Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 128


__ADS_3

Sudah seminggu ini Dewa dibuat uring-uringan, lantaran semenjak kepergian Bima untuk berbulan madu bersama Dewi di Korea membuatnya sibuk sepanjang waktu, hingga tidak ada waktu berduaan bersama sang istri. Bahkan kerena kesibukannya itu kerap kali membuatnya sering berdebat dengan istrinya. Bagaimana tidak, jika ia selalu pulang larut malam dan pergi pagi-pagi, bahkan saat istrinya itu masih terlelap dalam tidurnya.


Hubungannya dengan Veli terasa sedikit dingin, tidak hangat seperti sebelumnya. Veli yang sensitif merasa jika suaminya itu mulai berubah dan tidak lagi perhatian seperti dulu, bahka untuk sekedar menghubunginya pun itu mulai jarang, hal itu membuat Veli geram dan overtinking tiap malam.


Sementara Dewa tidak bisa berbuat apa-apa karena jadwal pekerjaannya begitu padat. Bukan ia tidak memprioritaskan sang istri yang tengah hamil, hanya saja pekerjaan ini juga penting dan tidak bisa ia abaikan begitu saja, apalagi tidak ada Bima yang bisanya ia andalkan. Ia sudah berusaha menjelaskan semuanya kepada Veli. Namun, Veli yang terlanjur kesal kepada Dewa tidak mendengarkan penjelasan Dewa sama sekali, dan Dewa hanya bisa pasrah akan hal itu. Ia juga merasa menderita karena dicueki oleh istrinya disaat sedang banyak pekerjaan yang mengurus pikiran dan tenaga seperti ini.


"Ya Tuhan... Kapan Bima sakti itu pulang? Ini sudah seminggu. Awas aja kamu Bima, kamu enak-enak bulan madu sedangkan aku disini sibuk sendirian dan istriku marah karena aku tidak ada waktu buat Dia," gerutu Dewa dengan jari jemarinya yang sibuk mengetik di keyboard komputernya.


Dewa mengingat kelakuannya semalam yang membuatnya menyesal. Ia pulang sekitar jam setengah dua malam, merasa badan dan pikirannya begitu lelah, ia memutuskan untuk langsung tidur tanpa mandi dan hanya memakai bokser saja. Baru setengah jam terlelap dalam alam mimpi, tiba-tiba badannya terasa ada yang mengguncang- guncang, dan ternyata itu adalah ulah dari sang istri yang entah menginginkan apa.


Karena efek lelah dan kantuk yang luar biasa, ia tanpa sadar membentak istrinya itu, setelah itu dirinya tertidur kembali tanpa merasa bersalah.


Keesokan paginya, ia terbangun dan mengingat perbuatannya semalam yang tanpa ia sadari membentak sang istri. Setelah kejadian itu, Veli yang sebelumnya memang sudah marah pada Dewa semakin marahlah dia, bahkan wanita itu tidak menyiapkan pakaian kerja sang suami seperti biasanya. Dewa yang meminta maaf sampai menangis pun tidak Veli hiraukan sama sekali.


"Maafin Papi... Mami. Pasti semalam Mami ingin makan sesuatu dan Papi malah bentak Mami. Bodoh...." gerutu Dewa merutuki kebodohannya. Pria itu menjambak rambutnya frustasi, menyesali perbuatannya semalam.


****Tring****....


Ponselnya berbunyi dan terlihat sang istri mengirim pesan padanya. Sontak membuat Dewa tersenyum lebar. Mengira istrinya itu mengirim pesan manis untuk dirinya, seperti biasanya.


****❤️ my beloved wife❤️****


💌 "Aku izin keluar rumah"

__ADS_1


💌 "Mau ketemuan sama Nessa"


💌 "Oh...ya...aku berangkatnya sama Pak Jarwo...ini sudah dalam perjalanan"


Dewa membaca pesan itu dengan tampang cemberut. Ini namanya bukan meminta izin. Nyatanya istrinya itu mengabari dirinya saat sudah dalam perjalanan.


❤️Papi Dewa❤️


💌 "Sayang... Kenapa sudah berangkat baru bilang😢😢 Papi nggak suka Mami kayak gini... Seharusnya bilang dari tadi. Belum tentu juga Papi kasih izin loh...😩😩"


❤️ my beloved wife❤️


💌 "Lupa..."


💌 "Udah yaa...gitu aja. Papi kan orang sibuk... Takut ganggu... entar dibentak lagi... Serem..."


Hati Dewa mencelos mendapatkan sindiran dari istrinya. Beginilah jika ia membuat kesalahan, pasti selalu disindir-sindir setiap ada kesempatan.


❤️Papi Dewa❤️


💌 "Ya udah... hati-hati. Jangan aneh-aneh... Cepat pulang. Papi mau meeting habis ini... I love you my Mami...❤️💘😘😘"


Setelah lima menit menunggu balasan pesan dari istrinya dan ternyata ia tidak mendapatkan balasan, bahkan pesannya itu tidak kunjung dibaca oleh sang istri. Dewa hanya bisa menghela nafasnya dengan berat, ia berharap Bima cepat kembali.

__ADS_1


****Tok...tok...tok****...


Suara pintu Dewa diketuk dari luar.


"Masuk...!!!"


Setelah mendapatkan intrupsi dari Dewa. Seorang wanita cantik dengan balutan baju kerja yang press body masuk ke dalam ruangan Dewa. Dia adalah sekretaris baru, mengatikan sekretaris sebelumnya yang telah resign.


"Dimana Sisil? Kenapa kamu yang datang ke sini?" Tanya Dewa dengan dingin. Ia sedikit kurang suka pada satu sekertaris barunya ini. Ia lebih baik bekerja dengan Sisil yang jelas tidak suka caper. Masih ingat, jika sekretaris perempuan itu ada dua, dan satunya lagi telah resign dan digantikan oleh Sarah.


Bukan tanpa alasan Dewa tidak menyukai Sarah. Ia muak dengan sikap Sarah yang sok polos dan suka caper. Selain itu, dia suka memakai pakaian yang tidak muat di bandanya alias meletet.


"Mbk Sisil lagi ke kamar mandi Pak... Mbk Sisil sendiri yang nyuruh saya menggantikan Mbk Sisil untuk menemani Bapak meeting..."jawabannya dengan suara yang dibuat-buat seimut mungkin.


"Ck... Ya udah, kamu ikut saya Meeting... Lain kali, saya tidak mau kamu yang menemani saya Meeting...!!"


"Kenapa...?" Tanyanya dengan suara memelas, seraya meremas rok span sepahanya.


Dewa hanya diam saja, engan menjawab lagi. Ia muak mendengar suara Sarah yang lebih mirip seperti ******* itu.


Sementara Sarah hanya bisa cemberut kesal, karena atasannya yang tampan itu selalu bersikap dingin padanya. Meskipun ia tahu jika atasannya itu sudah menikah, namun ia tetap akan mencoba untuk mendekati atasannya itu. Siapa tahu dirinya hoki bisa menjadi istri kedua dari seorang Dewangga Raharja.


"Ngapain kamu masih disini? Sana pergi ke meeting room dulu, pastikan semuanya sudah siap," perintah Dewa dengan ketus saat melihat Sarah tetapi berdiri didepannya.

__ADS_1


"Eh, baik Pak." Dengan tidak rela Sarah meninggalkan ruangan Dewa, sebenarnya ia berharap bisa berjalan berdampingan dengan Dewa menuju meeting room. Namun, dirinya malah disuruh pergi duluan. Kesal sekali rasanya.


Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...


__ADS_2