
Setelah kejadian memalukan yang tidak sadar telah ia lakukan, Dewa langsung meninggalkan pesta pernikahan Dewi saat acara pesta itu masih belum selesai. Tidak lupa ia juga membawa sang istri untuk ikut dengannya, ia juga akan menghukum wanita itu yang justru meninggalkannya saat semua orang menertawakan dirinya.
Malu? Tentu saja. Rasanya Dewa sudah tidak punya muka lagi di hadapan para rekan kerja dan juga teman-temannya. Orang yang paling ia salahkan atas kejadian memalukan ini, tentu saja adalah Satria Kakak iparnya. Jika saja pria itu tidak terus memprovokasinya, mungkin ia tidak akan berteriak seperti orang gila di depan banyak orang. Dewa... Dewa. Kamu yang gila kok nyalahin Satria.
Dan di sinilah tempat Dewa untuk menghilang dan juga untuk menghukum sang istri. Di sebuah kamar hotel mewah miliknya di lantai paling atas, masih satu tempat dimana acara pesta pernikahan Dewi digelar.
Dewa menghukum sang istri dengan hukuman enak, yang ia lakukan berulang-ulang hingga membuat istrinya itu terkulai tak berdaya di atas ranjang.
Dewa tampak keluar dari kamar mandi dengan tampilan santainya. Setelah menghukum Veli Dewa langsung saja membersihkan tubuhnya yang terasa lengket akibat kegiatan panas yang ia lakukan. Di tangannya tampak memegang sebuah baskom berisi air hangat dan handuk kecil.
Dewa dengan telaten membersihkan makeup di wajah Veli dengan handuk basah yang ia bawa. Tidak lupa ia juga mengelap bagian tubuh bawa sang istri yang terdapat sisa-sisa percintaan dengannya. Dewa ingin istrinya itu nyaman saat tertidur tanpa merasa lengket pada bagian bawahnya. Setelah kegiatannya itu selesai, dia langsung membawa kembali baskom dan handuk itu dalam kamar mandi.
"Mami, Papi keluar sebentar ya... Maaf udah buat Mami kelelahan," bisik Dewa seraya membenarkan selimut yang membungkus tubuh polos istrinya, tidak lupa ia memberikan kecupan mesra pada dahi dan bibir Veli sebelum keluar.
Di luar kamar Dewa, tampak terdapat dua orang pria yang tengah menunggu seseorang dengan bosan.
"Lama banget sih... Gue dobrak juga nih pintu lama-lama," gerutu seorang pria tampan yang sudah greget karena seseorang yang sudah lama ia tunggu-tunggu tak kunjung menampakkan batang hidungnya.
"Lo bisa diem nggak sih? Dari tadi ngoceh muluk tuh mulut," kesal pria di sebelahnya yang sudah jengah mendengar ocehan pria itu.
Taklama pintu di depannya terbuka dengan pelan dan muncul-lah seseorang yang sudah mereka nanti-nanti sedari tadi.
"Lama banget sihh Lo... Lumutan nih kita berdua..." ucap seorang pria yang tidak lain adalah Diki. Pria itulah yang sedari tadi menunggu Dewa, sementara pria satunya lagi adalah Gery si duda tampan dan mapan.
__ADS_1
"Sorry broo... Gue kan harus nidurin istri Gue dulu," ujar Dewa dengan tersenyum santai.
Diki dan Gery yang paham maksud perkataan Dewa hanya bisa mendengus kesal.
"Bisa-bisanya Lo masih sempet nganu sama Veli setelah kejadian memalukan tadi. Memegang gila..." ucap Gery dengan heran. Masih sempet-sempetnya sahabatnya itu bercinta setelah ia membuat dirinya sendiri malu dihadapan semua orang.
Wajah Dewa langsung berubah datar mendengar ucapan Gery, ia merasa tidak suka. "Bisa tidak, jangan membahas itu. Ini semua karena ulah si Bang Sat, yang membuat Gue malu seumur hidup." ucapannya dengan kesal.
"Bang Sat?" Tanya Gery yang tidak mengerti dengan siapa yang dimaksud Dewa.
"Iya Bang Sat. Alias Bang Satria, Kakaknya Veli."
"Goblok... nggak sopan banget Lo manggil Kakak ipar Lo begitu. Bisa-bisa Lo bakal dipecat jadi suaminya Veli," ujar Diki. Pria itu sudah paham jika Bang Satria kurang suka dengan sahabatnya itu.
"Sudah lah jangan bahas Kakek peot itu lagi. Ini gimana jadi nggak misi kita," ujar Dewa yang sudah engan membahas Kakak iparnya yang menyebalkan itu.
Ketiga orang itu tersenyum menyeringai, tidak sabar ingin segera menjalankan misi rahasia. Sebenarnya ada Firza juga yang akan turut andil dalam misi rahasia ketiga orang itu, hanya saja Firza tidak bisa ikut serta dikarenakan sang buah hati yang tidak ingin jauh-jauh dari nya.
*
Sementara itu di sebuah kamar hotel dengan hiasan yang cocok untuk pengantin baru, kini terjadi pergulatan yang begitu panas. Dimana sang pria dengan ganasnya memangut bibir perempuan yang sudah polos di bawa Kungkungannya, sedangkan sang perempuan hanya bisa pasrah dan mendesah menikmati perlakuan ganas pria di atasnya.
"Tunggu Kak...Apa pintunya sudah Kakak kunci?" Tanya Dewi disela-sela kegiatannya. Ia tidak mau jika ada yang mengintip kegiatan malam pertamanya dengan sang suami.
__ADS_1
"Itu tidak penting sayang... Tidak akan ada yang berani masuk kedalam kamar kita. Jadi kita nikmati saja malam pertama kita ini..." jawab Bima seraya melepaskan kain yang menempel ditubuhnya hingga polos. Bima sendiri sudah lupa, apakah ia sudah menutup pintunya lantaran saat sudah sampai di dalam kamar tadi ia langsung mengeksekusi Dewi.
Bima mencium kembali bibir Dewi dengan penuh gairah, sedangkan tangannya sudah bergerak liar menyentuh apa saja yang bisa disentuh pada tubuh istrinya itu. Keduanya sangat liar malam ini, disini bukan hanya Bima saja yang sangat liar. Namun Dewi juga tidak kalah liarnya dari sang suami.
Saat Bima hendak melakukan penyatuannya, tiba-tiba ia dan Dewi dikejutkan dengan kamarnya yang tiba-tiba berasap dan muncul suara nyaring dan berisik dari sebuah petasan yang entah dari mana asalnya.
****Duar....duar...duar****...
"Akhhh...!!!" Teriak Dewi dengan kencang seraya menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut.
Jantung keduanya seakan hendak meninggalkan tempatnya, lantaran saat sedang fokus-fokusnya menikmati percintaan yang nyaris saja gol tiba-tiba dikejutkan dengan suara petasan yang begitu meriah dengan kepulan asap yang mengeluarkan aroma tidak sedap, menguar di dalam kamarnya.
"Sial... ulah siapa ini?!!" geram Bima gairahnya yang tadi mengebu-gebu sekarang lenyap seketika dan tergantikan dengan rasa dongkol dihatinya.
"HAHAHAHAH....!!!" Terdengar suara tawa begitu keras diluar sana. Bima yang mendengar suara tawa tersebut langsung saja paham betul ulah siapa yang sudah menganggu acara malam pertamanya ini.
Sontak Bima langsung bangkit dan turun dari kasur dengan keadaan yang masih polos, ia berjalan menuju pintu tanpa malu sedikitpun pada Dewi, lagian Dewi juga menyembunyikan seluruh tubuhnya di bawah selimut.
****Bruak****...
"BANGSAT KALIAN...!!!" Teriak Bima dengan keras seraya membanting pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam.
Diluar sana, Ketiga orang yang masih tertawa terpingkal-pingkal langsung kaget dan terdiam, tiba-tiba pintu dibanting dengan keras dengan dibarengi suara teriakan dari Bima.
__ADS_1
Ketiga orang itu yang tak lain adalah Dewa,Diki dan Gery langsung kocar-kacir pergi meninggalkan kamar Bima. Dengan masih tertawa ngakak. Mereka tidak menyangka akan melakukan hal konyol seperti ini.
Rupanya misi rahasia dari ketiga pria tampan itu adalah misi menganggu acara malam pertama dari Bima, tentu saja semua ide itu dipelopori oleh Diki si penjatan tangguh dan Casanova kelas tikus.