
Dewa saat ini sedang uring-uringan di ruanganya, kepalanya berasa mau pecah mengingat pertengkarannya dengan sang istri pagi ini, yang justru semakin melebar kemana-mana. Apalagi menyangkut urusan biologis nya, yang setiap harinya ia mendapatkan jatah kini mendadak harus puasa karena pertengkaran yang tak kunjung usai. Padahal dia ingin sekali melampiaskan hasratnya yang setiap detik seakan ingin di puaskan, bersolo saja tidak cukup untuk memuaskan birahinya.
"Sial...sial..sial, berengsek." Umpat Dewa, laki-laki itu melempar berkas di tangannya ke atas meja dengan kasar, menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya sembari memejamkan matanya dan memijit pelipisnya yang terasa berdenyut, belum lagi kepala bawahnya yang juga turut berdenyut yang membuatnya semakin pusing.
Ceklek
"Bima bisa tidak jangan menggangguku dulu," ujar Dewa yang masih dalam posisinya tanpa melihat siapa yang datang, laki-laki itu mengira itu adalah Bima, karena hanya Bimalah yang suka keluar masuk ruangannya dengan seenaknya.
tak tak tak
Suara heel seorang wanita beradu dengan lantai, sehingga menimbulkan suara nyaring yang mengusik telinga Dewa. Sontak Dewa langsung membuka matanya dan melihat siapa yang datang, hingga membuat kedua bola matanya membola sempurna ketika melihat siapa gerangan yang tadang.
__ADS_1
Deg
"Jeen," ucap Dewa terkejut.
"Hai Dewa...apa kabar sayang?" Jeenika berbicara dengan suara yang mendayu-ndayu, melangkah dengan anggun menghampiri Dewa yang tampak kaget atas kedatangannya.
"Mau apa kamu kesini? Lancang sekali kamu memasuki ruanganku!" Dewa menatap dengan tajam wanita itu, namun wanita itu tidak peduli justru dia berlengak lenggok erotis menghampirinya. Mata Dewa bergerak memindai penampilan Jeenika yang begitu menggoda di matanya, seketika jiwa lelakinya bergejolak saat melihat itu.
"Sayang jangan seperti ini, apa kamu tidak merindukan ku?" Jeenika berbicara dengan menjual kesedihannya, dan dengan tidak tau malunya dia menyandarkan tubuhnya di meja kerja Dewa dengan pose yang menggoda. Duh pelakor ini memang tidak tau malu, apapun akan ia lakukan demi mendapatkan laki-laki itu kembali.
Dewa menelan salivanya dengan susah, manakala melihat Jeenika yang begitu sexy dan menggoda di depan matanya, tubuh Jeenika yang sintal sangat terlihat jelas di depannya membuatnya sangat bernafsu, apalagi saat memandang bibir merah merona milik Jeenika, seketika bayangan masalalu dimana saat dia berciuman panas dengan wanita itu berputar di otaknya. Kabut gairah yang tengah menguasainya membuat dewa ingin sekali merasakan bibir itu lagi. Namun sebasa mungkin dia berusaha menahan gejolak itu, saat mengingat wanita itu dengan tega mengkhianati cinta tulusnya.
__ADS_1
"Merindukan penghianat sepertimu? Cih tidak sudi...!!" Sangkal Dewa dengan tajam.
"Sayang aku minta maaf, aku khilaf dan tergoda dengannya, maafkan aku..."ucap Jeenika dengan mengeluarkan air mata buayanya seolah dia begitu menyesali perbuatannya.
"Khilaf kamu bilang? Kamu tau dulu aku begitu sangat mencintaimu, tapi kenapa kamu mengkhianatiku? Apa kurangnya aku?" Dewa mengungkapkan segala kekecewaannya terhadap wanita itu. Mendengar itu Jeenika tersenyum iblis dalam hatinya, sementara dirinya berpura-pura menangis terisak-isak di depan Dewa.
"Maafkan aku Dewa, aku sangat menyesal meninggalkan kamu bahkan sampai saat ini penyesalan itu begitu menyiksaku, karena aku sadar aku sangat mencintaimu hingga saat ini. hiks..hiks..." ujar Jeenika dengan tersedu-sedu.
"Kalau kamu mencintaiku kenapa kamu meninggalkan ku? Dan karena kamu meninggalkan ku aku terpaksa harus menikah dengan wanita pilihan orangtuaku, menikah dengan wanita yang tidak aku cinta itu sangat menyiksaku Jeen. apa kamu tau itu?" lirih Dewa matanya turut berkaca-kaca, mengingat bagaimana menderitanya dia saat di khianati oleh wanita yang di cintainya dan di paksa menikah Dengan Veli, wanita yang sama sekali tidak di cintainya. Dewa begitu sangat menderita hingga membuatnya bertekad tidak akan pernah menikah untuk selamanya, orangtuanya begitu kaget mendengar niat sang anak yang tidak ingin menikah, sehingga mereka memaksa bahkan mengancam Dewa untuk menerima perjodohan dengan anak sahabatnya, karena dia sangat khawatir jika Dewa tidak menikah untuk selamanya.
grep
__ADS_1
Tanpa aba-aba Jeenika langsung memeluk tubuh Dewa, ada rasa bersalah di hatinya karena pengkhianatan yang ia lakukan membuat laki-laki yang sangat mencintainya itu menderita. Namun sayangnya dia tidak mencintai laki-laki itu, dia hanya mencinta hartanya dan menginginkan kedudukan sebagi nyonya Dewangga Raharja.
TBC