
"Sayang...Veli...sayang bangun kamu kenapa?" Dewa terus memanggil-manggil nama istrinya dengan mengoyang-goyangkan tubuh wanita itu.
Veli tiba-tiba saja berteriak dengan kencang dan mengagetkan Dewa yang tengah tertidur. Begitu terbangun Dewa langsung menyalakan lampu, takut istrinya itu di gigit sesuatu hingga berteriak, namun justru yang ia lihat adalah istrinya yang tengah merancau dan gelisah dalam tidurnya, sepertinya istrinya itu sedang mimpi buruk.
"Mas...!" Mata Veli terbuka dengan keringat yang membasahi wajahnya dan juga wajah wanita itu tampak begitu pucat.
"Sayang kamu kenapa teriak-teriak hem? Kamu mimpi buruk?" tanya Dewa sembari membantu istrinya yang hendak duduk.
"Mas kamu kok di sini? Bukannya kamu di kantor bersama--" Veli tidak meneruskan ucapannya, ketika menyadari dia tengah berada di kamar mereka dan suaminya juga bersamanya. Adegan tiap adegan di mana dia bertengkar dengan Dewa, lalu Jeenika mendatangi kantor suaminya dan merayu Dewa, hingga mereka melakukan perbuatan menjijikkan itu sungguh seperti nyata. Dia berharap itu hanya mimpi, dadanya begitu sesak mengingat mimpi laknat itu.
"Di kantor? Lihat jam sayang, ini masih jam 2 dini hari. Sepertinya kamu mimpi buruk, dan wajahmu pucat sekali sayang," ujar Dewa menjelaskan. Laki-laki tampak terlihat khawatir melihat wajah istrinya yang tampak pucat dan juga istrinya itu tampak seperti orang linglung.
"Apa tadi itu mimpi?" gumam Veli, seraya mencubit pipinya sendiri untuk meyakinkan bahwa kejadian mengerikan itu hanya mimpi, mimpi buruk tepatnya. Bagaimana tidak buruk, jika bermimpi suaminya sendiri tengah bercinta dengan wanita lain, apalagi itu mantan suaminya.
__ADS_1
"Awww!" pekik Veli yang merasa sakit.
"Astaga sayang, kamu kenapa menyakiti dirimu sendiri? Kamu mimpi apa? Apa jangan-jangan kamu mimpi terkena azab karena sudah mendiamkan suamimu lebih dari tiga hari..." cerocos Dewa. Veli menggeleng dengan bibir mengerucut mendengar ocehan suaminya, lantas dengan cepat ia memeluk tubuh suaminya dengan erat. Dewa sontak kaget mendapat pelukan dari istrinya, namun Dewa tidak mau bertanya ini itu dulu, dengan senag hati laki-laki itu membalas pelukan istrinya yang beberapa hari ini mencueki dirinya, apa istriku sudah tidak marah?.
"Sayang kamu sudah tidak marah lagi?" tanya Dewa memastikan, dengan mengecup pucuk kepala istrinya.
"Tidak aku sudah tidak marah lagi,"ujar Veli dia takut hal menyakitkan di mimpinya tadi akan menjadi kenyataan, jika dia terus-terusan mengabaikan suaminya. Veli semain mengeratkan pelukanya, dia sungguh takut sekali.
"Mungkin ini sebagai penglihatan azab yang akan aku terima jika durhaka dengan Mas Dewa, mengerikan sekali..." ujar Veli dalam hati, yang menganggap mimpi buruk itu adalah penglihatan azab yang akan ia terima jika durhaka, seperti yang Dewa katakan tadi. Duh ada-ada aja pasutri mengemaskan ini.
Meskipun laki-laki itu penasaran apa yang membuat istrinya itu tiba-tiba memaafkan dengan mudah, padahal jelas-jelas kemarin masih mengabaikannya, namun ia berusaha mengabaikan itu, yang terpenting sekarang sudah mendapatkan maaf dari istrinya. Dan dia berjanji akan membahagiakan wanita itu dan tidak akan pernah mengecewakannya.
Veli mengangguk mendengar ucapan Dewa, lantas sedetik kemudian Dewa merebahkan kembali tubuh istrinya, apalagi wajah Veli tampak semakin pucat sehingga membuatnya khawatir dengan keadaan istrinya.
__ADS_1
"Sayang kamu semakin pucat, kamu sakit? Lebih baik kita istirahat lagi, ini masih dini hari," ujar Dewa, ia juga membaringkan tubuhnya di sebelah istrinya dan memeluk dengan erat tubuh Veli, dia sangat merindukan pelukan hangat ini.
"Baiklah Mas, aku juga masih sangat mengatuk..." Veli membalas pelukan suaminya tak kalah erat, membenamkan kepalanya di dada bidang Dewa, sementara Dewa tidak berhenti melabuhkan kecupan-kecupan singkat di pucuk kepala istrinya.
Huhh sungguh romantis sekali, bikin iri kaum jomblowan dan jomblowati.
"Aku bersyukur sekali itu semua hanya mimpi, kalau itu kenyataan sudah pasti aku akan pergi saat itu juga dan tidak akan muncul di hadapan Mas Dewa selamanya..." gumam Veli dalam hati, seraya memejamkan matanya kembali.
**Duarrr
Ternyata semua itu hanya mimpi Veli besti๐, aku memang sengaja membuat adegan ini mimpi dari Veli, supaya dengan mimpi ini Veli menjadi takut dan memaafkan Dewa๐
Aku sangat ngakak saat baca komentar besti semua, tapi aku juga merasa bersalah telah membuat para bestiku marah-marah๐
__ADS_1
Aku tidak bermaksud ngeprank kalian, aku tidak menyangka kalau besti pada marah banget sama Dewa ๐๐ sampai aku tidak berani muncul di kolom komentar ๐คญ
TBC**.