Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 107


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, kini mobil yang mengantarkan Veli dan Dewi telah tiba di rumah sakit tempat Dewa berada.


Kedua wanita itu bergegas masuk kedalam rumah sakit. Mereka menghampiri resepsionis terlebih dahulu untuk menanyakan dimana ruangan Dewa dirawat. Setelah mendapatkan informasi, keduanya langsung tergesa-gesa mencari rung rawat Dewa. Rasanya sudah tidak sabar untuk melihat keadaan Dewa.


Namun karena tidak memperhatikan jalan, Veli tidak sengaja menabrak seseorang hingga tumbuh oleng. Seseorang itu pun dengan sigap menangkap pinggang Veli sebelum wanita itu terjerambah ke lantai.


Brukk


"Astaga...maaf Tuan... saya sedang terburu-buru tadi... sehingga saya kurang memperhatikan jalan..." ujar Veli dengan sopan, segera melepas tubuhnya dari dekapan seorang pria yang menolongnya itu.


Pria itu hanya terdiam, sembari terus menatap wajah cantik Veli yang begitu menawan dimata pria itu. Pria itu terlihat meneliti Veli dari bawa hingga atas. Sungguh kecantikan Veli membuat pria itu terhipnotis.

__ADS_1


Veli menjadi kikuk sendiri melihat pria yang terlihat matang itu. Tatapan pria itu seakan hendak menelanjanginya, membuat Veli bergidik geli melihat tatapan mesum pria Dewasa didepannya itu.


"Apa Tuan tidak apa-apa? Sekali lagi saya minta maaf..." Veli berusaha bersikap biasa saja, dia masih berusaha meminta maaf dengan sesopan mungkin. Apakah ada yang salah dengan penampilannya? Namun Veli merasa penampilannya cukup sopan, tetapi kenapa pria itu menatapnya seperti itu.


"Yes, I am fine. You don't need to apologize like that, I was also wrong for not paying attention to the road...." jawab pria itu dengan suara bass-nya. Dan masih menatap Veli dengan tatapan yang sulit didefinisikan.


Sementara Dewi yang melihat keanehan dari tatapan pria Dewasa itu pada kakak iparnya langsung saja bercelatuk.


"Kenapa Om menatap Kakak saya seperti itu?" Dewi memicingkan matanya tidak suka. Dia begitu paham akan tatapan yang dilayangkan pria dewasa itu pada kakak iparnya. Tatapan itu tidak jauh beda dengan tatapan para pria hidung belang yang sering Dewi lihat di klub malam.


Pria itu sontak mengalihkan tatapan dari Veli. Ia tersenyum manis mendengar pertanyaan dari Dewi yang terdengar ketus itu. Cukup cantik juga. Tetapi dirinya lebih tertarik dengan Veli, yang ia yakini sebagai kakak dari perempuan yang menatap tidak suka dirinya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Saya hanya terpesona saja dengan kecantikan kakak kamu..." jawab pria itu enteng dengan kembali menatap Veli penuh dengan keterpesonaan. Sampai membuat Veli merinding melihatnya.


Dewi tentu saja geram mendengar jawaban pria tua itu yang dengan tidak tahu malunya memuji perempuan yang jauh dari usianya dengan begitu gamblang. Apalagi saat melihat tatapannya itu, ingin sekali Dewi mencolok mata pria itu.


"Dasar tua-tua keladi. Udah bau tanah masih saja doyan daun muda. Ingat istri, anak, cucu dan cicit kalau punya..." tukas Dewi galak dengan menunjuk-nunjuk wajah pria itu. Veli langsung saja menarik Dewi pergi yang sudah mulai kumat jiwa bar-barnya. Bisa-bisa mereka berdua terlambat menemui Dewa jika membiarkan Dewi terus saja berdebat tidak jelas. Sebelum pergi Veli tidak lupa permisi pada pria yang wajahnya terlihat cengoh ketika mendapatkan omelan dari Dewi.


Pria itu terus saja menatap punggung kedua wanita itu, ia terkekeh geli ketika mendapati wanita yang mengomelinya tadi membalikkan tubuhnya dan mengacungkan jari tengahnya pada dirinya.


"Kenapa perempuan itu begitu bar-bar? Seenaknya saja menyebutku punya istri bahkan cicit. Beda sekali dengan kakaknya yang terlihat sangat cantik dan kalem itu. Tubuhnya begitu bagus, apalagi suaranya terdengar begitu merdu. Pasti akan begitu merdu jika ia berteriak dibawah Kungkungan ku..." Pria yang tidak lain adalah Fernando itu begitu mengagumi Veli, aura wajah dan tubuh yang sedikit berisi itu berhasil membuat Fernando terpesona. Memang semenjak hamil tubuh Veli menjadi lebih berisi, begitupun dengan wajahnya yang semakin memancarkan aura keayuan yang begitu mempesona.


Fernando pria itu memang juga ada di rumah sakit untuk melihat Jeenika. Karena memang tempat Jeenika dirawat sama dengan tempat Dewa dirawat saat ini.

__ADS_1


Pria itu meneruskan langkahnya yang sempat terhenti itu. Ia berencana untuk tidak langsung mengeksekusi Jeenika di rumah sakit, Fernando tidak mungkin membuat keributan yang nantinya akan mempermalukan dirinya sendiri. Biarlah ia menahan sementara untuk bersikap manis pada wanita itu sebelum membuat wanita itu memohon-mohon ampun padanya.


Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...


__ADS_2