
Di sinilah Veli dan Dewi berada, di salah satu Mall terbesar di Kota Jakarta. Dewi mengajak Veli ke dalam toko baju-baju branded.
"Pilih yang banyak kita habiskan uang kak Dewa...hahahah,"ujar Dewi, Dewa tadi memberikan kartu kredit kepada istrinya sebelum berangkat ke kantor tadi. Dewa kembali merasa bersalah karena dulu dia tidak pernah memberikan uang untuk kebutuhan Veli, dia hanya memberi uang yang cukup untuk kebutuhan dapur saja, untungnya Veli memiliki uang tabungan untuk membeli kebutuhannya sendiri.
Mereka memilih dengan begitu antusias apalagi Dewi, si paling rempongibel dan gila belanja.
"Kamu harus memakai ini nanti..." ujar Dewi, sambil menyerahkan beberapa baju yang dia pilih untuk kakak iparnya itu. Walaupun kaka iparnya itu sudah mulai terlihat modis, namu masih kurang menurutnya. Dewi akan memberikan sentuhan jari jemarinya untuk menyulap Veli agar terlihat lebih modis, elegan, berkelas dan sexy menurut versinya, apalagi kaka iparnya kini sudah menjadi seorang model.
Begitu saja sudah membuat Dewa marah-marah, apalagi nanti jika Veli berpakaian menurut fashion yang di anut oleh Dewina Raharja yang super sexy, bisa-bisa Dewa langsung kejang-kejang melihat penampilan terbaru istrinya. Seperti saat ini Dewi hanya mengenakan tang top crop dan rok mini keluar rumah, sungguh berani dia. Sedangkan Veli hanya mengenakan dress selutut yang simpel namun elegan.
"Apa ini?"tanya Veli, sambil melihat baju yang ia peganga, mini dress yang begitu pendek dan nerawang, membuat Veli bergidik ngeri.
__ADS_1
"Ini tuh lingerie...kak Veli harus memakai ini saat sedang berduaan dengan kak Dewa di dalam kamar, biar kak Dewa semakin bucin denganmu kak...!" ujar Dewi sambil tersenyum menggoda.
"Emang harus ya?" tanya Veli dengan malu-malu kambing, selama ini Veli hanya berani mengenakan hotpants dan tang top saja di depan Dewa, tidak dengan baju seperti saringan ( tapi bukan saringan matanya sashuke ya...).
"Ya harus lah...emang kak Veli mau kak Dewa liat cewek sexy di luar sana? pasti enggak kan? jadi mulai sekarang kak Veli harus lebih berani lagi di depan kak Dewa, ingat pelakor zaman sekarang itu pada nggak tau diri...!!!" ujar Dewi serius. Veli pun akhirnya luluh dengan bujuk rayu sang adik ipar.
Mereka berbelanja banyak sekali sampai lupa waktu dan segalanya, bahkan Veli lupa untuk memberi kabar kepada suaminya, sedangkan ponselnya yang terus berbunyi ia abaikan karena memang ponselnya ia silent.
"Sial...!!! ngapain aja sih belum ngabarin juga? di telefon juga nggak di angkat. Ck, awas aja kalau kamu berani macem-macem yank, aku hukum kamu, atau perlu aku kurung kamu!" gerutu Dewa kesal, sambil mondar-mandir dan sesekali mengacak-acak rambutnya seperti orang frustrasi, dan tidak bisa fokus dengan kerjaanya.
Setelah menghabiskan waktu berjam jam di Mall dengan berbelanja begitu banya, apalagi Dewi sudah seperti orang yang mau jualan saja dia. Kini mereka memutuskan untuk pulang, dan Veli masih melupakan bahwa dirinya belum mengabari suaminya sama sekali, mereka berdua berjalan beriringan keluar Mall namun Dewi yang sedang mengoceh dan tak memperhatikan jalannya tak sengaja menabrak seseorang.
__ADS_1
"Hey...kamu tidak punya mata ya!!!"bentak seorang wanita cantik dan super sexy yang tidak sengaja Dewi tabrak.
"Aduh...maaf mbak, saya kurang hati-hati tadi..."ujar Dewi meminta maaf dengan tulus, karena memang dia yang salah.
"Dewi...?"
Deg
"Kau...!!"
TBC.
__ADS_1