Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 118


__ADS_3

"Sebenarnya ada masalah apa sampai-sampai aku harus turun tangan sendiri?" Tanya Dewa serius. Ia dan Bima telah tiba di kantor dan kini tengah duduk disofa ruang Toni, orang kepercayaannya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam dari Jakarta ke Bandung. Dewa meminta sopirnya untuk langsung mengantarkan ke perusahaannya. Jika ia langsung pulang kerumah orangtuanya, maka akan memakan waktu karena berlawanan arah. Dari pada bolak balik lebih baik langsung ke perusahaannya saja, lagipula ia tidak membawa barang terlalu banyak dari Jakarta, hanya membawa koper yang berisi baju-bajunya yang tidak terlalu banyak.


Di sana hanya Dewa dan Toni saja yang terlihat berbincang serius, sementara Bima hanya menyimak saja, menunggu instruksi dari sang boss untuk ikut berbicara.


"Lihat ini, Pak!" Toni mengeser laptopnya pada Dewa yang tengah duduk di sisinya. Dewa lantas langsung melihat layar laptop tersebut. Sontak mata Dewa langsung terbelalak kaget melihat laporan yang berupa foto dan video yang ditunjukkan Toni.

__ADS_1


"Hancur? Bagaimana bisa? Apakah baru terjadi gempa di sini?" Bagaimana tidak terkejut, kala melihat gedung hotel hampir jadi yang mereka bangun tiba-tiba rusak parah, bahkan bisa dibilang hancur. Sudah seperti bangunan yang terkena bencana alam. Padahal gedung hotel itu beberapa bulan lagi bisa dikatakan akan jadi dengan sempurna. Lantas mengapa bisa hancur secara tiba-tiba seperti ini?.


"Tidak Pak! Di sini tidak terjadi gempa sama sekali, kalau pun ada tidak mungkin sampai membuat gedung itu porak-poranda seperti ini. Tiba-tiba saja saya mendapatkan kabar jika gedung hotel yang kita bangun hancur seperti ini dalam semalam. Dan karena hal ini, Pak Surya langsung marah dan meminta untuk bertemu dengan Pak Dewa secara langsung. Pihak Surya grup juga meminta ganti rugi sebesar dua kali lipat, sesuai dengan perjanjian yang telah kita sepakati," jelas Toni. Memang sebelum melakukan kerjasama ini, pihak Dewa berjanji akan mengati rugi sebesar dua kali lipat jika pihak dari Dewa melakukan kesalahan, begitupun sebaliknya. Dan Surya grup sendiri adalah perusahaan yang cukup berpengaruh di Bandung.


"Apa? Tapi bagaimana bisa gedung itu tiba-tiba hancur dalam semalam tanpa ada penyebabnya?"


Lalu Toni menunjukkan sebuah laporan penyebab gedung yang mereka bangun hancur. Dari laporan tersebut, itu semua terjadi karena kualitas material yang digunakan tidak sesuai dengan permintaan dari pihak Surya grup, seperti yang telah mereka setujui sebelumnya. Tentu Surya grup merasa sangat dirugikan dan ditipu, hingga mereka meminta ganti rugi. Jika tidak maka perusahaan Dewa akan dituntut ke jalur hukum.

__ADS_1


"Sepertinya sedang ada yang mencoba ingin bermain-main dengan ku. Aku yakin ada yang tidak beres. Segera selidiki para pihak yang terlibat dalam pembangunan ini, tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Terutama dari pihak Surya grup. Entah mengapa aku merasa ada yang tidak beres dan janggal dengan perusahaan itu..." titah Dewa dengan tegas.


"Baik. Saya akan meminta bantuan teman saya yang seorang intelejen terkenal. Dia bisa mendapatkan informasi yang bahkan sudah musnah sekalipun. Bahkan sudah banyak para pengusaha nakal dan curang yang telah dia hancurkan," ujar Toni.


Setelah semua urusannya di kantor selesai. Dewa dan Bima pun bergegas untuk pulang ke rumah orang tua Dewa. Bima yang sebelumnya ingin menginap saja di hotel langsung ia urungkan, ketika mendapatkan omelan dari sahabatnya itu. Padahal Bima merasa sungkan jika harus menginap di rumah keluarga Raharja, meskipun sebentar lagi ia akan menjadi bagian dari keluarga itu.


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERHARGA BAGI KU.....🙏


__ADS_2