanda melakukan semua ini karena Ayahanda hanya ingin yang terbaik untukmu."


"Jiang Li, apa kau masih tidak percaya kepada Ayahandamu ini?"


"Maafkan aku, Ayahanda. Aku tidak seharusnya mengatakan hal itu.."


Mereka saling berpelukan erat, dan Wang Shu tersenyum licik karena berhasil meyakinkan Jiang Li kembali.

__ADS_1


"Kau memang bukanlah putra kandung ku, Jiang Li. Tetapi aku telah merawat dan membesarkan mu sejak kau masih kecil. Mau tidak mau kau harus membalas budi atas semua kebaikan yang telah aku lakukan kepadamu," batin Wang Shu.


"Ayahanda, bolehkah aku meminta sesuatu kepada Ayahanda?"


"Apa yang kau inginkan, Putraku?"


"Aku ingin mulai saat ini Ayahanda bersikap baik terhadap Xin Qian. Aku tidak ingin Ayahanda menyimpan kebencian kepadanya hanya karena dia adalah putri dari raja Arlo."


"Jiang Li--"


"Aku mohon, Ayahanda. Xin Qian sedang mengandung anakku, cucu Ayahanda sendiri. Apa Ayahanda tidak ingin memiliki seorang cucu?"


"Baiklah, Jiang Li. Ayahanda berjanji, Ayahanda akan bersikap baik kepada Xin Qian."


"Tapi hanya di depanmu, Jiang Li. Sampai kapanpun aku tidak akan berdamai dengan musuh," batin Wang Shu.


"Terima kasih, Ayahanda."


Tiba-tiba Lui Wei datang menghampiri keduanya. Ia sangat senang karena Wang Shu telah kembali dari Havocia.


"Raja Wang Shu, kau sudah kembali?"


"Aku sudah kembali dengan membawa kekuatan yang lebih besar, Lui Wei."


"Aku tidak melihat Xin Qian. Kemana dia?"


"Raja, yang mulia ratu pasti sedang pergi bersama master Zhang Pei."


"Pergi dengan Zhang Pei?"


"Benar, dia--"


"Tutup mulutmu, Lui Wei! Aku tidak suka kau berbicara omong kosong seperti itu!"


"Aku tidak berbicara omong kosong. Apa kau tidak pernah berpikir jika Xin Qian memiliki hubungan khusus dengan Zhang Pei? Karena setiap Xin Qian tidak ada di dalam istana, dia pasti pergi bersama Zhang Pei."


"Apa maksudmu? Xin Qian sedang mengandung anakku, jadi jangan pernah kau berbicara omong kosong seperti itu lagi!"


"Mengapa kau sangat yakin jika anak yang ada dalam kandungan Xin Qian adalah anakmu? Bukankah Zhang Pei juga merupakan manusia setengah siluman?"


"Plakk ...."


"Aku melakukannya dengan Xin Qian, jadi sudah pasti anak yang berada dalam kandungannya adalah anakku."

__ADS_1


"Dengar, Lui Wei! Aku sangat tidak suka jika kau berbicara buruk tentang Xin Qian! Jadi, mulai saat ini belajarlah untuk menjaga bicaramu itu!"


Setelah tamparan keras itu, Jiang Li langsung meninggalkan Lui Wei juga Wang Shu.


__ADS_2