
Dewa duduk di sofa kamarnya dengan memainkan ponsel, sedang menunggu istrinya yang berada di dalam kamar mandi. Dewa sudah mengati pakaiannya dengan pakaian santai, kaos oblong dan celana pendeknya.
Veli sudah menghabiskan waktunya di kamar mandi hampir satu jam, namu tak kunjung selesai dan membuat Dewa penasaran apa yang di lakukan istrinya selama itu di kamar mandi.
"Sayang, kamu ngapain sih lama sekali?" Dewa mengetuk pintu dengan keras, tetapi Veli mengunci pintunya dari dalam. Membuat Dewa di landa cemas karena istrinya tak kunjung keluar dari kamar mandi.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan wajah Veli yang nampak meringis menahan sakit dan sedikit aneh saat berjalan.
"Kenapa sayang...?"tanya Dewa dengan cemas, saat menatap wajah istrinya yang tampak meringis menahan sakit.
__ADS_1
"Milikku perih banget Mas, sakit buat jalan," jawab Veli, ia berjalan tertatih dengan sedikit mengangkang karena bagian intinya terasa perih dan sakit. Padahal dia sudah cukup lama berendam dengan air hangat, berharap dapat mengurangi rasa perihnya, tetapi tetap saja terasa perih saat di pakai berjalan.
"Ya ampun sayang, kenapa tidak bilang... aku kan bisa membantu mu!" omel Dewa, Dewa pun langsung menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke ranjang, mendudukkannya di sana.
"Ini juga gara-gara kamu!" jawab Veli dengan kesal.
"Maaf...sudah membuatmu sakit, tapi jika kita melakukannya sering-sering pasti tidak akan terasa sakit lagi..." ucap Dewa dengan tersenyum menggoda. Dewa merasa sedikit bersalah, namun dia juga merasa bahagia karena sekarang Veli telah menjadi miliknya seutuhnya.
Veli pun hanya bisa tersenyum malu, kenapa sekarang suaminya mendadak bersikap manis dan mesum? apa karena sudah di beri jatah, jadi bersikap manis? biasanya jangankan bersikap manis nyapa pun tidak. Yang ada di depannya seperti bukan suaminya saja, pokoknya setelah hari di mana suaminya meminta maaf padanya, sejak saat itu Dewa sangat berbeda, sudah tidak ada lagi Dewa yang acuh dan dingin walaupun tadi sempat di bentak-bentak sih.
"Mas, jangan malu ih...!"kesal Veli, sambil menepis tangan nakal suaminya.
__ADS_1
"Kenapa? aku kan hanya bertanya!" kesal Dewa karena tanganya di tepis oleh Veli, padahal dia kan berniat baik menanyakan keadaan istrinya.
"Sudah sih jangan di bahas lagi...aku laper nih." Veli engan membahas itu yang membuatnya malu, dia mencoba mengalihkan pembicaraan lagipula dirinya memang laper.
"Ya udah aku ambilin makanan dulu, kita makanya di sini saja. Tunggu sebentar..."Dewa mencium sekilas bibir Veli lalu pergi keluar untuk mengambil makanan, tadi ia sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkan makan siang untuknya dan Veli.
"Dia sekarang sudah berubah, manis sekali dia sekarang..."ujar Veli dengan tersenyum manis.
semoga suaminya benar-benar sudah berubah, dan benar-benar sudah menerimanya menjadi istrinya.
Usai makan siang yang romantis, mereka berdua kembali melakukan penyatuan panas yang memabukan, awalnya Veli sempat menolak karena bagian intinya masih terasa perih. Namu Dewa begitu gencar meraba-raba tubuhnya, dan akhirnya Veli pun terbuai dengan sentuhan memabukan Dewa. Hingga terjadilah kegiatan panas yang membuat mereka melayang-layang ke nirwana, menikmati setiap hentakan-hentakan nikmat yang membuat mereka berdua melenguh kenikmatan, Dewa terus mengempur istrinya itu hingga langit beranjak gelap ia baru berhenti. Kini kedua insan itu tertidur dengan saling memeluk, dalam keadaan yang sama-sama polos.
__ADS_1
jangan lupa like comment and vote Love you all
TBC.