
Suasana hotel yang sudah di sulap begitu indah dan mewah itu, terlihat sangat ramai oleh para tamu undangan yang sudah berdatangan. Sepasang pengantin terlihat tersenyum lebar memperlihatkan betapa bahagianya mereka saat ini begitu pun dengan keluarganya yang menyambut hangat para tamu. Pesta yang di gelar oleh Aldi begitu sangat meriah, banyak para pembisnis-pembisnis yang di undang ke acara ini, bahkan para teman-teman kuliah Dewa pun semua hadir termasuk Gery, Firza, dan Diki. Sementara Jeenika tidak di undang oleh Aldi, dia menjadi tidak respek kepada wanita itu setelah apa yang dia lakukan terhadap Dewa, begitupun dengan teman-teman Dewa yang lainya, meskipun ada juga yang tidak peduli.
Saat semua sedang berbincang-bincang, tiba-tiba atensi mereka tertuju pada tamu terakhir yang kini melangkah masuk, tak terkecuali Gery, Diki dan Firza serta teman-teman yang lainya.
Degan wajah dingin dan tentunya dengan ketampannannya yang membuat para wanita terpesona, Dewa melangkah masuk dengan gagah apalagi dengan tangan yang senantiasa memeluk pinggang wanita yang sangat cantik dan anggun. Di ikuti oleh Bima yang terlihat berwibawa tak kalah mempesonanya di mata para wanita, serta gadis di sampingnya yang sudah seperti artis, terlihat cantik dan berkelas dengan tampilan super glamornya. Veli berjalan dengan begitu gugup karena ini pengalaman pertamanya pergi ke pesta dengan suaminya, namun tidak dengan Dewi yang terlihat begitu percaya diri seolah dia adalah artis papan atas.
Para wanita seolah tidak berkedip melihat ketampanan dan karisma seorang Dewangga, namun seorang wanita yang di gandeng oleh Dewa membuat mereka terkejut. Sedikit banyak mereka tahu bahwa Veli adalah model pendatang baru dari bren pakaian yang cukup terkenal. Mereka seketika bergosip ada hubungan apa antara pengusaha kaya raya dengan model pendatang baru itu, apalagi setau mereka Dewa sudah menikah namun tidak pernah memperlihatkan sang istri di depan publik. Bisik-bisik para tamu mulai terdengar.
Dewa da yang lainnya tidak menghiraukan bisik-bisik itu, mereka terus berjalan menuju pelaminan, apalagi mereka datang sedikit terlambat dan mempelai sudah di pajang di pelaminan, dan banyak para tamu yang berbondong-bondong mengucapkan selamatan kepada sepasang pengantin baru itu.
Dewa melangkah dengan terus memeluk pinggang Veli, apalagi saat menyadari tatapan para pria di sana yang tertuju pada istrinya membuat Dewa ingin sekali moncongkel mata-mata itu. Kini keempat orang itu sudah berdiri tepat di depan sepasang pengantin dan memberikan ucapan selamat.
"Selamat Al, semoga pernikahan lo langgeng. Sorry telat," ucap Dewa seraya memeluk Aldi ala laki-laki.
"Santai bro, lo datang saja gue senang. Terimakasih semoga lo juga langgeng dan cepat punya momongan, jangan sampai gue salip nanti," ujar Aldi dengan membalas pelukan Dewa.
"Tunggu aja mungkin bayi gue sudah jadi, tiap hari gue cetak," ucap Dewa dengan santainya, membuat Aldi tertawa. Sedangkan Veli yang sedang berbincang dengan istri Aldi, sontak ingin sekali mencekik suaminya itu yang sudah berbicara sembarangan, sungguh Veli sangat malu saat ini.
Setelah Dewa dan Veli memberi selamat sekarang giliran Bima dan juga Dewi.
"Selamat bro, kata orang-orang sih semoga samawa..."ucap Bima seraya menyalami Aldi.
__ADS_1
"Thanks bro...lo kapan nyusul?"
Pertanyaan itu sukses membuat pipi Dewi bersemu merah.
"Doain gue bro, gue juga pengeng. Pengen cetak anak kayak Dewa..." bisik Bima membuat Aldi terkekeh.
Setelah acara memberikan selamat usai, kini keempat orang itu turun dari pelaminan dan menikmati pesta. Mereka sekarang duduk dan menikmati hidangan terutama dua wanita itu.
Sedari tadi Dewa terus mengomel mengajak pulang, dia merasa tidak nyaman sekali dengan tatapan orang-orang pada istrinya, Namun istrinya itu tidak mempedulikan dan malah asik memakan kue. Sementara Bima dia di buat jengkel dan kesal oleh Dewi yang menyuruhnya mengambil berbagai makanan yang di inginkannya, sehingga membuat Bima merasa malu karena dia sibuk riwa-riwi mengambikan makanan untuk Dewi, namun Bima berusaha menebalkan mukanya saat orang-orang memandangnya aneh, mungkin dia sudah di anggap rakus, pikirnya.
"Bim! Kamu ngapain sih dari tadi ngambilin makan sebanyak ini, mau kamu karungin terus di bawa pulang hah?" Tanya Dewa pelan namun penuh penekanan.
Dewa merasa kesal dan malu, lantaran sedari tadi Bima bolak-balik mengambil berbagai macam makanan sehingga membuat meja mereka penuh dengan makan.
Dewa hanya bisa mendengus kesal, kalau sudah menyangkut Dewi dia engan berkomentar lagi, bisa-bisa mereka bertengkar di pesta orang, mengingat adiknya itu sangat bar-bar yang ada dia bakal malu sendiri. Lebih baik dia memperhatikan istrinya itu yang sedang asik memakan makanan, istrinya itu sedari tadi tidak berhenti mengunyah.
"Sayang kamu lapar ya? perasaan sebelum kesini kamu sudah makan banyak..." Tanya Dewa seraya membersihkan bibir istrinya yang sedikit belepotan dengan lembut.
"Iya tapi aku masih lapar, apalagi kue ini sangat enak jadi aku tidak tahan untuk memakanya..." ucap Veli tersenyum menatap suaminya.
Cup
__ADS_1
"Iya sayang kalu begitu habiskan..." ujar Dewa seraya mencium gemas pipi istrinya yang mengembung karena makanan.
"Sayang apa kamu sudah siap kalau kita punya anak?" Tanya Dewa tiba-tiba mengingat akan ucapan Aldi soal momongan tadi.
Veli menghentikan kunyahannya, lalu menatap suaminya dengan dalam.
"Apa Mas mau punya anak dengan ku?" Bukanya menjawab pertanyaan suaminya justru dia malah balik bertanya.
Laki-laki itu tersenyum, tangannya bergerak menyentuh perut istrinya yang tampak datar.
"Tentu saja aku sangat mau, semoga dia cepat hadir di sini..."
Veli mengangguk malu dan tersenyum haru menatap suaminya, suaminya yang dulu tidak peduli dan selalu mengacuhkannya sekarang ia ingin mempunyai anak darinya, tentu dia sangat bahagia saat ini.
"Aku tidak sabar sekali ingin punya keponakan lucu dari kalian..." Celetuk Dewi yang mendengar perbincangan dua pasutri itu.
"Kalau kamu mau, kita bisa buat sendiri sayang yang lebih lucu," seru Bima dengan enteng.
Bugh Bugh
Dua tabokan mendarat mulus di kepala Bima, dari Dewi dan Dewa yang langsung membuatnya kicep, dan langsung memakan kue dengan ukuran besar di tangannya, hingga mulutnya penuh.
__ADS_1
TBC.