Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 61


__ADS_3

"Iya, bagaimana cantik kan?"Jawab Dewi dengan tersenyum bangga.


"Ca-cantik kok..." Bima hanya bisa pasrah tidak berani untuk protes ini itu, takut sang kekasih ngambek dan tidak jadi ikut dengannya.


"Waduh bagaimana ini, kalau penampilannya seperti ini bisa-bisa Dewi di sangka biduan lagi, alih-alih tamu undangan," Gumam Bima dalam hati saat melihat penampilan cetar sang kekasih.


...----------------...


"Dewi penampilanmu itu sangat berlebihan sekali, kita itu mau kondangan bukan mau menghadiri acara awards ceremony. Mending kamu ganti sana dengan yang lebih simpel," seru Dewa, menurutnya penampilan Dewi saat ini lebih cocok untuk menghadiri acara awards dari pada kondangan, melihat betapa hebohnya penampilan sang adik.


"Iya sayang, apalagi ini pendek banget bagian atas juga terbuka, terus ini juga ada jebrok-jebroknya(ekor gaun) gini. Entar kalau ke injek orang terus kamu nyungsep gimana?" Ujar Bima sambil memegang ekor gaun Dewi.


"Mending kalian berdua diam aja deh...Kamu juga yank katanya tadi cantik, sekarang malah ikut-ikutan kak Dewa terus nyumpahin aku nyungsep lagi. Dasar cowok plinplan. Ini tuh fashionnya artis-artis luar negeri seperti Kely Jeneer terus Gigi Hadit juga pakai kayak gini," cerocos Dewi. Wanita itu sangat kesal sekali saat penampilannya yang menakjubkan ini di komentari seperti itu.


"Halah sok-sokan sekali kamu, ini Indonesia bukan Luar Negeri...!"Ujar Dewa, Dewi tidak membalas ucapan kakanya itu dia hanya menatap Dewa sinis.


"Benar yank--"


"Pekek ini, atau aku tidak usah ikut saja..." Ancam Dewi pada Bima saat melihat laki-laki itu hendak protes.


"Baiklah-baiklah..." pasrah Bima, daripada tidak ada gandengannya nanti datang ke kondangan.


"Maaf lama ya..." Seru tiba-tiba seorang wanita cantik dengan menuruni tangga, membuat ketiga orang yang sedang berdebat itu langsung melihat ke arahnya. Sontak mereka takjub melihat penampilan wanita itu, ini pertama kalinya ketiga orang itu melihat Veli dalam balutan gaun dengan dandanan yang elegan. Dewa yang tadinya terpesona seketika matanya melotot melihat gaun yang di kenakan istrinya itu.


Dengan gaun panjang yang indah nan elegan berwarna soft pink membalut tubuh indah Velisa, memperlihatkan bahu mulusnya dengan dada yang sedikit menyembul serta terdapat belahan gaun itu sebatas paha, membuat wanita itu terlihat sangat cantik elegan dan anggun.

__ADS_1


"Sayang apa yang kamu pakai itu, Bima tutup matamu...!!!" Pekik Dewa tiba-tiba mengejutkan mereka Bima langsung saja menutup matanya. Dengan gerakan cepat Dewa menghampiri istrinya dan merengkuh bahu mulus istrinya.


"Wow...! amazing kau terlihat anggunli dan berkelas sekali kak..." Ucap Dewi dengan takjub melihat penampilan kakak iparnya.


"Ah, terima kasih. Ini kan juga karena bantuanmu..." Memang Dewi lah yang memilihkan baju untuk Veli. Sebab tadi Veli sempat berkonsultasi pada adik iparnya yang ahli dalam bidang perfashionnan itu. Awalnya Dewi menyuruh Veli untuk berdandan seperti dirinya, namun kakak iparnya itu menolak.


Sedangkan Dewa yang tidak suka dengan penampilan istrinya pun, menarik tangan sang istri. Bukan karena tidak cantik, justru istrinya itu cantik sekali sampai-sampai ia tidak rela membawa sang istri ke pesta.


"Mas kita mau kemana?" Tanya Veli bingung, sembari menahan pergerakan Dewa.


"Ke kamar..." Jawab Dewa datar.


"Ngapain? kita tidak jadi pergi?"


"Jadi, tapi ganti bajumu itu...!"


"Kalau tidak mengingatkan pesta, aku pasti akan menghabisimu yank!" Gerutu Dewa dalam hati.


"Aduh...aduh...tidak usah kebanyakan drama, lebih baik kita berangkat sekarang, kita sudah telat ini..." Seru Dewi cepat, seraya menarik tangan Veli berjalan denganya. Kalau sampai berganti baju lagi pasti mereka tidak akan jadi menghadiri pesta, karena semua gaun Veli modelnya tidak jauh beda dari yang wanita itu pakai, tentu saja itu semua karena Dewi lah yang memilih sesuai dengan seleranya, sedangkan Veli hanya pasrah saja.


"Dewi...! Apa-apaan kamu..." Pekik Dewa, tidak suka dengan tingkah adiknya yang seenaknya membawa istrinya. Namun si empunya tidak menggubris sama sekali.


"Sudahlah bro selow..." Ucap Bima seraya berjalan di belakang Dewi dengan tangan yang senantiasa menggenggam ekor gaun wanita itu. Sudah seperti dayang saja si Bima.


"Selow matamu...!!!" Umpat Dewa.

__ADS_1


......................


Sepanjang perjalanan menuju Hotel tempat acara pesta pernikahan Aldi, Dewa hanya diam saja dengan wajah datar dan tatapan dinginnya.


"Mas, sudah dong. Jangan diemin aku kayak gini, mending aku tidak usah ikut saja tadi jika di diemin seperti ini..."Keluh Veli, entah apa yang terjadi dengan suaminya ini, akhir-akhir ini jadi suka ngambek kayak bocah saja.


"Biarin! Siapa suruh tidak mau mengganti baju itu, jadi jangan salahkan aku, salahin kamu tuh yang nggak nurut sama suami justru malah nurut sama si Dewi..." Sewotnya, yang justru terlihat mengelika di mata Dewi dan Bima, yang turut memperhatikan kedua pasutri itu dari kaca spion.


"Sidahlah Mas, aku tuh ingin terlihat cantik biar tidak membuatmu malu nantinya," ujar Veli membujuk suaminya. Mendengar ucapan istrinya membuat hati Dewa mencelos. Dewa menghela nafasnya tangannya bergerak menggenggam tangan istrinya.


"Sayang bajumu terlalu terbuka, aku tidak suka melihatnya. Bagaimana kalau disana kamu di anggap masih singel terus banyak pria yang deketin kamu pokoknya aku tidak rela..."Ucap Dewa yang terdengar seperti merengek. Veli memilih Diam saja membiarkan suaminya yang sekarang memeluknya dengan membenamkan wajah di lehernya. Engan menimpali lagi ucapan suaminya percuma saja pasti ujung-ujungnya ngabek kayak tadi, mending manja seperti ini.


Sedangkan dua makhluk yang duduk di depan mereka hanya diam saja, mereka sudah jengah melihat ke lebayan Dewa. Bima memilih fokus menyetir sesekali menciumi tangan Dewi yang ia genggam, sedangkan Dewi bersandar dengan nyaman di bahu sang kekasih, mengabaikan perang atar suami istri itu yang masih saja berdebat soal baju.


Setelah beberapa saat, akhirnya mereka sampai di hotel tempat di adakannya pesta. Bima memarkirkan mobilnya di tempat yang telah di sediakan, Dewa senantiasa masih memperlihatkan wajah masamnya, dia seperti malas untuk masuk.


Dewa menghembuskan nafasnya berat, tangannya bergerak membuka sabuk pengaman, lalu keluar. Tidak lupa ia membukakan pintu untuk istrinya, dan membantu istrinya keluar dari dalam mobil.


"Ingat! Selalu di sampingku!" Titah Dewa tegas tanpa mau di bantah, seraya memeluk posessif pinggang ramping istrinya.


"Iya Mas. Kamu jangan cemberut gitu dong, gak enak di liatnya senyum dikit napa, kesannya kayak kamu menghadiri acara pernikahan mantan tercinta kamu..." Tutur Veli, saat melihat wajah suaminya yang cemberut.


"Sayang...kamu bicara apa sih. Iya iya aku tidak akan cemberut lagi, tapi untuk senyum itu tidak akan, karena senyumku hanya untuk istriku ini..." gombal Dewa seraya mencubit ujung hidung istrinya.


Dewi dan Bima dengan kompak memasang wajah hendak muntah ketika mendengar gombalan Dewa.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2