Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 96


__ADS_3

Melihat Dewa yang terdiam mengamati, Jeenika dengan gencarnya hendak menunjukkan luka-lukanya.


"Ini masih tidak seberapa, kalau kamu mau aku bisa menunjukkan bagian perut dan juga punggung ku..." ujar Jeenika denga memasang wajah sendu dan polos berharap Dewa iba melihat luka-luka di sekujur tubuhnya.


"Jangan kurang ajar kamu!!" Bentak Dewa yang tidak suka dengan tingkah wanita itu, dia pikir ia laki-laki apaan. Melihat luka-luka Jeenika Dewa memang sedikit kaget, akan tetapi ia tidak merasa kasian sedikitpun, justru ia merasa risih saat Jeenika sengaja ingin memperlihatkan luka-luka yang tersembunyi di tubuhnya.


"Memangnya kenapa dengan mu, sampai babak belur seperti itu? Jangan-jangan kamu maling, ya? Terus ketahuan dan digebukin massa..." Ketus Dewa dengan tatapan menyelidik.


Jeenika sedikit jengkel dengan tuduhan Dewa yang sangat konyol itu, mana ada seorang Jeenika menjadi maling, kecuali maling suami orang.


"Tidak Dewa, kenapa kamu menuduhku melakukan hal konyol seperti itu," kesal Jeenika dengan cemberut berharap Dewa gemas padanya. Namun bukannya gemas, Dewa rasanya ingin muntah melihat wajah menor Jeenika yang memasang wajah cemberut itu.


"Lantas...?"


"Ini semua ulah dari Fernando yang melakukan kekerasan padaku hingga aku luka-luka seperti ini, aku ingin terlepas dari dia dan menjadi wanita lebih baik lagi tetapi dia tidak terima justru dia malah memukuli dan mencambuk tubuhku dangan gespernya. Aku mohon Dewa kamu bantu aku terlepas dari Fernando, kalau perlu kamu jebloskan saja tua bangka itu ke dalam penjara," jelas Jeenika dengan panjang lebar penuh kebohongan. Luka yang ia dapat itu adalah luka yang disebabkan dari Fernando saat mereka tengah bercinta dan Jeenika juga menikmati perlakuan kasar dari pria tua itu. Jeenika sengaja membuat kebohongan jika ia dipukuli Fernando karena ia ingi pergi dari laki-laki itu dan menjerat Dewa kembali. Berharap Dewa percaya, karena tidak mungkin ia jujur jika luka yang ada ditubuhnya akibat kebrutalan Fernando saat bercinta.

__ADS_1


Mendengar cerita dari Jeenika, Dewa lantas langsung mengamati darimana sebenarnya luka wanita itu, mengingat Fernando bukanlah pria sembarangan, pria itu cukup terkenal dengan julukan pria gila ****. Dan Dewa sangat yakin saat ini Jeenika berusaha untuk mengelabuhi nya, jika luka itu memang Jeenika dapat dari sebuah penganiayaan, lantas bagaimana dengan bekas gigitan dan Kiss mark yang tercetak jelas dileher dan dada wanita itu.


"Kenapa kamu ingin terlepas dengannya? Bukankah dulu kamu meninggalkan ku Demi laki-laki itu...?!!" Dewa sama sekali tidak perduli dengan apa yang dialami wanita itu, bahkan Dewa tidak merasa iba sedikitpun.


Jeenika langsung gelagapan mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Dewa. Tentu saja ia meninggal Dewa yang dulu masih belum menjadi CEO seperti sekarang dan tidak biasa memberi semua yang ia inginkan. Berbeda dengan Fernando yang sudah menjadi CEO dan bersedia memberinya apapun meski harus menjadi budak nafsu pria tua itu.


"Aku dulu dijebak dan diancam oleh pria itu, dia menjebakku agar aku tidur dengannya dan merekam kejadian malam itu. Dia mengancam akan menyebarluaskan rekaman itu jika aku masih berhubungan denganmu, oleh sebab itu aku meninggalkanmu dan bersedia menjadi kekasihnya..." Bohong Jeenika dengan sedramatis mungkin agar Dewa percaya. Padahal kenyataannya ia sendiri yang dengan sukarela memberikan tubuhnya pada pria yang menjadi bossnya itu, demi bisa hidup mewah.


"Benarkah?...kenapa kamu tidak menceritakannya dari dulu?" Tanya Dewa dengan suara lembut seakan menyesali semua yang terjadi pada Jeenika.


Dewa yang awalnya masih ingin berakting untuk pura-pura percaya pada Jeenika seketika batal sudah, karena mendengar wanita itu menghina Mami kesayangannya. Ia tidak akan membiarkan siapapun menghina istri tercintanya itu, apalagi wanita rendahan seperti Jeenika menghina istrinya itu kampung.


"Berani sekali kamu menghina istriku kampungan, bangsat...!!!" Bentak Dewa dengan keras yang membuat Jeenika terkejut bukan main, ia kira Dewa sudah terperdaya dengan kebohongannya.


"Silahkan kamu pergi dari sini sebelum aku memanggil security untuk menyeretmu dari ruangan ku...!!!" Teriak Dewa sampai menggema di ruangan itu.

__ADS_1


"Ta-tapi Dewa...kamu maukan membantu ku..." Jeenika masih belum menyerah sebelum Dewa bersedia membantunya.


"Sana kamu lapor saja pada KOMNAS perempuan, bukan pada suami orang...!!!" Sarkas Dewa yang sedikitpun tidak ingin membantu wanita itu, menurutnya akan lebih cocok jika melapor pada pihak berwajib bukan pada dirinya. Ia sangat tahu betul ada tujuan terselubung yang tengah direncanakan oleh Jeenika, dan Dewa tidak akan membiarkan rencana busuk Jeenika itu terjadi. Dia pikir Dewa itu bisa dibodohi apa.


"Tapi Dew---"


"Pergi...!! atau aku laporkan kejadian ini pada Fernando...!!!" Dewa tahu betul dengan perangai seorang Fernando. Sudah bukan menjadi rahasia lagi dikalangan pembisnis siapa Fernando dan bagaimana kelakuan bejat pria tua itu. Simpanan pria itu bukan hanya Jeenika saja, dan luka-luka yang didapatkan Jeenika adalah luka yang didapatkan saat bercinta dengan Fernando. Dewa sangat tahu betul akan hal itu.


"Baiklah aku pergi sekarang..." tidak ingin Fernando sampai tahu kelakuan nya, Jeenika langsung patuh dan pergi dari ruangan Dewa. Bisa-bisa ia tidak bisa berjalan selam satu bulan jika Fernando sampai mengetahui rencananya, apalagi ia tadi meminta Dewa untuk menjebloskan Fernando ke dalam penjara.


"Sial...sial... gagal sudah. Ternyata Dewa tidak mudah untuk dikelabui. Lebih baik aku segera pergi, jangan sampai Dewa melapor pada Fernando. Bisa habis diriku dan hilang sumber uangku..." gumam Jeenika dalam hati dengan kesal. Tidak mau mengambil resiko yang akan merugikannya, wanita itu lantas langsung melangkah pergi meninggalkan Dewa yang terus menyorot dengan tajam ke arahnya.


TBC.


Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...

__ADS_1


__ADS_2