
Disisi lain, terlihat Jeenika tengah bermanja-manja ria dengan Fernando. Wanita itu sedikit menyadari adanya keanehan dari sikap Fernando. Biasanya Fernando akan begitu senang dengan tingkah manjanya namun kali ini wajah Fernando tampak datar dan terkesan dingin. Bahkan pria itu sama sekali tidak banyak bicara dan tidak pula mencium dirinya seperti biasanya yang tidak pernah absen sedikit pun untuk menyentuh dirinya. Namun Jeenika berfikir jika Fernando tengah kelelahan dan tidak bergairah untuk sekedar menyentuhnya.
Keadaan Jeenika bisa dibilang sudah membaik, tidak ada luka yang serius. Hanya saja kulit tubuhnya yang sedikit melepuh akibat tersiram minuman panas waktu itu, dan juga beberapa lebam yang masih terasa nyeri.
"Kamu kenapa sayang? Kok dari tadi diam saja..." Tanya Jeenika dengan menggenggam tangan Fernando yang tengah duduk di kursi tunggu di depannya, sedangkan Jeenika duduk bersandar pada bantal yang ditumpuk di belakangnya.
"Tidak apa-apa baby," jawab Fernando dengan tersenyum seraya membalas genggaman tangan Jeenika.
"Rasanya aku sudah tidak sabar menyiksa kesayangan ku ini. Tetapi tidak akan seru jika aku bermain dengan tubuhnya yang lemah ini. Apalagi dengan luka-luka itu, rasanya sangat tidak membuatku bergairah. Jeenika jangan salahkan aku jika mulai sekarang kamu akan aku kurung dan menjadi pemuasku saja. Kamu bukan lagi kekasihku, namun kamu sekarang tidak lebih hanya sekedar pemuasku saja..." ucap Fernando dalam hati dengan tersenyum licik menatap Jeenika dengan pandangan yang sulit diartikan. Bagi seorang Fernando pria psikopat dan egois, tentu saja sangat membenci yang namanya penghianatan terlebih ini soal perasaan. Meskipun ia adalah tipe pria yang tidak cukup dengan satu wanita, namu ia tidak bisa memungkiri jika dirinya ada sedikit perasaan pada Jeenika yang ia ketahui sebagai wanita polos dan penurut, oleh sebab itu Fernando memberikan status kekasih yang tidak pernah Fernando berikan pada wanita mainannya yang lain.
"Sayang aku merasa kamu berbeda saat ini." Jeenika tentu saja merasa aneh dengan sikap Fernando yang hanya diam menatap dirinya dengan tatapan yang sulit ia definisikan.
"Berbeda bagaimana, hmmm?" Fernando menaikan sebelah alisnya, berpura-pura seolah tidak mengetahui akan maksud ucapan Jeenika. Ia mengecup tangan Jeenika untuk membuat wanita itu tidak curiga kepada-nya.
Jeenika langsung bertindak agresif dengan mencium bibir Fernando dengan intens. Fernando yang memang pria kelebihan hormon tentu saja langsung membalas ciuman dari Jeenika tak kalah agresif. Ingin sekali rasanya ia menerkam wanita itu, apalagi dengan gairahnya yang sudah membara sedari tadi dan gagal terpuaskan lantaran melihat video Jeenika yang membuatnya naik pitam, sehingga dengan terpaksa ia meninggalkan wanita panggilannya di ruangannya.
__ADS_1
"Ahhh...aku ingin Deddy..." rancau Jeenika yang sudah terbakar gairah. Terlalu lama hidup dengan Fernando dengan bebas membuat sosok Jeenika menjadi wanita gila belaian dan sentuhan lelaki.
"Tidak baby tubuhmu masih luka..." Tolaknya dengan mati-matian menahan hasratnya.
Jeenika langsung saja cemberut mendapatkan penolakan dari Fernando, tidak biasanya pria itu menolak dirinya. Biasanya di manapun pria itu ingin pasti langsung menerkam nya. Tidak peduli jika ia bermain di dalam mobil yang sedang melaju, mengabaikan sang sopir yang sudah ketar-ketir mendengar suara laknat dari keduanya.
"Kamu pasti jijik menyentuh ku karena kulitku yang tidak mulus kan?"
"Tentu saja bodoh...!" Gerutu Fernando dalam hati.
"Tidak baby aku hanya tidak ingin membuat tubuhmu terluka lebih parah lagi. Kamu pasti paham dengan cara bercinta ku kan?" Rayunya dengan begitu lembut.
Jeenika seakan lupa dengan cara bercinta pria itu, akibat terbakar gairah hampir saja ia mengumpankan tubuhnya pada serigala di depannya itu. Hal itu juga menjadi penyebab Jeenika berhubungan dengan banyak pria, ia ingin mencari kenikmatan yang selama ini tidak pernah ia dapatkan dari sosok Fernando.
"Lebih baik sekarang kamu istirahat agar lekas pulih. Kata Dokter lusa kamu sudah boleh pulang..." ujarnya dengan membantu Jeenika berbaring di ranjang.
__ADS_1
"Iya kamu benar. Aku harus banyak-banyak istirahat..." balas Jeenika dengan cepat, ia sangat bersyukur hari ini terlepas dari pria psikopat itu.
"Aku harus kembali ke kantor. Ada berkas penting yang harus aku tanda tangani. Nanti malam aku kesini lagi, baby..." ujar Fernando dengan mencium kening Jeenika sebelum keluar dari ruangan wanita itu.
Saat sudah di luar Fernando terlihat menghubungi seseorang lewat ponsel.
"Hallo Baby... datanglah ke kantorku sekarang. Aku sangat merindukan tubuh indahmu itu..." ujar Fernando seraya berjalan. Entah siap wanita yang sedang dihubungi oleh pria itu sampai membuat Fernando tersenyum dengan mengigit bibirnya sepanjang bertelepon dengan wanita itu.
Saat hendak memasukkan ponselnya kedalam saku celananya setelah selesai bertelepon. Fernando langsung teringat dengan Veli saat melewati tempat di mana ia bertabrakan dengan wanita yang berhasil membuatnya terpesona itu, bahkan ia tidak pernah merasakan hal ini pada wanita manapun termasuk Jeenika. Seperti ada getaran-getaran gempa yang ia rasakan ketika menatap mata indah seorang Velisa istri dari Dewa itu.
"Aku berharap kita bertemu lagi sayang...kamu adalah wanita pertama yang berhasil membuatku merasakan hal aneh. Kamu harus tanggung jawab sayang..." ujarnya dengan tersenyum manis mengingat wajah canti Veli yang menggemaskan ketika menarik adiknya yang sedang mengomelinya. Wajah sungkan dan tidak enak Veli terlihat begitu menggemaskan dimata Fernando.
"Sepertinya aku sudah gila..." gumam Fernando yang menyadari ia tersenyum-senyum sendiri di koridor rumah sakit kala mengingat Veli.
Dih...dih... ngapain si Fernando. Belum tau aja si Veli itu istri orang. Awas jangan suka sama Veli, suaminya galak. Entar kena tampol sama si Papi tukang nyusu itu xixixix...😁😁🙈
__ADS_1
Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...