The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
BAB 47


__ADS_3

Raja Arlo sedang duduk di kursi dalam kamarnya, kemudian seorang Dayang datang sambil membawa segelas susu jahe.


"Yang Mulia, ini susu jahe hangat untuk yang mulia," ucap seorang Dayang.


"Tapi aku tidak minta untuk dibuatkan susu jahe."


"Yang Mulia, sebenarnya master Zhang Pei yang memintaku untuk membuatkan susu jahe hangat ini."


"Letakkan susu jahenya di atas meja. Aku akan meminumnya nanti."


"Baik, Yang Mulia. Tetapi Yang Mulia harus segera meminumnya, karena susu jahe akan lebih segar jika diminum ketika masih hangat."


"Baiklah."


"Hamba permisi, Yang Mulia."


"Tunggu dulu, Dayang. Aku tidak melihat putriku Xin Qian dan juga ketua Ji Nian, kemana mereka pergi?"


"Hamba juga tidak tahu di mana Yang Mulia Ratu dan ketua Ji Nian berada, Yang Mulia. Hamba permisi dulu."


"Baiklah."


Setelah Dayang tersebut keluar dari kamar raja Arlo, Lui Wei pun muncul dan memandangi raja Arlo dari luar.


"Minumlah susu jahe itu, karena itu adalah minuman terakhir yang akan kau minum, Yang Mulia Raja." Lui Wei tersenyum licik.


Sang Raja meminum susu jahe tersebut, kemudian tidak berselang lama tenggorokannya terasa sangat sakit seperti dicekik oleh seseorang. Kemudian sang Raja menjatuhkan gelasnya hingga pecah.


Lui Wei yang melihat hal itu langsung melebarkan matanya dan tersenyum bahagia.


"Akhirnya si tua bangka itu meminum susu jahe yang telah aku campur dengan racun," gumamnya.


"Zhang Pei, kau memang sangat membantu rencanaku," ucapnya.


Saat mendengar suara seseorang yang sedang berlari menuju ke arahnya, Lui Wei pun kembali bersembunyi.


Zhang Pei dan beberapa Master pun datang ke kamar sang Raja, tetapi sesampainya mereka di sana mereka melihat pemandangan yang tidak menyenangkan. Mulut sang Raja mengeluarkan busa dan tubuhnya kejang-kejang.


"Yang Mulia, apa yang terjadi denganmu?" Zhang Pei memegang lengan sang Raja.


"Yang Mulia, sadarlah!" seru master Pin.


"Zhang Pei, bantu aku untuk membaringkan tubuh Yang Mulia Raja di atas ranjang," ucap master Feng.


Zhang Pei mengangguk.


Tiba-tiba Shishi juga datang ke kamar dengan tergesa-gesa.


"Master Pin, apa yang telah terjadi kepada Yang Mulia Raja?"


"Aku tidak tahu, Shishi."

__ADS_1


"Shishi, cepat panggilkan Tabib untuk mengobati Yang Mulia Raja!"


"Baik, Master."


Shishi pun pergi keluar untuk memanggil Tabib istana, tetapi belum sempat ia melewati pintu kamar sang raja, Shishi melihat Lui Wei yang sedang bersembunyi.


Shishi masih berdiri ditengah pintu dan membuat Zhang Pei yang melihatnya merasa geram.


"Shishi! Mengapa kau hanya berdiri di sana? Cepat panggil tabib!" bentak Zhang Pei.


"B-baik, aku akan segera memanggil Tabib," balas Shishi dengan sedikit terkejut.


"Aku tadi seperti melihat Lui Wei di sana, tapi mengapa sekarang sudah tidak ada? Apa mungkin aku hanya salah lihat?" batin Shishi.


"Shishi! Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan? Yang Mulia Raja membutuhkan seorang Tabib, cepat pergi panggil Tabib!" seru master Feng dengan geram.


"Baik, Master," balas Shishi.


Shishi kemudian berlari dan mencari keberadaan Tabib istana, tetapi ia malah bertemu dengan Jiang Li.


"Yang Mulia Raja!" Shishi memberikan hormat.


"Ada apa, Shishi? Mengapa kau terlihat sangat terburu-buru?"


"Yang Mulia Raja, raja Arlo jatuh pingsan di kamar dan mulutnya mengeluarkan busa. Aku tidak bisa berlama-lama di sini, aku harus segera memanggil Tabib."


"Baiklah, kau cepat panggil Tabib."


"Apa yang sebenarnya terjadi? Aku harus melihatnya," gumam Jiang Li.


Setelah cukup lama Shishi mencari, akhirnya ia bertemu dengan Tabib istana. Tabib itu sedang berbicara bersama master Lin.


"Master Lin!" Shishi membungkukkan tubuhnya.


"Shishi, mengapa kau terlihat sangat cemas?"


"Master, aku sedang mencari Tabib."


"Apa yang sedang terjadi? Mengapa kau mencariku, Shishi?"


"Yang Mulia Raja jatuh pingsan dan mulutnya mengeluarkan busa. Di samping Yang Mulia Raja juga terdapat pecahan gelas, sepertinya Yang Mulia Raja pingsan setelah meminum minuman dalam gelas itu."


"Master Lin, sebaiknya kita ke kamar Yang Mulia sekarang."


"Benar, Tabib. Mari!"


*******


Master Chen mencoba untuk menahan racun tersebut agar tidak menyebar kedalam bagian tubuh raja Arlo yang lain.


"Bagaimana, Master? Apakah racun itu telah keluar dari tubuh Yang Mulia Raja?" tanya Zhang Pei.

__ADS_1


"Zhang Pei, aku hanya dapat menahan racun ini agar tidak menyebar selama beberapa saat. Dan untuk mengeluarkan racun itu bukanlah keahlianku, jadi lebih baik kita menunggu Tabib istana untuk melakukannya," balas master Chen.


Shishi, master Lin dan juga Tabib datang dan melihat keadaan sang Raja.


"Tabib, syukurlah Tabib datang. Tolong segera obati Yang Mulia Raja, karena racun ini akan kembali bereaksi dan menyebar ke seluruh tubuh sang Raja dengan sangat cepat. Aku hanya dapat menahannya selama beberapa saat," ucap master Chen kepada Tabib.


Tabib itupun mengobati sang Raja dengan segenap kemampuannya. Tetapi sangat sulit baginya untuk mengeluarkan racun yang sangat mematikan dan sudah menyebar hampir ke seluruh tubuh. Wajah sang Raja kemudian berubah menjadi hitam secara perlahan.


"Ini bukan racun biasa, ini adalah racun yang sangat mematikan."


"Racun mematikan?"


"Benar, Master."


"Siapa yang telah memberikan minuman itu kepada Yang Mulia Raja?"


"Tabib, sebenarnya aku yang meminta Dayang untuk membawakan susu jahe hangat untuk Yang Mulia Raja. Tetapi aku berani bersumpah jika aku tidak mencampurkan racun kedalam minuman itu."


"Tenanglah, Zhang Pei! Kami sangat yakin jika kau tidak melakukannya."


"Benar, Zhang Pei. Pasti ada orang lain yang telah mencampurkan racun itu kedalam minuman Yang Mulia Raja."


Tidak lama setelah itu, Jiang Li datang dan sangat terkejut melihat wajah raja Arlo yang berubah menjadi hitam.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Yang Mulia Raja!"


"Mengapa raja Arlo bisa seperti ini?"


"Raja Arlo telah meminum minuman yang dibdalamnya sengaja dicampurkan racun, Yang Mulia."


"Racun? Siapa yang telah berani mencampurkan racun ke dalam minumannya?"


Semua orang menatap Jiang Li dengan tatapan yang menuduh, seolah Jiang Li yang merupakan dalang di balik semua ini.


"Kami tidak tahu, Yang Mulia. Tetapi kami akan menanyakan hal ini kepada Dayang yang telah mengantarkan minuman kepada sang Raja."


"Lalu di mana Xin Qian? Mengapa dia tidak ada di sini?"


"Kami tidak tahu di mana Yang Mulia Ratu berada, Yang Mulia."


Seorang Dayang datang dan memberikan hormat kepada semua orang.


"Dayang, apa kau melihat seseorang telah mencampurkan racun ke dalam minuman Yang Mulia Raja?"


"Mohon ampun, Master. Tetapi hamba tidak melihat siapapun mencampurkan racun kedalam minuman sang Raja."


"Master Zhang Pei hanya memintaku untuk membuatkan susu jahe hangat untuk sang Raja, lalu aku membuatkannya. Dan setelah itu aku tidak melihat siapapun menemuiku."


"Ini sangat aneh. Aku yakin pasti ada seseorang yang menyelinap lalu memasukkan racun itu kedalam minuman sang Raja tanpa sepengetahuan orang lain."

__ADS_1


"Aku setuju dengan pendapatmu, Master."


__ADS_2