
Beberapa hari kemudian, hubungan Dewa dan Velisa tak kunjung membaik, justru semakin rengga. Veli terlihat menghindari Dewa dengan menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya dan juga kumpul-kumpul dengan Nessa, Bimo dan juga Mario. Mario sudah bisa menerima tentang pernikahan Veli, walaupun tidak bisa di pungkiri masih ada rasa yang tersisa. Hal itu di ketahui oleh Dewa, beberapa hari yang lalu ia tidak sengaja melihat Veli makan di restoran yang sama dengannya, Dewa melihat Veli begitu terlihat bahagia seakan tidak punya masalah, padahal jelas-jelas hubungan rumah tangga mereka sedang tidak baik-baik saja. Dewa tidak bisa membendung lagi kemarahannya, dia sudah berusaha untuk terus meminta maaf pada istrinya dan berusaha memperhatikan istrinya supaya luluh serta hubungannya segera membaik. Tetapi istrinya itu justru sengaja menghindar dan acuh dengan segala bentuk perhatiannya. Kemarahan yang sudah Dewa tahan berhari-hari sudah tidak bisa ia bendung lagi, dan siap meledak pagi ini saat memergoki istrinya tengah bertelepon dengan seseorang, ia memang tidak bisa mendengar suara orang yang tengah berbicara dengan istrinya, namun saat mendengar perkataan yang keluar dari mulut istrinya terdengar sangat manis, membuat Dewa berasumsi bahwa yang sedang berbincang dengan istrinya itu adalah laki-laki lain, padahal belum jelas sudah menduga-duga sendiri nih suaminya Veli.
"Siapa?" tanya Dewa dengan menatap tajam istrinya, saat wanita itu baru saja selesai berbincang dan menutup panggilannya.
"Nessa," jawab Veli jujur karena memang benar adanya ia sedang berbincang dengan sahabatnya. Mereka memang suka berbicara dengan begitu mesra dan menggoda satu sama lain, bisa saja orang yang tidak mengetahuinya bisa salah paham, dan sialnya Dewa mendengar itu dan membuatnya salah paham dengan istrinya itu.
"Kamu pikir aku bodoh, percaya begitu saja. Jelas-jelas bicaramu itu sangat manis, bahkan kamu tidak pernah begitu denganku. Kamu terus-terusan mengabaikanku, apa karena ini. Karena kamu ada main di belakang ku, iya...!!!" tuduh Dewa yang sontak membuat Veli melotot tak percaya.
"Kamu jangan menuduhku sembarangan Mas...!!!" Pekik Veli meninggikan nada suaranya, karena tidak terima dengan tuduhan suaminya.
__ADS_1
"Jaga bicaramu, kamu tidak pantas berteriak padaku. Jangan karena selama ini aku berbuat baik padamu dan berusaha menerimamu, kamu jadi seenaknya padaku, kamu pikir kamu siapa hah...!!!" Bentak Dewa dengan keras di depan wajah Veli.
Veli memejamkan matanya kala Dewa membentaknya, hatinya begitu sangat sakit mendengar ucapan suaminya. Apa selama ini suaminya tidak ikhlas bersikap baik padanya, dan kata cinta itu, apa itu juga hanya sekadar ucapan belaka dan kenyataannya suaminya itu tidak pernah mencintainya dan terpaksa berbuat baik padanya.
"Apa maksud kamu Mas?" tanya Veli dengan air mata yang mengalir di pipinya, hati wanita itu begitu sesak dia seperti di bohongi selama ini.
"Cih... sudahlah aku muak dengan mu!!" hardik Dewa, dengan berlalu pergi meninggalkan istrinya yang menangis pilu. Laki-laki itu sama sekali tidak peduli, malah dia membanting pintu dengan keras saat keluar dari kamar mereka. Veli hanya bisa menangis melihat perlakuan suaminya.
Sementara di tempat lain, seorang wanita cantik dan sexy dengan pakaian mininya mempertontonkan segala bentuk keindahan tumbuh, yang membuat para pria hidung belang ingin sekali menjamahnya. Ia sedang bersiap-siap untuk menemui seseorang, seseorang yang ingin ia dapatkan kembali.
__ADS_1
"Aku harus bisa membuatnya jatuh cinta padaku lagi, dengan begitu aku bisa lepas dari si tua bangka psikopat itu lagipula aku sudah berhasil menikmati kemewahan darinya. Aku yakin sekali Dewa pasti masih mencintaiku dan dia pasti akan menendang istrinya yang kampungan dan sombong itu...lihat saja dengan tubuh dan rayuan mautku tidak sulit untuk menaklukkan pria-pria seperti Dewa, apalagi Dewa yang jelas-jelas masih mencintaiku, mengingat bagaimana terpuruknya dia saat kehilanganku..."ucapnya dengan penuh percaya diri, karena memang selama ini wanita itu tidak pernah gagal untuk mengoda para pengusaha-pengusaha seperti Dewa.
"Jangan panggil aku Jeenika, jika tidak bisa membuat laki-laki bertekuk lutut padaku..." ya wanita itu adalah Jeenika mantan kekasih Dewa, ia berencana akan membuat Dewa kembali lagi padanya, tidak peduli jika laki-laki itu sudah menikah, itu sama sekali bukan masalah besar untuk Jeenika.
Dengan langkah anggun dan sexy, wanita itu berjalan meninggalkan apartemennya, dia akan mendatangi Dewa di perusahaan laki-laki itu dengan mengendarai mobil mewahnya pemberian dari Fernando, sugar daddynya.
Berhasilkah Jeenika menggoda Dewa? dan apakah Dewa akan terggoda? hmmm bikin penasaran aja....
TBC
__ADS_1