
"Cukup!! Hentikan semua ini!! Aku tidak bisa melihat Ayahanda dan Kakek guru merasa kesakitan" ucap Xin Qian pasrah dengan keadaan yang ia alami.
"Bagus! Kau adalah seorang Ratu yang bijaksana. Kau mempertimbangkan semuanya dengan baik," balas Wang Shu.
"Aku tidak akan pergi dari tempat ini, tetapi aku juga tidak akan memberikan batu permata ini kepadamu." Xin Qian langsung menelan batu permata itu.
Semua orang terkejut dan melebarkan mata mereka.
"Tidak!!" teriak Wang Shu.
Mata Xin Qian bersinar dan Xin Qian seperti tidak bisa mengendalikan kekuatan yang ada di dalamnya.
"Xin Qian ...."
Udara di sana menjadi sangat dingin, angin bertiup sangat kencang dan membuat benda-benda di dalam istana berjatuhan.
"Master, apa yang akan terjadi setelah yang mulia ratu menelan batu permata itu?" tanya Ji Nian kepada master Chen.
"Yang Mulia Ratu akan menjadi sangat kuat, dia mungkin tidak akan bisa mengendalikan kekuatan yang ada didalam tubuhnya," jawab master Chen.
"Kurang ajar! Dia telah menelan batu permata itu, aku tidak mungkin bisa mengambilnya. Dan jika dia dapat mengendalikan kekuatan itu, maka usahaku akan sia-sia saja," batin Wang Shu.
Wang Shu langsung menotok leher Xin Qian, Xin Qian pun pingsan dan Wang Shu menangkapnya.
"Jiang Li, bawa dia ke kamarnya," ucap Wang Shu kepada Jiang Li.
"Baik, Ayahanda," balas Jiang Li.
"Raja, mengapa kau tidak meminta prajurit saja untuk membawanya ke kamar? Mengapa harus Jiang Li?" tanya Lui Wei.
"Diam kau!! Biarkan Jiang Li yang membawanya ke kamar." Wang Shu membentak Lui Wei.
"Bawa dia ke kamarnya sekarang!"
"Tapi, Ayahanda. Bagaimana jika dia nanti sadar dan melarikan diri?"
"Itu tidak akan terjadi, Jiang Li. Aku telah menotoknya, dia tidak akan bisa mengeluarkan kekuatan yang besar. Dia juga tidak akan bisa kabur dari istana ini, karena aku telah menyegel istana ini dengan sihir."
"Baiklah, Ayahanda. Aku akan membawanya ke kamar."
"Lihatlah raja Arlo! Putrimu kini sudah tidak berdaya, dia tidak bisa menolong kalian semua."
"Kurang ajar kau, Wang Shu. Aku akan membalas perbuatanmu!"
__ADS_1
"Yang Mulia Raja, bagaimana bisa kau membalas perbuatanku? Sedangkan dirimu sendiri terikat seperti ini, kau sama tidak berdayanya dengan Putrimu."
*******
Jiang Li menidurkan Xin Qian di atas kasur, kemudian ia terdiam sejenak. Ia kemudian menyentuh pipi halus Xin Qian.
Ia seperti merasa kasihan kepada Xin Qian, tetapi di sisi lain ia juga sangat membenci Xin Qian.
"Jika saja kau bukan Putri dari musuh Ayahandaku, aku pasti sudah mencintaimu. Tapi sayangnya kau adalah Putri dari raja Arlo, kau tidak pantas dikasihani ataupun dicintai," gumam Jiang Li.
"Jika kau memang mencintai Xin Qian, kau tidak akan memandang dia dari keturunan musuh atau sahabat Ayahandamu," ucap Zhulong yang memasang wajah sedih.
"Jangan ikut campur urusanku! Kau hanyalah seekor kucing yang tidak tahu apapun!" bentak Jiang Li.
"Aku memang seekor kucing, Jiang Li. Tetapi kau salah jika menganggapku tidak tahu apa-apa. Kau jelas-jelas mencintai Xin Qian, kau hanya ragu karena Xin Qian adalah Putri dari musuh Ayahandamu," ucap Zhulong.
"Jangan mengajariku soal cinta! Aku hanya mencintai kekuatan dan kekuasaan!" balas Jiang Li.
Lui Wei tiba-tiba datang dan ia hendak mencekik leher Xin Qian. Tetapi Jiang Li menghentikannya dan mendorongnya hingga terjatuh.
"Apa yang kau lakukan, Lui Wei? Apa kau sudah tidak waras?" Jiang Li menarik lengan Lui Wei lalau mendorongnya.
"Jiang Li, aku memang sudah tidak waras karena aku terlalu mencintaimu. Aku akan menghabisinya karena dia telah menjadi penghalang bagiku." Lui Wei menunjuk ke arah Xin Qian.
"Mengapa? Apa kau sudah mulai jatuh cinta dengan wanita itu?"
"Lui Wei, aku tidak jatuh cinta dengannya, tetapi aku juga tidak mencintaimu. Aku tidak ingin kau membunuhnya, karena batu permata kini berada di dalam tubuhnya."
"Aarrggghhh!! Mengapa kau tidak bisa membuka hatimu untukku, Jiang Li? Aku sangat mencintaimu."
"Kau hanya terobsesi denganku, Lui Wei. Kau tergila-gila denganku. Jangan pernah berharap aku akan mencintaimu, karena itu semua hanya mimpi yang tidak akan pernah terwujud."
"Kau telah berkali-kali menolakku, Jiang Li. Tetapi aku masih bertahan untuk mencintaimu."
"Kau sendiri yang ingin bertahan, Lui Wei. Maka kau sendiri juga yang harus merasakan sakit hati."
Lui Wei merasa sakit hati dengan ucapan Jiang Li, dia kemudian meninggalkan Jiang Li ditempat itu tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Mengapa kau tidak mencintai wanita yang mencintaimu?" tanya Zhulong.
"Untuk apa? Cinta hanya akan menghancurkan perasaanku." Jiang Li bertanya balik kepada Zhulong.
"Kau salah, Jiang Li. Kau akan sangat bahagia ketika kau merasakan cinta," balas Zhulong.
__ADS_1
"Diamlah! Lebih baik kau tetap di sini menemaninya, aku tidak ingin berlama-lama melihat wajahnya. Jika bukan karena batu permata itu, aku pasti sudah membunuhnya." Jiang Li melangkah pergi meninggalkan Zhulong juga Xin Qian.
Wang Shu kini berjalan mendekati tahta Xin Qian. Dia kemudian memanggil Jiang Li dan memintanya untuk duduk di tahta itu.
Jiang Li awalnya menolak karena seharusnya Wang Shu yang menduduki tahta tersebut, tetapi setelah Wang Shu meyakinkannya Jiang Li pun mau duduk di tahta tersebut.
"Tunggu!! Kau tidak pantas duduk di tahta itu!!" ucap Zhang Pei.
"Siapa kau? Berani sekali menentangku? Saat ini kekuasaan Peacelavia telah menjadi milikku, kau tidak bisa berbuat apapun, Zhang Pei!" balas Jiang Li sambil tersenyum licik.
Jiang Li dengan senang menduduki tahta tersebut. Tidak ada seorangpun yang dapat menentang keputusannya. Negeri ini benar-benar telah diambil alih olehnya dan para iblis.
"Dengar, Jiang Li! Kau tidak akan bisa menjadi seorang Raja karena Xin Qian masih hidup dan tinggal di istana ini," ucap raja Arlo.
"Aku akan segera membunuhnya agar aku dapat menjadi Raja di istana ini. Dan kalian semua akan aku jadikan pelayan di istana ini, karena kalian telah menghancurkan hidup Ayahandaku," balas Jiang Li.
Wang Shu tersenyum licik setelah mendengar ucapan Jiang Li, ia tidak menyangka jika anak yang ia temukan dan ia rawat dengan tujuan akan membantunya untuk melawan musuh, malah kini sangat mengagungkan dirinya.
"Kau tidak akan membunuh Xin Qian, karena batu permata kini ada didalam tubuhnya. Dan selama dia masih hidup, hanya dia lah yang berhak menjadi pemimpin negeri ini," ucap master Lin.
"Kau jangan ikut campur Kakek tua! Aku bisa melakukan apapun yang aku mau, termasuk membunuh Xin Qian!" balas Jiang Li dengan nada marah.
"Tenanglah, Putraku! Kau akan tetap menjadi seorang Raja, tetapi hanya dengan satu cara."
"Tapi bagaimana caranya, Ayahanda?"
"Kau harus menikah dengan Xin Qian."
"Apa maksud, Ayahanda? Aku tidak mungkin menikah dengannya, aku sangat membencinya."
"Jiang Li, itu ada satu-satunya cara agar kau dapat menjadi penguasa negeri ini. Jika kau ingin membunuhnya, itu tidak akan mungkin. Karena kekuatan terbesar kini berada di dalam tubuhnya."
"Tidak, Wang Shu. Aku tidak ingin kau menikahkan Putramu dengan Putriku," ucap raja Arlo.
"Lalu apa yang bisa kau lakukan sekarang, Arlo? Kau tidak akan bisa mengubah keputusan yang telah aku buat. Xin Qian dan Jiang Li akan segera menikah."
"Tapi bagaimana denganku? Kau telah berjanji akan menikahkanku dengan Jiang Li jika aku membantumu untuk merebut kekuasaan Peacelavia. Apa kau telah melupakan janji itu?" Lui Wei panik karena laki-laki yang ia cintai akan dinikahkan dengan wanita lain.
"Janji? Janji apa yang kau maksud, Lui Wei?"
"Yang Mulia, kau telah berjanji kepadaku, setelah kau berhasil mendapatkan kekuasaan Peacelavia kau akan menikahkanku dengan Jiang Li."
"Tutup mulutmu, Lui Wei! Aku adalah pengikut monster iblis, aku tidak pernah menepati janji kepada siapapun."
__ADS_1
"Pria tua ini sangat menjengkelkan, jika dia bukan pengikut monster iblis, aku pasti sudah menghabisinya," batin Lui Wei.