
Sementara Dewa yang sudah selesai meeting, segera memutuskan untuk pulang lebih awal. Sebenarnya masih ada beberapa dokumen yang harus laki-laki itu cek, namun dia sama sekali tidak bisa fokus karena memikirkan sang istri yang sedari tadi tidak memberi kabar dan tidak bisa dihubungi membuat laki-laki tampan itu uring-uringan dan tidak fokus dalam bekerja, padahal waktu sudah beranjak sore namun istri dan adiknya tidak kunjung pulang.
Saat ini Dewa yang sudah pulang sedang mondar mandir di ruang tengah, sambil mengerutu tidak jelas. Namun detik kemudian ia mengambil ponsel miliknya, lalu mencoba untuk menghubungi kembali Veli ataupun Dewi.
Namun, setelah beberapa kali ia mencoba menghubungi kedua wanita itu, mereka kompak tidak menerima teleponnya, membuat Dewa kesal, dan semakin uring-uringan.
"Kemana sih mereka ini? kompak sekali tidak menjawab teleponku, awas saja kalian...!!"Dewa mendengus kesal, lalu melemparkan ponselnya ke atas meja.
Setelah menunggu sekitar satu jam, akhirnya Veli dan Dewi sudah pulang. Terlihat wajah Veli yang nampak kelelahan dan masam, sementara wajah Dewi terlihat ceria, ia sangat senang belanja banyak tanpa mengeluarkan uang sedikitpun, karena dia membayar dengan menggunakan kartu Dewa yang di berikan kepada Veli tadi.
"Akhirnya kalian pulang juga!"seru Dewa dengan berwajah datar.
"Kamu kenapa tidak memberikan aku kabar padahal tadi pagi kan aku sudah bilang, beri aku kabar. Tapi apa? jangankan memberi kabar di hubungi saja tidak bisa...!!"omel Dewa kepada istrinya.
"Maaf mas aku lupa..." jawab Veli seadanya, membuat Dewa mencebik kesal.
"Kamu melupakanku? lain kali jangan di ulangi lagi, atau kamu tidak usah pergi-pergi...!"ujar Dewa dengan tegas.
"Iya, iya...crewet sekali," gerutu Veli kesal, sambil berlalu menuju kamarnya melewati Dewa begitu saja. Moodnya yang sudah buruk tadi bertambah buruk saja, kala mendapatkan omelan dari sang suami.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih? aku belum selesai bicara sayang...!!" teriak Dewa, namun tidak di hiraukan oleh Veli. Seharusnya dirinya yang marah karena tidak di beri kabar dan membuatnya tidak fokus kerja, tapi kenapa malah istrinya yang tampak berwajah masam?
"Mungkin kak Veli masih kesal dengan kejadian tadi saat di Mall...bukan kak Veli saja sih, tapi aku juga kesal...!" celetuk Dewi, sembari hendak beranjak menuju kamarnya. Namun, segera di tahan oleh Dewa.
"Maksud kamu?"tanya Dewa dengan mengeryitkan dahinya.
"Ck...! tadi tuh, kita tidak sengaja ketemu dengan Jeenika. Kita berdebat dengan dia, lalu Jeenika dengan seenaknya menghina kak Veli, dan lebih parahnya dia bilang mau balikan dengan kamu kak, dan membuat kak Veli kesal," jelas Dewi, kemudian dia segera beranjak pergi menuju kamarnya.
Deg
"Jeenika..."gumam Dewa lirih, Dewa segera beranjak menyusul Veli yang sudah masuk ke dalam kamar, ia ingin meminta penjelasan lebih detail kepada istrinya. Di liatnya Veli yang sedang duduk diam di tepi ranjang mereka, dengan perlahan Dewa menghampiri istrinya.
"Sayang kamu kenapa?"tanya Dewa lembut sambil menggenggam lembut tangan istrinya, sepertinya dia harus pelan-pelan dalam bertanya soalnya ini adalah pembahasan yang sangat sensitif.
"Sayang...hey lihat aku," pinta Dewa dengan menangkup kedua sisi wajah istrinya, agar menatap kearahnya. "Jawab dengan jujur, kamu kenapa? kalau tidak papa kenapa wajah kamu masam saat pulang tadi?" Dewa terus berusaha untuk membuat istrinya itu jujur.
Veli menghembuskan nafasnya dengan bibir mengerucut, rupanya dia harus jujur sekarang lagian tidak ada gunanya juga tidak jujur dan bilang tidak papa tapi sebenarnya sedang morat marit.
"Huhhh... aku tuh lagi kesal pakek banget tauk, tadi aku tidak sengaja bertemu dengan wanita yang mengaku sebagai mantan tercinta kamu Mas..."ujar Veli kesal.
__ADS_1
"Sayang mantan saja...tidak usah di kasih embel-embel tercinta segala...!"Tegas Dewa yang kurang suka dengan ucapan istrinya.
"Ya emang tercinta kan? buktinya, sampai kamu susah buat move on sama dia...!"sindir Veli, Veli mengira Dewa susah move on dari Jeenika saat dirinya mendengar cerita dari Dewi tempo hari, bahkan Dewa berniat tidak menikah jika saja tidak di jodohkan dengan dirinya, membuat asumsi suaminya belum move on makin kuat.
"Tarik ucapan kamu, asal kamu tahu sebelum aku menikah dengan kamu, aku sudah membuang semua rasa cintaku pada dia dan tidak tersisa sedikitpun. Jadi kamu jangan berfikir macam-macam..."ucap Dewa serius, dia bisa sedikit menebak apa yang ada di pikiran istrinya. Dia tidak ingin Veli berfikir yang tidak-tidak, ia sudah move on, bahkan saat sebelum dirinya di jodohkan, baginya seorang penghianat tidak pantas untuk di cintai, apalagi mendapatkan kesempatan kedua.
"Iya-iya, aku hanya kesal saja sama dia..."ucap Veli dengan cemberut.
"Memangnya dia bilang apa sama kamu...?"
"Dia bilang---"Veli pun, menceritakan semua yang terjadi saat ia bertemu dengan Jeenika, tanpa di tambah-tambahi, ataupun di kurang-kurangin.
"brengsek...! wanita murahan itu, berani sekali dia menghina istriku yang bahkan tidak bisa di bandingkan dengan dirinya. Dan apa dia bilang, mau kembali dengan ku? cih...dalam mimpi saja..."gerutu Dewa dalam hati, dia sangat tidak terima sama sekali istrinya di hina-hina seperti itu, cukup sudah Veli ia hina dengan begitu kejamnya dulu, tidak dengan orang lain, apalagi wanita murahan seperti Jeenika sangat tidak pantas sekali menghina istrinya.
"Pokoknya lain kali...Mas tidak boleh ngelarang-ngelarang dan mengatur cara berpakaianku, aku tidak mau ya, di hina-hina lagi sama dia suatu saat. Aku tidak boleh kalah sama Jeenika, enak saja dia mengataiku kampungan...belum tau saja dia jika aku sudah dandan dan berpenampilan sexy, behhh...aku jamin dia langsung insecyur dan tidak mungkin menghina penampilanku lagi...!!!"ucap Veli mengebu-ngebu.
"Tapi yank---" Dewa hendak protes, namun langsung di potong oleh Veli.
"Tidak ada tapi-tapian, pokoknya aku mau ngikuti saran dari Dewi, dan kamu tidak boleh protes. Kalau kamu sampai protes aku anggap kamu suka kalau aku di hina sama dia, dan kamu masih cinta sama dia, lalu aku bakalan pergi jauh ningalin kamu...!!!"sambar Veli cepat, dan langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena seharian jalan-jalan di Mall sampai lupa waktu.
__ADS_1
"Dewi awas kamu...!!!" geram Dewa, dia sudah menduga dari awal, pasti adiknya itu akan mencuci otak Veli agar seperti dirinya yang liar dan bar-bar. lihat saja nanti, istrinya itu akan menjelma menjadi Dewi kedua, jika tidak segera ia hentika.
TBC.