Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 121


__ADS_3

Hari ini Dewa sudah harus bertemu dengan Pak Surya yang sudah terus mendesaknya untuk bertemu. Pak Surya sudah menentukan tempat dimana mereka akan melakukan pertemuan, yaitu disebuah hotel mewah yang sudah Pak Surya boking.


Sebelum bertemu, tentu saja Dewa harus memastikan semua bukti-bukti tentang kelicikan Pak Surya harus sudah siap. Karena itu, membuat Toni dan temannya yang seorang intelejen itu bekerja dengan keras seharian. Dewa tidak ingin datang tanpa persiapan begitu saja, ia perlu membawa bukti-bukti yang kuat yang nantinya bisa ia pakai untuk menekan pihak Pak Surya jikalau nanti pria itu mendesak dan menjerat dirinya dengan tipu daya pria itu.


Diruangan kerja Toni, Dewa tengah memutar sebuah video yang menunjukkan kelicikan Pak Surya dalam mengelabuhi dan menjerat rekan-rekan kerjanya. Bahkan ia tidak akan menyerah sebelum rekan kerjanya itu tunduk dibawah kakinya. Tak jarang pria itu akan menghalalkan segala cara untuk membuat perusahaannya itu berjaya dan tidak terkalahkan. Sayangnya Pak Surya telah salah dengan menargetkan perusahaan Dewa untuk menjadi korban selanjutnya. Tentu saja Dewa tidak akan tinggal diam, ia akan membalas kelicikan pria itu.


"Bagus. Saya suka dengan cara kerjamu. Saya akan memberikan bonus untukmu dan juga temanmu itu," ujar Dewa dengan tersenyum puas seraya mencabut flashdisk yang berisi bukti-bukti itu.


"Terimakasih kasih Pak! Saya senang sekali bekerja dengan anda," ucap Toni yang sumringah lantaran akan mendapatkan bonus, biasa dipastikan bonus yang diberikan oleh Dewa tidaklah sedikit.


"Tapi Pak, anda harus tetap hati-hati dengan Pak Surya. Jangan sampai Anda nantinya akan tergoda dengan senjata pamungkas yang akan dimainkan oleh Pak Surya. Bahkan senjata pamungkas inilah yang kebanyakan membuat orang-orang terjerat dalam tipu daya yang dimainkan oleh Pak Surya. Para klien akan lebih memilih senjata pamungkas ini dari pada harus membayar ganti rugi yang berlipat-lipat itu..." jelas Toni dengan serius. Sering kali para klien lebih memilih senjata pamungkas Pak Surya daripada harus membayar sejumlah uang. Selain mendapatkan kenikmatan surgawi, mereka juga tidak perlu repot-repot mengeluarkan uang. Namun pada akhirnya mereka akan menyesali kebodohannya itu. Pak Surya akan terus mengusik dan memeras rekan kerjanya itu, jika tidak ia akan menghancurkan rekannya itu dengan mengancam akan menyebarkan sebuah scandal yang pastinya akan sangat memalukan jika harus diketahui oleh publik, belum lagi selain nama baiknya hancur tentu saja perusahaannya juga akan ikut hancur juga.

__ADS_1


"Kau tidak perlu menghawatirkan Dewa dengan senjata pamungkasnya Pak Surya. Kau tau Boss Dewa sangat amat bucin dengan Istrinya. Aku jamin Boss Dewa tidak akan tergoda dengan senjata pamungkas yang sudah dicoba oleh banyak orang itu," ujar Bima dengan yahki. Ia sangat menjamin Dewa tidak akan tergoda dengan senjata pamungkas itu, mengingat bagaimana bucinnya Dewa pada istrinya.


"Ck! Bima kau belum melihat bagaimana menggodanya senjata pamungkasnya Pak Surya ia itu. Sudah banyak orang yang tergoda dengannya. Bahkan yang sudah sesumbar tidak akan tergoda pun, pada akhirnya mereka tetap berakhir di atas ranjang. Jadi kita tetap harus waspada dan ingat nanti saat pertemuan jangan pernah menyentuh makanan dan minuman yang mereka hidangkan nanti, jika tidak ingin terjerumus dalam jeratan yang dia buat..."tutur Toni dengan serius. Ia sudah tahu dengan cara main Pak Surya untuk menjerat lawannya. Cukup berhasil memang terlebih jika rekannya itu memang pria hidung belang, pasti akan sangat senang disuguhi mangsa gratis.


"Tidak akan! Di rumah sudah ada. Bahkan lebih menggoda, dan ekslusif hanya untuk ku..."sangkal pria yang seumuran dengan Dewa dan Bima itu. Bahkan dia juga sudah menikah dan memiliki seorang putri kecil.


"Jadi kau pikir aku ini pria murahan yang akan tergoda dengannya begitu?"Tanya Dewa dengan menatap tajam pada Toni.


"Kau tidak perlu melakukan itu! Aku ini tipe pria setia. Kau tau, aku tidak akan bergairah sedikit pun pada wanita lain, meskipun dia memakai pakaian setengah telanjang sekalipun. Kecuali kalau itu istriku, sudah pasti aku akan mengurungnya tujuh hari tujuh malam. Jadi jangan sekalipun kau meremehkan kesetiaan ku. Itu sama saja kau menghinaku, paham!!!"Cerocos Dewa panjang lebar dengan nada ketus.


"Iya..."jawabannya dengan menunduk takut. Dalam hati sudah merapalkan do'a, semoga janji bossnya yang akan memberikan bonus besar tidak dibatalkan.

__ADS_1


"Ayo Bima kita berangkat. Malas sekali melihat wajah Toni ini, meremehkan ku sekali. Dia fikir haya dia saja suami yang setia. Bahkan aku lebih berkali-kali lipat setia pada istri dibanding dia!!!"Ketus Dewa yang perasaannya masih saja dongkol dengan penuturan Toni yang sok menasehatinya.


Toni hanya bisa menelan ludahnya saja, saat mendapatkan omelan yang berkepanjangan dari Boss Dewa nya ini. Rasanya aneh sekali, kenapa Bossnya ini sekarang menjadi sensitif dan pemarah.


Bima lantas tertawa mengejek Toni yang ketar-ketir mendapatkan omelan dari Dewa. Toni tidak tahu saja jika Bossnya ini sedang cosplay menjadi Pakmil alias Bapak hamil. Sangat sensitif dan mudah marah.


Akhirnya kedua orang itu pergi dari ruangan Toni dan meninggalkan Toni seorang diri yang tengah ketar-ketir takut tidak mendapatkan bonus itu. Bisa gagal rencananya yang ingin membeli mobil baru untuk istri tercinta.


"Semoga hidayah-Nya Pak Dewa masih belum pergi. Jangan sampai bonus ku hangus..."Do'a Toni dengan khusyuk.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...


__ADS_2