Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 84


__ADS_3


**BTW INI STORY WHATSAPP PUNYA DEWI YANG MEMBUAT DEWA DAN BIMA MARAH, ANGGAP AJA YANG DEPAN MANYUN ITU DEWI, TERUS YG TENGAH ITU RENDY DAN YG SENYUM ITU VELI. POKOKNYA SEPERTI ITULAH GAMBARAN STORY WHATSAPP DEWI.


Back to** ****topik****


Bima tersenyum puas menatap ponselnya, setelah memutus panggilan telfonnya dari Dewa.


"Lihat saja Dewi, kamu berani tidak mengangkat telepon dariku dan juga tidak membalas pesanku, bahkan tidak membaca pesanku padahal centang dua. Kali ini apakah kamu berani melakukan itu pada Dewa, bukan aku berniat Cepu hanya saja aku tidak suka melihat tingkahmu yang suka seenaknya, bahkan sekarang Veli mulai berani mengikuti jejakmu..." ucap Bima. Lelaki itu memang sengaja memberitahukan hal ini kepada Dewa, dia begitu marah saat melihat story dari calon istrinya itu, siapa yang tidak marah melihat orang yang dicintai dekat dengan pria lain. Dengan kesal Bima langsung menelfon Dewi, namun tidak satupun panggilan diangkat oleh perempuan itu, begitupun dengan rentetan pesan yang ia kirimkan tidak ada satupun yang Dewi balas atau dibaca olehnya.


Andai saja Dewi tidak mengabaikannya, ia tidak mungkin memberitahukan hal ini pada Dewa, Bima sadar betul bila aduannya ini akan menimbulkan pertengkaran, tapi biarlah supaya kedua wanita itu jera terutama calon istrinya yang tidak pandai menjaga perasaan pasanganya, suka sekali bertindak egois.

__ADS_1


"Ck! Siapa sebenarnya pria itu? Dasar duda genit, awas aja kalau ketemu," gerutu Bima dengan menatap foto distory Dewi.


Di tempat lain, Dewi dibuat ketar-ketir kala melihat beberapa panggilan tidak terjawab dan juga pesan dari Bima yang tidak sempat ia baca, apalagi yang membuatnya lebih ketakutan adalah pesan dari kakaknya.


"PULANG...!!!" memang hanya itulah pesan yang diketik oleh Dewa, namun bagi Dewi pesan itu mengandung sebuah ancaman yang berhasil membuatnya langsung berkeringat dingin. Dewi lebih takut menghadapi kemarahan sang kakak dibandingkan kekasihnya.


"Mampus...mati aku..." cicit Dewi panik, dengan cepat langsung menghapus storynya walaupun itu sudah terlambat. Dewi langsung saja mengajak Veli segera pulang setelah sebelumnya mengucapkan terimakasih kepada Rendy. Sebelum pulang Rendy memberi sekantong mangga muda kepada Veli, dengan senang hati wanita itu menerimanya. Dalam keadaan terancam Dewi masih sempat-sempatnya bertukar nomor telepon dengan Rendy, beruntung Veli tidak membawa ponsel.


Dalam perjalanan pulang, Veli dibuat heran dengan tingkah Dewi yang tegang dan tergesa-gesa seperti orang yang sedang menghawatirkan sesuatu terlihat jelas dari gerak-geriknya.


"Gawat kak...Gawat...!!!" jawab Dewi dengan wajah yang terlihat cemas dan gusar.

__ADS_1


"Gawat kenapa? apanya yang gawat?" tanya Veli dengan mengerutkan keningnya, memandang Dewi penuh tanya.


"Sadar tidak kita keluyuran sekarang tanpa izin dari kak Dewa," jawab Dewi.


Deg


"Te- tenang saja, kita cukup diam dan tidak usah membahas hal ini. Lagian Mas Dewa kan tidak tahu, jadi tidak usah khawatir," ujar Veli yang mencoba tetap tenang mesti dalam hati sudah ketakutan.


"Masalahnya kak Dewa sudah tahu, aku tadi dengan bodoh membuat story WhatsApp dengan foto kita dan kak Dewa melihatnya lalu dia menyuruh pulang, makanya tadi aku langsung ngajak kak Veli pulang..." jelas Dewi dengan penuh kecemasan seraya mengigit ponselnya merasa menyesal dengan kebodohannya.


"APA...?!!" pekik Veli setelah mendengar penjelasan dari Dewi. "Ceroboh sekali kamu, sekarang bagaimana nasib kita..." seketika wajah Veli langsung memucat, sungguh wanita itu merasa ketakutan melebihi Dewi. Apalagi suaminya tadi sudah mewanti-wanti dirinya untuk tidak keluar dari rumah, justru dia melanggarnya dan lebih parahnya suaminya pasti bakalan marah besar denga fotonya bersama dengan pria lain.

__ADS_1


"Kita harus cepat pulang kak, sebelum kak Dewa sampai di rumah duluan," ujar Dewi dan langsung disetujui oleh Veli. Dengan berlari kecil kedua wanita itu pulang kerumahnya berharap Dewa belum sampai terlebih dahulu di rumah. Veli berlari dengan memeluk kantung plastik yang berisi mangga muda pemberian dari Rendy, melupakan keadaannya yang tengah mengandung, dia terus berlari dan berdoa dalam hati supaya suaminya belum sampai di rumah.


TBC.


__ADS_2