Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 82


__ADS_3

Sementara di tempat lain. Terlihat Veli, Dewi dan juga Rendy tengah menikmati kebersamaan mereka dengan mengobrol santai di gazebo belakang rumah Rendy, sembari menunggu buah mangga dan bumbu rujak yang tengah disiapkan oleh pelayan di rumah Rendy.


"Sekali lagi terima kasih mas Rendy buah mangganya, sampai repot-repot di buatin bumbu rujak segala..." Veli masih saja merasa sungkan pada pria itu, walaupun Rendy sendirilah yang berinisiatif menyuruh pelayannya membuat bumbu rujak.


Rendy lantas menatap Veli seraya menggelengkan kepalanya, rasanya sudah berkali-kali mendengar wanita hamil itu mengucapkan terima kasih padanya.


"Tidak merepotkan sama sekali. Lagipula saya juga ingin makan mangga muda dengan bumbu rujak pasti tambah mantap, sudah lama saya tidak memakanya." Rendy sengaja meminta pelayannya untuk membuat bumbu rujak, menurutnya mangga muda akan lebih nikmat jika dicocol dengan bumbu rujak.


"Aku juga ingin mencoba, seumur-umur baru sekarang aku akan memakan mangga muda, biasanya sih yang sudah matang," sahut Dewi. Memang perempuan itu tidak pernah sama sekali menikmati mangga yang belum matang itu, dia sudah engan memaksannya lantaran mendengar dari orang-orang jika rasanya asam, dan Dewi sangat tidak menyukai rasa asam.


"Oh ya? kali ini kamu harus mencoba, saya jamin kamu bakalan suka," tutur Rendy


Tidak lama kemudian seorang pelayan datang dengan membawa nampan yang berisi potongan mangga muda dengan ditemani bumbu rujak.

__ADS_1


"Permisi tuan, ini mangga muda dan bumbu rujaknya..." ucap pelayan itu dengan sopan.


"Letakan di atas meja saja bik..." titah Rendy.


Dengan hati-hati pelayan itu meletakkannya di atas meja.


"Terimakasih bik..." ujar Veli dengan tersenyum ramah.


"Sama-sama non, kalau begitu saya permisi." Pelayan itu membalas senyum Veli dengan ramah pula dan langsung beranjak dari sana.


"Silakan langsung kita makan..." ujar Rendy seraya mengambil garpu untuk menusuk potong mangga itu.


Sudah mendapatkan izin dari sang empu, langsung saja Veli mengambil potongan mangga dengan garpu, lalu mencoleknya dengan bumbu rujak dan langsung melahapanya.

__ADS_1


Mata wanita itu langsung membulat sempurna, kala lidahnya merasakan sensasi asam, manis, pedas dan gurih secara bersamaan. Rasanya begitu sempurna dan pas dilidahnya.


"Woah...ini sangat enak," ujar Veli dengan berbinar-binar, seraya tangannya memegang pipinya dengan tersenyum manis.


"Jangan lupa kita foto dulu." Dewi langsung mengarahkan kamera depan ponselnya, memposisikan dengan sempurna dan mereka langsung berselfie dengan Rendy yang diapit oleh kedua wanita cantik itu, mereka berpose seraya memamerkan potongan mangga muda di tangannya masing-masing.


Hasil jepretannya terlihat begitu sempurna, mungkin efek dari ponsel mahal Dewi sehingga menghasilkan foto yang jernih tanpa cela. Dalam foto itu mereka terlihat begitu dekat dan akrab, orang yang melihatnya tidak akan percaya jika mereka baru mengenal belum 24 jam.


Diam-Diam Dewi menjadikan foto itu sebagai story di Whatsaapnya, tanpa memikirkan dampak apa saja yang akan di hadapi akibat foto tersebut. Bisa saja membuat seseorang yang sedari tadi menunggu pesan dari sang istri murka begitupun dengan seseorang yang sibuk dengan pekerjaannya.


Dengan tersenyum tanpa beban, lantas Dewi ikut menikmati mangga muda dan mengobrol satai dengan Rendy, sedangkan Veli wanita itu sudah sibuk memakan mangga muda dengan lahap tanpa memperhatikan sekitar, mengabaikan Dewi dan Rendy yang asik mengobrol. Sepertinya dipikirkan wanita itu hanya ada mangga muda.


Niatnya ingin fokus up biar cepat tamat, tiba tiba jatuh sakit mana lama bgt lagi gk sembuh-sembuh. Mau aku paksain buat up, jangankan buat mikir bangun saja rasanya bumi kayak gempa. Ini udah agak mendingan dapat bonus gak bisa cium bau apa-apa😒

__ADS_1


TBC.


__ADS_2