Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 35


__ADS_3

Sementara kini Dewa yang sedang marah kepada istrinya, tidak bicara sepatah kata pun di dalam mobil. Veli tahu suaminya sedang marah, namun yang membutnya bingung adalah kenapa suaminya tiba-tiba marah padanya. Dia sudah berusaha untuk mengajaknya bicara, namun suaminya hanya diam saja tidak menggubrisnya sama sekali.


"Kamu kenapa sih, Mas...?" tanya Veli, sambil menatap bingung Dewa. Namu, lagi-lagi Dewa tidak menggubrisnya.


"Kenapa sih? gak jelas banget. Tiba-tiba marah, mana di tanya diam saja lagi..." gerutu Veli mulai kesal.


Dewa menghembuskan nafasnya kasar mendengar istrinya mengerutu.


"Kamu beneran tidak tau? atau hanya pura-pura tidak tau?" tanya Dewa datar, menatap sekilas pada Veli.


Veli tidak menjawab pertanyaan suaminya, dia hanya memandang Dewa dengan sorot mata bingung. Memangnya apa kesalahannya? sehingga membuat Dewa tampak marah, bahkan menjemputnya dengan tiba-tiba di kampus. Bukankah dia pergi ke kampus, sudah mendapat izin dari suaminya?


Selang beberapa menit, kini Dewa dan Veli telah sampai di perusahaan Raharja Groupe milik Dewa.


"Kenapa kita ke kantormu Mas?" tanya Veli dengan bingung, saat Dewa membukakan pitu mobil. Ini pertama kalinya ia pergi kekantor dengan suaminya, dulu jangankan mengajak, malahan Dewa sering melarang Veli kekantornya. Tetapi tetap saja dia datang, namun berakhir dengan dirinya di acuhkan, bahkan dengan terang-terangan Dewa mengusirnya, padahal saat itu Veli baru saja tiba, dengan membawa makan siang untuk Dewa.


"Tidak usah banyak tanya...!"seru Dewa, mengengam tangan Veli dan membawanya masuk kedalaman perusahaan, seketika mereka menjadi pusat perhatian para karyawan. Tidak biasanya atasannya itu membawa istrinya ke kantor, apalagi melihat tampilan baru Veli.


"Tapi ngapain...? aku teh mau jalan sama Dewi ke Mall, kamu juga pasti lagi sibuk kan...?" tanya Veli kesal, apalagi dengan mendapati beberapa karyawan yang menatapnya, membuatnya sedikit tidak nyaman. Walaupun dulu Veli juga sering di tatap seperti ini, namun tatapan kali ini berbeda. Jika dulu mereka selalu menatap Veli dengan tatapan merendahkan, maka sekarang mereka menatap seolah hendak menerkam Veli, terutama para karyawan pria mata keranjang.


"Kamu lebih suka jalan sama Dewi, dari pada nemenin aku, hah?" tanya Dewa dengan datar.


" Bukan begitu Mas...ck, ngapain sih mereka liatin aku kayak gitu?!" gerutu Veli, melihat beberapa karyawan pria yang menatapnya dengan pandangan kagum.


Dewa yang mendengar gerutuan Veli pun, seketika menghentikan langkahnya, lalu mengedarkan pandanganya. Dia baru sadar, bahwa sedari tadi ada banyak pria-pria bajiingan yang menatap istrinya.


"Jaga mata kalian, atau mau saya congkel...!!"Bentak Dewa, sambil menatap tajam pria-pria tersebut.

__ADS_1


"Ma-maaf Tuan..." ucap salah seorang karyawan dengan gemeteran, seketika mereka segera membubarkan diri. Sebelum kena semprot atasanya.


Dengan perasaan yang teramat kesal, Dewa menatap intens istrinya. Dengan gerakan cepat, Dewa menarik kepala Veli kedekapanya dan membungkus dengan jas yang di pakainya, lalu dia membawa Veli berjalan dengan merengkuh kepala Veli. Veli yang tiba-tiba kepalanya di bungkus pun tersentak kaget.


"Kamu apa-apan sih Mas..? pengap nih!"ucap Veli tertahan, berusaha melepaskan dirinya dari dekapan Dewa.


"Sudah jangan berisik. Karena penampilanmu itu, sekarang kamu jadi pusat perhatian!"ujar Dewa kesal.


Dewa membawa Veli kedalam Lift khusus CEO di perusahaanya. Dan setelah sampai, Dewa pun langsung membawa masuk istrinya ke dalam ruanganya, dan mengunci pintunya.


Dewa membawa Veli ke sofa dengan masih merengkuh kepala istrinya, dan langsung menghempaskan tubuh Veli keatas sofa.


"Awww...kamu apa-apaan sih Mas?!" pekik Veli, karena tiba-tiba di hempaskan ke sofa.


Dewa melepas kan jas dan dasinya, lalu menaruhnya asal di sofa. Sedangkan Veli hanya menatap dengan takut suaminya.


Dewa benar-benar emosi mengingat foto-foto tadi, dan di tambah melihat istrinya berdekatan dengan pria lain bahkan sampai tertawa.


"Pakain sexy? balas dendam? apa maksudmu aku..." suaranya rasanya tercekat, tiba-tiba dadanya sesak, matanya pun sudah berkaca-kaca karena takut dengan suaminya.


"Cepat jelaskan!!!" Bentak Dewa dengan keras, dengan tatapan membunuhnya. Hingga mebuat Veli tersentak kaget dan seketika menagis. Veli benar-benar tidak menyangka Dewa akan membentuknya dengan keras, walaupun dulu dia sering di bentak-bentak, tetapi tidak sekeras sekarang.


"Itu, karena aku..." Veli tidak bisa melanjutkan ucapanya, karena sekarang dia sudah menagis dengan sesengukan.


"Aku bilang jelaskan, jangan menagis...!" Bentak Dewa lagi.


"Memangnya kenapa aku berpakaian sexy? bukankah kamu menyukainya?" jawab Veli dengan sesenggukan.

__ADS_1


Dewa semakin marah mendengar jawaban istri yang malah kembali bertanya, langsung saja dia mendekat dan memegang dengan erat kedua bahu Veli. Ditatapnya dengan tajam wajah Veli dari jarak dekat. "Aku memang menyukainya, tetapi tidak dengan memamerkanya di media sosial," ucap Dew lirih. "Paha tidak...!" imbuhnya dengan membentak.


"Kamu itu kenapa? dulu kamu selalu menghina penampilanku kampungan, lalu sekarang aku mencoba merubah penampilanku kamu marah. Dulu aku tidak bekerja kamu mengangapku benalu, lalu sekarang aku sudah bekerja menjadi model kamu tetap tidak menyukai ku. Lantas aku harus bagaimana? katakan aku harus bagaimana?" Veli berteriak dengan menangis kencang, apa yang harus ia lakukan?


Deeg


Dewa tidak bisa berkata-kata lagi, bukankah semua ini berawal dari dirinya, yang sering menghina Veli. Dari awal dirinyalah yang bermasalah, dirinyalah yang menjadi penyebab istrinya berubah. Lalu dengan teganya dirinya membentak dan membuat istrinya menagis, baru saja dia berjanji tidak akan membuat istrinya menagis. Tapi apa sekarang?


Dewa menatap Veli yang masih menangis sesenggukan, tiba-tiba dadanya terasa sesak, mengingat dialah yang menjadi penyebab istrinya menangis. Ditarinya dengan lembut tubuh sang istri supaya berdiri, dengan cepat dia memeluk istrinya dengan erat.


"Sayang maafkan aku, aku sudah membentak dan membuat sayang menangis. Aku sungguh tidak terima, fotomu di ubah di media sosial. Aku mohon maafkan aku sayang..." ucap Dewa sungguh-sungguh, dia sungguh sangat menyesal membuat istrinya menangis, bahkan membentaknya. Lantaran dia sudah sanggat emosi.


"Kamu sudah melihatnya...?"tanya Veli dengan suara yang serak, dan masih sesenggukan. Sambil menatap wajah suaminya, Setelah mengurai pelukanya.


"Iya, dan aku tidak menyukainya, hanya aku yang boleh melihat kamu berpakaian sexy..."protes Dewa, sambil tanganya bergerak mengusap air mata di pipi Veli dengan lembut.


"Maaf... aku mohon jangan berpakaian seperti itu lagi, saat pemotretan. Atau kamu berhenti saja, biar aku yang bekerja..." pinta Dewa.


"Tidak bisa... aku sudah terikat kontrak, jadi aku tidak bisa seenaknya berhenti. Kecuali kalau aku lagi hami, mungkin masih biasa di bicarakan," jelasnya.


Deg


Hamil...? sebuah kata yang tidak pernah terlintas di pikiran Dewa, membayangkan Dia dan Veli memiliki anak, membuat Dewa seketika berbunga-bunga. Selam ini memang dirinya tidak pernah berfikir soal anak, karena jika saja dia tidak di jodohkan, maka dia tidak akan menikah seumur hidup.


Entah kenapa sekarang dia sangat ingin memiliki anak, apalagi dengan istri tercintanya itu. Dia hanya ingin memiliki anak dari istrinya Velisa.


"Baiklah aku akan mebuatmu Hamil..." ujarnya dengan seringai di bibirnya.

__ADS_1


**TBC


jangan lupa beri like comment dan vote jika sika**


__ADS_2