
"Sudah nanti biar aku yang menjelaskan. Aku mau istirahat dulu, kamu juga istirahat gih, pasti capek. Habis melakukan perjalanan." jawab Veli, sembari menutup pintu kamarnya, ia sangat lelah sekarang. Untuk meladeni adik iparnya.
"Ish, nyebelin banget sih. Aku kan masih kepo!" gerutu Dewi kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 45 menit. Kini Dewa telah tiba di kediamanya, sebenarnya setelah adiknya mengabari, jika dirinya telah sampai di kediamanya. Dia akan segera pulang, tapi ia urungkan, lantaran ada meeting penting yang tidak bisa di tinggal. Alhasil sang adik terus membrondong pesan, menyuruh dirinya pulang.
"Kak Dewa, akhirnya pulang juga"pekik seorang wanita cantik dan sexy dengan wajah cemberut. Seseorang tersebut tak lain adalah Dewina. Wanita cantik itu lantas berdiri dan berjalan menghampiri kakanya yang terlihat sudah pulang. Setelah mengobrol dengan kakak iparnya tadi, Dewi memutuskan untuk menunggu kakanya saja di ruang tengah. Tentunya setelah membersihkan tubuhnya dan mengati baju, yang belum sempat ia ganti semenjak tiba.
"Dewi...!" Dewa melongo dengan apa yang di lihatnya sekarang. Bukan terkejut dengan kehadiran Dewi, melainkan ia terkejut dengan penampilan adiknya, yang kini tengah memakai, hot pants berbahan jeans, dengan atasan model kemben. Yang hanya menutupi gunung kembarnya, memperlihatkan perut ratanya. Yang lebih mengejutkan lagi terdapat tatto kupu-kupu di pingang kirinya. Membuat Dewa melotot tajam, beberapa bulan tidak bertemu adiknya makin liar saja. Pantas saja Mama Arumi sering mengeluh tentang adiknya.
"Apa-apaan kau ini?"bentaknya, seraya menepis sedikit kasar saat adiknya hendak memeluknya. Sehingga membuat Dewi mengurungkan niatnya, dengan bibir mencebik.
__ADS_1
"Pakaian macam apa yang kau kenakan ini? walaupun aku sedikit menyukai wanita sexy, tapi tidak seperti ini juga. Dan ini, kau men tatto tubuhmu?" Dewa menujuk tatto yang bertenger cantik di pinggang Dewina. Dengan rahang yang mengeras dan menarahan yang terlihat jelas di wajahnya, Dewa menatap adiknya itu.
"Ini tuh fashion, yang sedang trend Ala-ala Idol K-pop. Dan untuk tatto ini biar terlihat keren, temen-temenku juga punya." jawab Dewi santai.
"Dewina kau..---" Dewa yang ingin memarahi adiknya terhenti, kala melihat istrinya menghampiri dirinya dan sang adik. Saat melihat wajah cantik istrinya, kemarahan yang mengebu-ngebu tadi sedikit mereda.
"Wow, kau terlihat sangat cantik dan sexy." ucap Veli, menatap penuh takjub Dewi, dia saja belum berani berpakaian seperti itu.
"Ku lihat kamu sangat pandai dalam mengatur penampilan. Aku jadi ingin belajar kepadamu soal fashion" ujar Veli dengan antusias, mengingat dirinya harus lebih fashionable, karena dirinya yang kini menjadi seorang model. Apalagi pemahaman tentang fashion sangat minim, jadi tidak ada salahnya belajar dengan adik iparnya yang Super keren ini.
"Really, dengan senang hati aku akan mangajarimu kak. Penampilan itu memang sangat penting, bagi kita para wanita jadi----" ucapan Dewi terhenti, saat Dewa lebih dulu memotong ucapanya.
"Jika kamu berani berpakain seperti Dewi, aku tidak akan segan-segan membakar semua pakainmu itu Veli." mendengar istrinya ingin meguru kepada adik liarnya itu, membuat kemarahan yang sempat mereda itu berkobar kembali, membayang kan istrinya berpakain seperti Dewi dan keluar dari rumah membuat darahnya seakan mendidih.
__ADS_1
glekk
Veli sangat heran melihat suaminya yang seprti tengah marah besar kepadanya, bukankah suaminya itu menyukai wanita sexy.
"Ke-napa?" tanya Veli dengan gugup.
"Ck. setelah makan malam,aku ingin berbicara serius dengan kalian berdua, jadi kalian siap-siap saja." setelah mengucapkan kalimat itu, Dewa bergegas pergi ke kamar untuk membersihkan tubuhnya. Meningalkan kedua wanita yang kembali asik mengobrol tentang fashion.
Dewa tidak hanya akan mengintrogasi adiknya, tapi juga istrinya yang menjadi model tanpa sepengetahuanya.
**TBC
Jangan lupa like comment and vote jika Suka🤗**
__ADS_1