Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 104


__ADS_3

Waktu berlalu. Dua hari sudah Veli dan Dewa tidak bertatapan muka, pernah sekali Dewa dengan nekat menggotong tubuh istrinya dari kamar Dewi dan membawanya kedalam kamar mereka. Namun, istrinya itu justru muntah-muntah dengan hebat ketika ia memaksa mencium bibir istrinya yang begitu dirindukannya. Dewa yang merasa bersalah dan kasian akhirnya dengan sangat terpaksa membiarkan istrinya kembali tidur dikamar adiknya.


"Papi. mpmmmpp... A-ku mu--al..." ujar Veli disela-sela ciuman mereka. Dia terus memberontak mencoba melepaskan diri dari Dewa, namun suaminya itu seakan tuli. Dengan kesal Veli mencolok mata suaminya dan akhirnya Dewa dengan terpaksa melepaskan tautan bibirnya karena matanya terasa begitu perih, dan Veli langsung muntah-muntah di dalam kamar mandi.tega sekali istrinya itu mencolok matanya, meski begitu Dewa merasa menyesal karena sudah memaksa istrinya dan berakhir muntah-muntah hebat.


Mulai saat itu keduanya jarang sekali bertemu meskipun dalam satu atap. Veli yang terus menghindar dan Dewa tidak lagi berusaha untuk mendekat, tidak ingin istrinya itu muntah-muntah lagi karena dirinya.


Semenjak saat itu Dewa berubah total ia jadi sering marah-marah di kantor, semuanya seakan menjadi salah dan menjengkelkan dimatanya. Makan nya pun menjadi tidak teratur, tidur tak tenang, mandi pun tak basah.


Itu semua karena Dewa merasa frustasi tidak bisa memeluk dan bermanja-manja dengan istrinya yang berada di depan matanya. Di tambah ia sering menginginkan makanan yang harus dimasak oleh istrinya, namun, ia tidak berani untuk meminta sehingga Dewa lebih memilih tidak makan.


Veli sendiri sudah merasa begitu bersalah pada suaminya, ia sebenarnya juga tidak menginginkan kondisi yang seperti ini.


Bima. Pria itu menjadi orang yang begitu menderita dan frustasi, pasalnya ia selalu menjadi sasaran empuk dari kemarahan boss sekaligus sahabatnya itu. Apalagi saat melihat Dewa dalam mode bayi, yang selalu menangis ingin dipeluk istrinya dan mengabaikan semua pekerjaannya sehingga Bima lah yang akan keteteran mengurus pekerjaannya dan juga pekerjaan Dewa.

__ADS_1


Para karyawan pun dibuat ketakutan sepanjang waktu bila tiba-tiba berpapasan atau bertemu langsung dengan Dewa. Dewa memang selalu menakutkan tetapi sekarang Dewa menjadi lebih menakutkan lagi, para karyawan bahkan tidak berani untuk sekedar menyapa atau menatap seperti biasanya.


Seperti pagi ini, terlihat Dewa sudah marah-marah pada salah satu karyawan pria yang tidak sengaja menabraknya, apalagi karyawan itu begitu sangat menyebalkan menurut Dewa.


"Bodoh...!! Di mana matamu, hah...!!!" Bentak Dewa dengan keras pada pria bertubuh gembul yang tidak sengaja menabraknya sehingga membuat tubuh Dewa terhuyung sedikit. Hanya sedikit tetapi sudah membuat pria itu tersulut emosi dan menjadi mode senggol bacok.


Pria bertubuh gembul dan setengah ciwi-ciwi itu lantas dengan refleks menjawab dengan latah karena begitu terkejut dengan bentakan Dewa yang menggelegar itu.


Dewa yang merasa dirinya dibantah dan diejek langsung marah. "Kurang ajar, mau ku pecat kau...!!!" Geram Dewa dengan menarik kerah kemeja pria yang sudah gemetaran dan berkeringat dingin itu. Memang jawab pria itu tidak salah, hanya saja begitu menyebalkan ketika pria itu mengucapkannya.


"Ma--maaf, Pak. Jangan pecat saya..." mohon pria itu yang merasa ketakutan akan ancaman Dewa yang hendak memecatnya. Jangan sampai karena hal konyol ini ia sampai dipecat dari pekerjaannya.


Bima hanya bisa menggeleng melihat kelakuan Dewa yang semakin arogan itu. Lantas ia langsung menarik tubuh Dewa untuk melepaskan pria gembul yang malang itu.

__ADS_1


Dewa langsung melenggang pergi tidak lupa ia memberikan tatapan mautnya pada pria itu dan semua karyawan yang sedang menonton.


"Maafin Pak Dewa, ya! Dia sedang kesurupan hantu pohon kelengkeng di depan rumahnya..." kelakar Bima seraya menepuk pundak pria gembul yang ketakutan itu.


"Baik, Pak..." ujar pria itu dengan mengangguk sopan.


Bima lantas langsung mengikuti langkah tegap Dewa yang berjalan menuju lift khusus, yang akan mengantarkannya menuju ruangan kerjanya.


Setelah keduanya pergi, pria gembul itu langsung bernafas lega, merutuki kebodohannya yang bisa-bisanya latahnya kumat di hadapan atasannya yang menyeramkan itu.


Para karyawan pun langsung tertawa mengingat kelucuan pria gembul itu ketika menjawab pertanyaan bossnya dengan yel-yel yang sedang trend di Tik tuk itu.


TBC.Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...

__ADS_1


__ADS_2