Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 98


__ADS_3

Sementara Dewa yang baru saja keluar dari ruang pribadinya karena mengira istrinya berada di sana pun, di buat heran ketika mendengar suara ribut-ribut dari arah luar ruangannya.


Dengan berdecak kesal Dewa melangkahkan kakinya menuju luar ruangannya, hendak memarahi orang yang sudah berani-beraninya ribut diarea ruangan pribadinya, sehingga mengganggu pekerjaannya.


Namu ketika pintu terbuka, jantung Dewa seakan hendak copot ketika mendapati istrinya terjatuh di depan matanya sendiri, dan melihat dengan jelas bagaimana Jeenika mendorong istri tercintanya itu.


Prankk...bruakk...!!!


"MAMI...!!!" Teriak Dewa dengan kencang seraya berlari menghampiri sang istri yang sudah terduduk di lantai dengan memegang perutnya. Dewa lantas berjongkok dan memeluk erat tubuh sang istri, tidak peduli jika pecahan gelas yang berserakan itu menggores kulitnya.


"Sayang! Kamu tidak papa kan? Mana yang sakit? Baby kita baik-baik saja kan?" Tanya Dewa dengan bertubi-tubi, sangat terlihat jelas kekhawatiran dan kepanikan yang dirasakan oleh pria itu.


"Perut ku, kram Papi..." lirih Veli yang merasa perutnya seperti kesetrum. Mungkin karena kaget tiba-tiba jatuh, untung saat terjatuh tadi Veli bisa menyeimbangkan tubuhnya sehingga tidak terjadi hal serius pada kandungannya.


"Akhhh...!! Panas...Sialan kamu Veli...!! Kamu pasti sengaja kan menyiramku....!!!" Pekik Jeenika seraya mengibas-ibaskan tubuhnya yang merasakan perih akibat terkena kopi dan coklat panas yang Veli bawa tadi. Apalagi lebam-lebam pada tubuhnya yang terkena minuman panas itu terasa begitu perih, mungkin bisa saja sudah melepuh


Veli yang melihat Jeenika kesakitan seketika tersenyum licik. Ya, saat Jeenika tengah mendorongnya tadi dengan sangat sengaja Veli menyiramkan kopi dan coklat panas di tangannya pada tubuh Jeenika. Orang-orang pasti akan mengira itu adalah kesalahan dari Jeenika karena sudah mendorong Veli sehingga menjadi bumerang bagi dirinya sendiri karena tubuhnya terkena siraman minuman panas itu. Padahal kenyataannya itu adalah ulah dari Veli sendiri. Untuk menghadapi orang licik harus dengan kelicikan juga kan? Pikir Veli.

__ADS_1


Dengan kemarah yang memuncak Dewa lantas bangkit dan menghampiri Jeenika yang merintih kesakitan.


Plak...plak...


Dua tamparan keras Dewa layangkan pada pipi kiri dan kanan Jeenika.


"Apa yang kamu lakukan pada istriku, hah?!! Berani sekali kamu mendorongnya...!!!" Teriak Dewa dengan keras di depan wajah Jeenika. sangat terlihat jelas pria sedang marah besar, terlihat dari wajahnya yang mengeras dan urat-uratnya yang tampak saat pria itu berteriak.


Jeenika begitu tidak menyangka jika Dewa bakal menamparnya, bahkan ia mendapat dua tamparan sekaligus, padahal jelas-jelas ia juga tengah terluka akibat terkena minuman panas itu. Apalagi luka yang ia dapat jauh lebih parah daripada Veli.


"De-dewa...Kamu menamparku...?" lirih Jeenika tidak percaya. Dengan menahan rasa sakit di tubuhnya dan juga kedua pipinya, sungguh miris sekali keadaan wanita itu sekarang.


"Lebih baik kamu segera pergi dari sini Jeenika...!!" celetuk Bima dengan datar. Sembari membantu Veli untuk berdiri. Ia begitu muak melihat wajah wanita itu yang sudah membuat sahabatnya begitu menderita dan sakit hati, padahal Dewa begitu mencintainya dengan tulus.


Dewa dengan sigap langsung menghampiri sang istri dan menggendongnya ala bridal style.


"Sayang kita kerumah sakit yaa?...Papi takut baby kita kenapa-napa..." ujar Dewa dengan lembut, pria itu masih merasa khawatir pada istrinya.

__ADS_1


"Tidak perlu...aku hanya kram saja..."jawab Veli dengan datar. Dewa yang mendapat sikap dingin dari Mami kesayangannya itu menjadi bertanya-tanya, bahkan istrinya itu sama sekali tidak mau memandangnya.


"Kalau sampai terjadi sesuatu dengan kandungan istriku, aku tidak akan segan-segan untuk menjebloskanmu ke penjara Jeenika. Bahkan aku juga sanggup untuk membunuhmu, supaya manusia sampah di Bumi ini sedikit berkurang...!!!" Ancam Dewa dengan serius sebelum berlalu membawa tubuh istrinya kedalam ruangannya.


"Ap-pa? Jadi perempuan kampung itu sedang hamil..." Lirih Jeenika dengan menatap penuh kebencian pada Veli yang berbeda di dalam gendongan Dewa.


"Aku doa kan, semoga istrimu itu keguguran dan dia menjadi mandul untu selamanya...!!!" teriak Jeenika sampai menggema, karena tidak terima Veli mengandung anak dari Dewa. Kalau saja ia tahu Veli tengah hamil, ia akan mendorong Veli lebih keras tadi, bahkan ia tidak akan segan untuk menendang perut Veli sampai keguguran. Beruntung Jeenika tidak mengetahui jika Veli tengah mengandung.


Dewa hanya bisa menahan kemarahannya ketika mendengar teriakkan dari Jeenika yang sangat menyakiti hatinya itu, bahkan Veli sampai mendekap perutnya dengan erat.


Bima yang juga begitu kaget dan marah mendengar doa tidak baik untuk kandungan Veli, tampa belas kasih Bima langsung menjambak rambut Jeenika dan menyeretnya keluar dari perusahaan Dewa. Bahkan ia sama sekali tidak perduli dengan teriakan Jeenika yang meraung-raung kesakitan.


Seluruh pegawai kantor sampai menahan nafas melihat kekejaman Bima pada wanita yang beberapa jam yang lalu bersikap sombong dan arogan dengan menggaku-nggaku sebagai pacar dari atasannya. Bahkan sampai marah-marah tidak jelas ketika dilarang masuk kedalam ruangan kerja Dewa.


Waduh Bima ngeri juga cuy kalau sudah marah...


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...


__ADS_2