Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 63


__ADS_3

Setelah beberapa saat, semua makanan di meja sudah habis, bukan hanya Veli dan Dewi saja yang turut makan, justru Bimalah yang makan paling banyak di atara mereka, katanya dia lah yang repot mengambil berbagai makanan jadi dia harus kebagian yang paling banyak, sedangkan Dewa hanya memakan beberapa saja.


Mereka sudah bersiap-siap hendak pamit pulang, namun tidak jadi lantaran salah satu teman Dewa menghampirinya dan mengajak bergabung dengan teman-teman yang lainya, mau menolakpun tidak enak, jadi disinilah Dewa, Veli, Bima dan juga Dewi tengah berdiri di kumpulan teman-teman Dewa dan Bima.


Dewa memperkenalkan Veli sebagai istri untuk yang pertama kalinya di hadapan para teman-temannya, Bima pun juga tidak mau kalah, dengan bangganya pria itu memperkenalkan Dewi sebagai kekasihnya saat ini.


Teman-teman Dewa yang melihat Veli secara langsung pun tampak terkejut, selama ini mereka berpikir Veli adalah wanita yang jelek dan dengan penampilan yang kampungan dan tidak menarik sama sekali, seperti yang pernah Dewa katakan. Dewa selalu bercerita soal kejelekan istrinya yang tidak menarik di matanya, namun apa ini. Istri dari Dewa begitu cantik dan mempesona dimata mereka, dimanakah bentuk dekil dan kampungan yang Dewa bicarakan, apakah Dewa sudah gila dan buta, istri secantik ini di bilang jelek dan kampungan, begitulah pikir mereka.


Bima begitu tampak was-was melihat tatapan para teman-temannya kepada Veli, Bima tau betul dengan pikiran mereka begitupun dengan Diki, Firza dan juga Gery, mereka juga sedikit gusar. Namun tidak dengan Dewa yang tampak sibuk cemburu melihat istrinya di tatap seperti itu, sepertinya pria itu tidak peka.

__ADS_1


"Gue nggak nyangka, setelah sekian abad menjombo akhirnya lo punya gandengan, malah adiknya Dewa lagi, hebat banget lo Bim..." Seloroh Diki, yang mencoba mengalihkan perhatian teman-temanya dengan membahas Bima, sebelum ada yang membahas tentang istri dari Dewa yang tampak jauh dari bayangan mereka.


"Siapa dulu dong, Bima gitu loh..."seru Bima dengan bangga, Bima seolah tau dengan maksut Diki segera menyahuti ucapan pria itu.


"Cih, pede sekali lo Bim. Dewi sebaiknya kamu sama aku saja, daripada sama Bima. Tampanan juga aku..." ujar Diki seraya menyisir rambutnya kebelakang dengan jarinya memperlihatkan pesonanya, yang berhasil membuatnya menyandang status cassanova.


"Sorry, seorang Dewi tidak minat dengan barang bekas...!" Jawab Dewi santai yang berhasil menohok Diki, Dewi cukup tau dengan perangai teman kakanya itu. Sontak semuanya tertawa mendengar jawaban Dewi yang kelewat jujur itu, Veli yang tidak paham pun menyikut lengan Dewi yang dirasa ucapannya kurang sopan. Sedangkan Diki ingin sekali menabok bibir Dewi yang sudah dengan entengnya menyebut dirinya barang bekas.


"Sialan...!!" Umpat Diki, semua orang tertawa. Kecuali satu pria yang sedari tadi terus menatap ke arah Veli dengan tatapan yang sulit terbaca, tiba-tiba pria itu tersenyum licik saat melihat Dewa yang terus menempel kepada Veli.

__ADS_1


"Ekhmm...jadi yang lo bawa itu istri lo Wa? Gue kira tadi dia simpannan lo...!!"Celetuk sosok pria tampan blasteran yang sedari tadi menatap Veli.


Dewa yang sedang tertawa seketika langsung menghentikan tawanya, dan menatap tajam kepada pria itu. Begitupun dengan yang lainya, langsung menatap dengan tatapan tidak sukanya mereka sudah terbiasa dengan perangai pria itu yang memang suka sekali mencari masalah dengan Dewa dari dulu, namun mereka masih berbaik hati tetap berteman dengan pria itu, karena dia hanya seperti itu terhadap Dewa.


"Maksud lo apa ngomong kayak gitu...?!!" Tanya Dewa dengan tajam, seraya berjalan mendekat ke arah pria yang bernama Samuel.


"Maksud gue, gue nanya itu beneran istri lo atau simpena lo. Secara kan bukan jadi rahasia lagi di antara kita, jika seorang Dewangga tidak mencintai istrinya. Lo sendiri kan yang sering cerita sama kita-kita, tentang ketidak sukaan lo sama istri lo itu, jadi tidak ada salahnya dong gue nanya seperti itu..." ujar Samuel dengan tersenyum miring menatap Dewa, yang sudah menatapnya tajam dengan rahang yang mengeras.


Deg

__ADS_1


TBC.


__ADS_2