
"Ka-k Dewa..." cicit Dewi menatap ngeri pada kakaknya yang terlihat marah di depannya.
"Apa kamu bilang tadi? Lebay?" Tanya Dewa dengan menatap remeh Dewi yang terdiam di tempat.
"Asal kamu tau, aku bersikap lebay karena aku mencintai istriku. Jadi aku tidak peduli kamu menggagap aku lebay," ujar Dewa dengan sinis. "Dan sepertinya mulai sekarang aku harus lebih tegas padamu, kamu semakin hari semakin tidak bisa diatur," imbuhnya.
Dewi yang tadi menatap takut Kakaknya, seketika berubah menjadi serius setelah mendengar ucapan Kakaknya itu.
"Mulai sekarang kamu dilarang keluar rumah kecuali pergi kuliah, setelah jam kuliah selesai langsung pulang tanpa ada acara nongkrong-nongkrong tidak jelas. Dan semua fasilitas kamu Kaka sita, kartu kredit dan juga mobil. Pergi kuliah diantara jemput oleh sopir dan juga uang jajan kamu akan Kakak batasi, seperlunya saja. Hukuman ini akan tetap berjalan sampai kamu benar-benar berubah!"
Sontak, Dewi langsung berang mendengar hukuman dari Dewa yang menurutnya sangat tidak masuk akal, hanya karena keluar rumah tanpa izin dan berfoto dengan Rendy. Sungguh dirinya tidak salah jika menganggap Kakaknya itu lebay.
"What the hell...!!! Yang benar saja, hanya karena masalah sepele Kak Dewa sampai menghukum ku seperti ini. Aku tidak masalah perihal uang, tetapi Kak Dewa tidak berhak melarang ku untuk keluar rumah, memangnya aku Kak Veli yang bisa Kak Dewa kendalikan semau Kaka...!!!" Berang Dewi yang tidak terima dengan hukuman yang diberikan oleh Dewa hanya karena masalah sepele. Dia bukan Veli yang mau-mau saja dilarang ini itu oleh Dewa.
__ADS_1
"Dewi, jangan keterlaluan kamu!!!" Bentak Dewa, dia tidak terima istrinya dibawa-bawa apalagi menganggapnya mengendalikan kehidupan istrinya.
"Kakak menghukummu bukan hanya karena masalah duda tidak jelas itu. Jangan kira Kaka tidak tau, akhir-akhir ini kamu sering keluar masuk klub malam dengan teman-teman barumu itu, 'kan?"
Deg
Perempuan itu langsung berkeringat dingin, darimana Kakaknya itu tahu jika dia mulai kumat lagi, sering main ke klub malam. Padahal jelas-jelas ia sudah berhati-hati, saat keluar dari rumah pun menunggu Kakaknya itu tidur dengan istrinya.
Veli begitu kaget mendengar ucapan suaminya, tidak menyangka ternyata Dewi masih belum berubah juga. Veli yang merasa bertanggung jawab karena sudah dititipin Dewi pun, menjadi merasa bersalah karena tidak bisa menjaga adik iparnya itu. Sementara Bima, pria itu tidak kaget lantaran ia juga sudah mengetahui hal itu namu dia masih diam, berharap Dewi perlahan berubah dengan sendirinya.
Namu bukanya sadar, justru perempuan itu meremehkan nasihat dari Dewa.
"Kak Dewa tidak usah sok menasihati ku, Kakak pikir Kak Dewa sudah menjadi orang paling benar gitu? Aku sangat heran kenapa Kak Veli mau-mau saja memaafkan orang seperti dia, cih!!!" Sarkas Dewi yang sudah muak dengan sikap Kakaknya yang sok menasihatinya. Veli sampai menatap tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dewi, Veli pikir Dewi bakalan meminta maaf kepada Dewa, namun Dewi justru seperti menantang perang Kakaknya. Begitupun dengan Dewa dan Bima yang tidak menyangka dengan ucapan yang dilontarkannya perempuan itu.
__ADS_1
"Semua keluarga selalu membangga-banggakan Kak Dewa dan meremehkan ku karena aku yang tidak pintar dan nakal. Tidak seperti Kak Dewa yang berprestasi dan menjadi anak yang penurut, kebanggaan keluarga. Kalian tidak tau rasanya menjadi aku yang selalu dibeda-bedakan dengan Kak Dewa oleh orangtua dan keluarga besar. Apalagi setelah Kak Dewa menerima perjodohan dengan Kak Veli, mereka makin menjadi-jadi membanggakan Kak Dewa yang dengan suka rela menerima perjodohan itu, padahal mereka tidak tau seperti apa kelakuan Kakak yang sebenarnya pada istrinya sendiri. Aku sangat ingin tertawa sangat kencang saat semua orang bilang Kak Dewa adalah laki-laki baik, yang bisa mencintai Kak Veli dengan tulus meskipun kalian dijodohkan, hahah!!!" Ujar Dewi panjang lebar dengan airmata yang membasahi pipinya, mengungkapkan segala kekecewaan yang sudah mengerogotinnya selama ini.
Dewi selalu dibeda-bedakan dengan Dewa oleh orangtua dan keluarga besarnya, perbedaan dalam presentasi dan sikap, membuat Dewi selalu menjadi bahan ledekan semua orang. Mungkin mereka mengganggap hal itu adalah biasa, karena Dewi tidak pernah membalas dan hanya tersenyum saja, namun siapa sangka hal itu justru membuat Dewi stress dan depresi sehingga dia mencari kesenangan diluar sana yang menyesatkan.
Memang sepatutnya kita harus bisa menjaga lisan kita, suapay tidak menyakiti orang lain. Kita tidak tau setiap kata-kata yang keluar dari mulut kita bisa diterima oleh orang lain atau tidak.
"Kak Dewa sangat munafik, memaksa Kak Veli untuk bersandiwara menjadi perempuan terbahagia dimuka bumi ini, supaya Kak Dewa terlihat baik dimata semua orang, padahal kenyataannya Kak Dewa selalu menyiksa Kak Veli, menyakiti hati Kak Veli setiap hari. Dan sekarang tiba-tiba berubah menjadi suami yang baik dan perhatian, seakan-akan tidak pernah punya salah. Kak Veli yang terlalu bodoh atau terlalu baik masih mau saja memaafkan laki-laki seperti kamu...!!!" Dewi sudah tidak terkendali, ia tidak peduli jika ucapannya menyakiti hati sang Kakak.
Jika selama ini orang-orang menganggap Dewi nakal dan bar-bar, itu semua hanya topeng untuk mengalihkan rasa stressnya karena selalu dituntut untuk menjadi sempurna oleh keluarganya. Meski begitu Dewi tidak pernah membenci sang Kakak, hanya kesal saja selalu dibeda-bedakan dengan Dewa yang tidak sepenuhnya baik itu, memang kalau soal prestasi Dewi mengaku kalah, namun soal sikap. Sepertinya Dewa tidak sebaik yang keluarganya kira, mana ada orang baik yang selalu menyakiti hati istrinya.
Setelah mengungkapkan kekecewaannya Dewi menjadi sedikit lega meski membuat perempuan itu mewek, Dewi langsung pergi begitu saja karena tidak tega dengan sang Kakak yang sudah menagis terisak dipelukan istrinya saat mendengar ucapannya, begitupun dengan Bima yang menatap dengan berkaca-kaca wanita yang dicintainya itu, tidak menyangka dibalik sifat bar-bar Dewi ternyata menyimpan sebuah luka akibat dibeda-bedakan dengan Dewa.
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...