Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 111


__ADS_3

Keesokan harinya, Dewa yang sudah kembali sehat akhirnya sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter. Tentu saja dengan catatan pria itu harus menjaga pola makannya dan tidur dengan cukup.


Pagi ini Veli hendak membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian yang sudah dibawakan oleh sopir dari rumah, setelah sebelumnya pasang suami istri itu sudah sarapan terlebih dahulu.


Namun saat hendak melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, dirinya dibuat jengkel dengan rengekan seorang pria yang tengah duduk di atas ranjang dan juga sudah terlihat segar dan rapi itu.


"Mami...Mami mau kemana sih? Mami kok mau ninggalin Papi. Tega banget sih. Orang suaminya lagi sakit juga..." ujar Dewa dengan merengek. Pria itu sedari tadi sudah terlihat kesal manakala memperhatikan gerak-gerik istrinya yang sama sekali tidak ada perhatian-perhatiannya padanya. Bahkan ketika sarapan ia harus makan sendiri, sedangkan istrinya itu sibuk dengan sarapannya sendiri tanpa ada niat untuk menyuapinya. Untung saja saat mengelap tubuhnya dan menganti pakaiannya itu dilakukan oleh sang istri, kalau tidak dirinya sudah bersiap-siap hendak menangis dan berguling-guling di lantai.


Ya Tuhan, Veli rasanya ingin sekali melempar suaminya itu ke planet mars biar gosong sekalian. Pagi-pagi sekali mulut Dewa itu sudah mengoceh tidak jelas. Yang masih pengen tidur sambil dipeluk lah, yang pengen nyusu lah. Hingga membuat kepa Veli serasa mau pecah. Lama-lama suaminya itu sangat menyebalkan.


"Mau mandi, kenapa lagi sih?!" ketus Veli, sumpah demi apapun Veli sungguh kesal saat ini.


"Tapi Papi kan masih mau peluk Mami..." rengeknya.


"Ya Ampun...! Papi ku...my honey bunny sweetie...my love...Mami mau mandi. Jadi lebih baik Papi duduk dan diam di situ. Kalau Papi terus-terusan merengek minta peluk, Mami nggak mau deket-deket lagi sama Papi, Mau?" Tukas Veli dengan galak dan penuh penekanan. Wanita itu sudah terlihat frustasi dan tekanan batin akibat ulah suaminya yang semakin lama semakin menyebalkan tingkat nasional.

__ADS_1


"Kok Mami malah marahin Papi dan ngancem Papi kayak gitu sih...? Papi kan cuma minta peluk..." Alih-alih menurut, justru Dewa malah terlihat merajuk tidak jelas.


"Bodo amat...!!" Tukas Veli kesal dan bergegas melangkahkan kakinya menuju kamar mandi meninggalkan Dewa yang sudah cemberut kesal.


"Mami...! Jahat banget sih... pokoknya Papi marah sama Mami...!!!" Teriaknya yang terdengar jelas oleh Veli di dalam kamar mandi.


"Silahkan...! Mami tinggal cari suami baru yang tidak suka marah-marah sama Mami...!!!"Balasnya tidak kalah keras.


Kontan membuat mata Dewa langsung membulat seketika mendengar ucapan istrinya yang hendak mencari suami baru. Bergegas ia bangkit dari duduknya dan mengendor- gedor pintu kamar mandi seraya berteriak.


"Mami...!!! Mami mau Papi hukum tidak bisa berjalan selama sembilan bulan hah...!!!" Teriaknya dengan keras. Veli hanya tertawa terbahak bahak didalam kamar mandi.


"Habisnya Mami sih bikin Papi kesel saja. Ngapain mau cari suami baru? Orang udah ada yang ganteng, kaya, dan setia kayak Papi. Nggak bersyukur banget, dapet suami kayak Papi gini..." gerutu Dewa kesal seraya menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.


Tiga puluh menit kemudian, akhirnya Veli sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan tampilan yang terlihat fresh.

__ADS_1


Sontak Dewa langsung menghampiri istrinya itu dan langsung bergelayut manja pada wanita hamil yang sangat dicintainya itu.


"Mami lama banget sihh..."


Veli langsung mendekap erat tubuh suaminya itu. Wanita itu langsung mencium kening suaminya dengan penuh cinta. Veli memang selalu dibuat kesal dan frustasi dengan sikap suaminya ini, namu ia paham jika suaminya seperti ini karena kehamilan simpatik yang dialami oleh sang suami. Jadi sebisa mungkin ia ingin membuat suaminya itu merasa nyaman dan mood nya selalu baik. Karena tidak bagus juga jika sering marah-marah.


"Sayang Mami," ungkap Dewa dengan begitu tulus setelah istrinya itu melepas kecupan nya.


"Sekarang kita pulang. Kasian Pak Jarwo sudah menunggu dari tadi..." ujar Veli dengan menenteng paper bag berisi pakaian kotornya dengan Dewa.


Keduanya langsung berjalan dengan Dewa yang mendadak bersikap cool, merangkul pinggang istrinya itu lalu menunjukkan wajah yang biasanya ia tampilkan di hadapan publik. Sifat manjanya itu hanya boleh dilihat oleh sang istri dan orang terdekatnya saja. Sebisa mungkin ia harus menjaga imagenya di depan publik. Arogan dan galak itulah sikap yang diketahui publik tentang dirinya.


Veli langsung saja memutar bola matanya malas melihat kelakuan bayi bagongnya yang mendadak bersikap cool itu.


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...


Aku mau tanya dong... temen-temen bosen nggak sama karakter Dewa yang bucin lebay pakek banget itu. Jujur sebenarnya aku agak gimana sama alur yang aku buat, takut ngebosenin dan bertele-tele. Kalau temen-temen mau kasih saran boleh, boleh banget malahan. Udah itu aja...😁😁🙏🙏


__ADS_2