Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 83


__ADS_3

"Sering-seringlah si Veli hamil, biar dapet traktiran terus..." ujar Diki seraya melahap tiramisu, Laki-laki itu sebelumnya sudah menghabiskan satu piring steak wagiyu dan satu piring sushi, belum lagi makanan lainya yang belum ia sentuh. Terkesan tidak tau diri memang, tapi kapan lagi makan gratis. Jadi ia harus pandai memanfaatkan momen ini.


Dewa yang tengah memakan steaknya lantas menatap wajah Diki seraya berkata, "Gue sih oke kalau istri gue mau hamil tiap tahun. Tapi gue ogah nraktir lo, trauma gue." jawab Dewa dengan melirik aneka makanan yang dipesan oleh Diki. Diantara mereka, Diki lah yang memesan paling banyak disusul oleh Firza.


Dewa sedikit menyesal membebaskan mereka memesan sepuasnya, lebih baik ia tadi bagi-bagi saja pada anak jalanan. Dari pada mentraktir temanya yang sudah kaya ini tapi tidak tau diri, terutama Diki sudah seperti orang yang tidak makan sebulan.


"Jadi lo nggak ikhlas ntarktir gue?!" tanya Diki menatap Dewa serius dengan mulut penuh makanan.


"Tuh...tau," jawab Dewa bercanda.


"Sialan...!!"Diki mengumpat kesal, namun tak ayal tetap menyantap makanannya dengan lahap.


"Udah deh Dik, mending lo diam. Makan tinggal makan, banyak bacot...!!!" sarkas Firza dengan pedas seperti biasanya, ia merasa kegiatan makanya terganggu dengan celotehan Diki yang tidak berfaedah.


Diki sudah membuka mulutnya hendak menimpalu ucapan pedas Firza, namun terpotong dengan suara deringan ponsel milik Dewa yang terletak di atas meja.


Dewa yang mengira itu adalah panggilan dari sang istri dengan cepat menyambar ponselnya dan ia dibuat kecewa karena yang menghubunginya bukanlah istrinya melainkan Bima.

__ADS_1


"Hallo Bim...kenapa?" tanya Dewa dengan tak bersemangat, karena sedaritadi istrinya itu begitu sulit dihubungi entah apa yang istrinya itu lakukan sehingga mengabaikannya.


"Kamu usah lihat story whatsapp Dewi belum?" di seberang sana Bima sudah melihat story dari sang kekasih dan ia begitu marah melihatnya.


"Enggak, ngapain? paling cuma foto-foto alay dia..." jawab Dewa. " Lebih baik kamu menyusul kesini," imbuhnya.


Sudah Bima duga, kalau Dewa belum melihat story dari Dewi, tidak mungkin Dewa bisa sesantai ini jika sudah melihat story dari Dewi, mengingat sikap Dewa yang semakin possesif pada istrinya.


"Tidak bisa, aku masih sibuk. Lebih baik kamu segera lihat story adikmu itu, sebelum dia hapus," ujar Bima lalu memutuskan panggilannya secara sepihak.


"Sialan...! berani sekali dia mematikan telfonnya terlebih dahulu...!!" gerutu Dewa kesal.


"Kenapa Wa? ada masalah?" tanya Gery yang sedari tadi diam mengamati Dewa.


"Bima kurang kerjaan sekali, nelfon cuma nyuruh gue liatin story WhatsAppnya Dewi. Nggak jelas banget..." jawab Dewa seraya menyesap kopinya.


"Tumben? tapi nggak ada salahnya kan lihat? siapa tahu ada yang penting," saran Gery dan dibenarkan oleh Diki dan Firza.

__ADS_1


Dewa terdiam terdiam memikirkan ucapan Gery, tidak mungkin kan jika Bima menyuruhnya untuk melihat story Dewi, jika tidak ada yang penting. Terdorong rasa penasaran, Dewa segara membuka aplikasi WhatsAppnya dan langsung melihat story Dewi.


Story WhatsApp Dewi terpampang sempurna di depan matanya, dan Dewa terkejut bukan main melihatnya. Mata pria itu seketika membola sempurna manakala melihat foto istrinya dan Dewi dengan seorang laki-laki yang sama sekali tidak dikenalnya. Mereka terlihat sangat dekat, apalagi saat melihat caption foto tersebut, membuat kemarahan Dewa memuncak seketika. " nurutin bumil ngidam makan mangga muda sambil ditemani duda muda🤩" itulah caption yang disematkan oleh Dewi distorynya.


"Brengsek...!!!" umpat Dewa seraya langsung berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan ketiga temannya yang bengong melihat Dewa yang mengumpat dan pergi begitu saja. Ketiga pria tampan itu serasa susah menelan makanannya ketika melihat wajah mengeras Dewa kala melihat ponselnya, mereka tidak mengerti apa yang membuat Dewa sampai semarah itu dan pergi dengan tiba-tiba.


"Kenapa dia?" tanya Firza menatap heran punggung Dewa yang mulai menjauh.


"Entahlah...tapi untunglah makanannya sudah dia bayar semua, kalau tidak. Habislah uangku..." Diki adalah tipe teman laknat, bukan menghawatirkan sahabatnya namun justru mementingkan makanannya, bagaimana tidak pesanannyalah yang paling banyak.


"Dia terlihat marah sekali..." ujar Gery


"Apa perlu kita menyusulnya?" tanya Firza yang mencemaskan sahabat yang telah mentraktirnya itu.


"Lebih baik jangan... sepertinya ini adalah masalah pribadi..." tutur Gery, bukan dia tidak mencemaskan sahabatnya. Namun dia tidak ingin mencampuri urusan pribadi sahabatnya, kecuali jika diminta bantuan dia akan senang hati membantu sahabatnya.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2